Palopo (29/4). SD Budi Utomo Lamasi menggelar pembelajaran luar kelas (outing class) dengan mengunjungi tempat sejarah dan perpustakaan daerah. Kegiatan bertajuk “Mengenal Sejarah Kedatuan Luwu dan Menumbuhkan Budaya Literasi Sejak Dini”, dilaksanakan pada Rabu (22/4) di Istana Kedatuan Luwu dan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Palopo, Sulawesi Selatan.
Petugas Istana Kedatuan Luwu, Opu To Manrasa mengungkapkan istana bukan sekadar bangunan, melainkan saksi perjalanan peradaban besar yang harus menjadi kontrol kehidupan sosial di lingkungan masyarakat. Sehingga penting menanamkan cinta budaya terhadap generasi muda sejak usia dini.
“Budaya adalah identitas. Jika generasi muda tidak mengenal budayanya, maka mereka akan kehilangan jati diri. Peradaban ini adalah warisan dunia, termasuk karya sastra agung yang kita miliki. Kami berharap generasi muda mencintai budayanya sebagai pemersatu di tengah perbedaan,” kata Manrasa.
Kunjungan ini mendapat apresiasi dari Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Palopo, Asnita Darwis. Ia mengatakan SD Budi Utomo merupakan sekolah dasar pertama dari luar daerah, yang melakukan kunjungan resmi ke Perpustakaan Kota Palopo.
“Kami berharap kegiatan ini terus berlanjut ke depannya, agar menarik minat anak-anak gemar membaca buku. Perpustakaan ini juga kami lengkapi dengan alat permainan edukatif dan koleksi buku sesuai dengan usia, sehingga anak-anak terhindar dari penggunaan gadget yang berlebihan” harap Asnita.
Dengan gemar membaca buku, wawasan anak-anak akan semakin luas, yang nantinya akan menjadi generasi hebat yang bermanfaat bagi nusa dan bangsa.
Sementara itu, Kepala Sekolah SD Budi Utomo, Muhammad Arifin menjelaskan tujuan utama kegiatan ini untuk menghidupkan suasana pembelajaran, menanamkan rasa bangga terhadap sejarah lokal, serta meningkatkan gemar membaca buku terhadap generasi muda sejak dini.
Arifin juga berharap nilai-nilai kearifan lokal dapat menjadi motivasi para siswa dalam berinteraksi di lingkungan masyarakat serta mendorong para siswa menjadi generasi yang haus akan ilmu pengetahuan khususnya dalam meningkatkan literasi membaca.
“Harapan kami sangat besar dan beragam. Semoga ini dapat menambah wawasan siswa, membentuk karakter yang mencintai budaya, serta memperkaya hasil untuk mendorong mereka menjadi generasi yang gemar membaca dan berpengetahuan luas,” harap Arifin.
Sementara itu, Kepala Sekolah SD Budi Utomo Lamasi, Muhammad Arifin, menjelaskan tujuan utama kegiatan ini untuk menghidupkan suasana pembelajaran, menanamkan rasa bangga terhadap sejarah lokal, serta menumbuhkan kegemaran membaca pada generasi muda sejak dini.
Arifin berharap nilai-nilai kearifan lokal tersebut dapat memotivasi siswa dalam berinteraksi di lingkungan masyarakat, sekaligus mendorong mereka menjadi generasi yang haus akan ilmu pengetahuan, khususnya dalam penguatan literasi.
“Harapan kami sangat besar. Semoga kegiatan ini dapat menambah wawasan siswa, membentuk karakter yang mencintai budaya, serta mendorong mereka menjadi generasi yang gemar membaca dan berpengetahuan luas,” harapnya. (Kiki/Lines Luwu).









