Serang (17/6). Pondok Pesantren Mahasiswa Achmad Basyarie (PPM AB) Serang membantu pengaspalan jalan sepanjang 520 meter dari Jalan Pakupatan hingga Kompleks Untirta. Kegiatan berlangsung pada 22-26 Mei 2026.
“Pengaspalan dilakukan menggunakan hotmix lengkap. Kini warga dapat menikmati akses jalan yang lebih halus, aman, dan nyaman menuju kawasan perumahan Untirta dan sekitarnya,” kata Ketua PPM AB, Kabid Bagaskara.
Ia menyampaikan apresiasi atas doa dan dukungan semua pihak sehingga pengaspalan jalan Komplek Untirta bisa diselesakan sesuai rencana. “Kami bersyukur kegiatan ini mendapat dukungan dari tokoh masyarakat maupun warga. Semoga manfaatnya bisa dirasakan bersama,” ujarnya.
Kabid menegaskan bahwa perbaikan jalan ini bukan sekadar tambal sulam, melainkan langkah jangka panjang menjaga kualitas infrastruktur. “Perbaikan ini kami lakukan untuk mendukung mobilitas warga dan pertumbuhan ekonomi kota, sehingga manfaatnya benar-benar dapat dirasakan oleh seluruh pengguna jalan,” katanya.
Kabid menambahkan, PPM AB berada di bawah naungan LDII sejak 2022 untuk menampung mahasiswa yang menempuh pendidikan tinggi sekaligus memperdalam ilmu agama. Selain membina karakter dan keilmuan, pesantren tersebut juga aktif dalam berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan.
Ia berharap, dengan selesainya pengaspalan ini mobilitas warga semakin lancar dan sinergi antara PPM AB dengan masyarakat sekitar semakin erat. “Semoga keberadaan PPM AB banyak membawa dampak positif dan membawa manfaat untuk warga sekitar,” pungkasnya.
Sementara itu, Ketua DPW LDII Banten, Dimo Tono Sumito, mengatakan pemberian bantuan Ini sebagai salah satu bentuk kontribusi LDII untuk kepentingan masyarakat. “PPM Achmad Basyarie berada di tengah lingkungan masyarakat sehingga harus hadir memberi manfaat,” tandasnya.
Menurut Dimo, kegiatan ini sekaligus memberi contoh konkret kepada para santri terhadap semua ilmu yang diajarkan di pondok atau di kampus masing masing. Kabid menjelaskan, kegiatan tersebut juga sejalan dengan delapan program pengabdian LDII untuk bangsa dan implementasi 29 karakter luhur.
“Nilai-nilai tersebut menjadi pondasi para santri untuk menyukseskan bonus demografi dan mewujudkan Indonesia Emas 2045,” pungkasnya.








