Mamuju (15/7). DPW LDII Provinsi Sulawesi Barat menghadiri Tabligh Akbar Mandarpreneur Syariah (Madrasah) Fair Sulbar 2026. Kegiatan yang diinisiasi Bank Indonesia (BI) bersama Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah (KDEKS) Sulawesi Barat itu berlangsung di Masjid Suada, Mamuju, Kamis (25/6/2026).
Ketua DPW LDII Sulawesi Barat, Rianto, mengapresiasi penyelenggaraan kegiatan tersebut. Menurutnya, kolaborasi berbagai pihak menjadi langkah penting dalam memperluas pemahaman masyarakat mengenai ekonomi syariah.
“Kami berterima kasih kepada BI dan MUI yang telah mengundang LDII untuk mengikuti kegiatan ini. Ini merupakan suatu kehormatan bagi kami selaku pengurus LDII Sulawesi Barat,” ujarnya.
Menurut Rianto, kegiatan semacam ini tidak hanya meningkatkan literasi ekonomi syariah, tetapi juga mendorong masyarakat untuk menerapkan prinsip-prinsip syariah dalam pengelolaan keuangan dan aktivitas ekonomi sehari-hari.
Tabligh Akbar tersebut dihadiri Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Barat Junda Maulana, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Sulbar Adnan Nota, unsur Forkopimda, pimpinan organisasi kemasyarakatan Islam, tokoh agama, serta tokoh masyarakat. Kegiatan mengusung tema “Akselerasi Ekonomi Syariah Sulawesi Barat melalui Halal Lifestyle dan Keuangan Keluarga yang Sehat”.

Mewakili Gubernur Sulawesi Barat Suhardi Duka dan KDEKS Sulbar, Junda Maulana menyampaikan bahwa karakter religius masyarakat Sulawesi Barat menjadi modal besar dalam pengembangan ekonomi dan keuangan syariah. Ia menyebut, nilai-nilai keislaman hidup dan berkembang melalui masjid, pesantren, majelis taklim, serta aktivitas sosial masyarakat.
“Kondisi ini jadi modal penting mendorong pengembangan ekonomi dan keuangan syariah di daerah kita,” katanya.
Ia menambahkan, ekonomi syariah tidak hanya identik dengan perbankan syariah atau sertifikasi halal. Tetapi juga mencakup cara memperoleh rezeki yang halal, mengelola keuangan secara bijaksana, mengonsumsi produk halal dan thayyib, serta memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Oleh karena itu tema Tabligh Akbar kali ini sangat relevan. Penguatan ekonomi syariah harus dimulai dari lingkungan paling dekat, yaitu keluarga,” tegasnya.
Melalui kegiatan tersebut, LDII Sulawesi Barat berharap sinergi pemerintah, lembaga keuangan, ulama, organisasi kemasyarakatan, dan masyarakat terus diperkuat untuk meningkatkan literasi ekonomi syariah bagi ASN, pelaku UMKM, dan masyarakat, sekaligus mendorong penerapannya mulai dari lingkungan keluarga.









