Sukoharjo (30/4). DPD LDII Kabupaten Sukoharjo menggelar pembekalan dai di Masjid Baitul Makmur, Pabelan, Kartasura, Minggu (19/4/2026). Kegiatan ini difokuskan pada peningkatan kompetensi dai, khususnya pengajar TPQ dan TPA, sebagai bagian dari penguatan peran dakwah di tengah perubahan sosial dan perkembangan teknologi.
Peserta yang hadir berasal dari berbagai wilayah di Sukoharjo. Mereka mengikuti rangkaian materi yang dirancang untuk memperkuat kemampuan komunikasi, pemahaman materi keagamaan, serta pendekatan dakwah yang relevan dengan kebutuhan masyarakat saat ini.
Pemateri pertama, Khusnan Hidayat dalam pemaparannya menekankan pentingnya metode penyampaian dakwah yang bijak dan komunikatif. Ia menyebut cara penyampaian memiliki pengaruh besar terhadap penerimaan pesan oleh masyarakat. “Dai perlu menyampaikan materi dengan pendekatan yang mudah dipahami dan tidak menimbulkan jarak dengan jamaah,” ujarnya.
Ia juga menyoroti pentingnya penguasaan materi serta pemilihan tema yang sesuai dengan kondisi masyarakat. Menurutnya, dakwah tidak hanya disampaikan melalui lisan, tetapi juga melalui sikap dan perilaku sehari-hari. “Keteladanan menjadi bagian penting dalam dakwah, karena masyarakat melihat langsung praktik yang dilakukan,” kata dia.
Pemateri kedua, Edi Sanusi menyampaikan materi terkait penggunaan bahasa dalam dakwah. Ia menilai penguasaan bahasa daerah, khususnya bahasa Jawa, menjadi salah satu kunci dalam membangun komunikasi yang efektif dengan masyarakat. “Bahasa menjadi sarana untuk mendekatkan diri dengan jamaah, sehingga pesan yang disampaikan lebih mudah diterima,” ujarnya.
Edi menambahkan penggunaan bahasa Jawa juga berkaitan dengan etika dan tata krama dalam berkomunikasi. Ia mendorong para dai untuk memahami penggunaan bahasa secara tepat sesuai situasi dan audiens. “Kemampuan berbahasa yang baik akan membantu dai menyampaikan pesan secara jelas dan terstruktur,” ucapnya.
Pemateri ketiga, Mulato Budi Santoso menyoroti tantangan dakwah di era digital yang menuntut kemampuan adaptasi dari para dai. Ia menjelaskan perkembangan media membuka ruang yang luas bagi penyebaran informasi keagamaan, sehingga perlu dimanfaatkan secara tepat dan bertanggung jawab.
“Platform digital bisa menjadi sarana efektif untuk menjangkau generasi muda, selama digunakan dengan konten yang terarah dan sesuai kebutuhan masyarakat,” ujarnya.
Ia menambahkan para dai perlu memahami karakter audiens di ruang digital agar pesan yang disampaikan tetap relevan dan mudah diterima. Menurutnya, penguasaan teknologi perlu diimbangi dengan pemahaman nilai-nilai keagamaan agar tidak terjadi distorsi dalam penyampaian materi.
“Dai harus mampu menjaga kualitas pesan sekaligus mengikuti perkembangan media yang terus berubah,” kata dia.
Mulato berharap peserta dapat mengimplementasikan materi yang diperoleh dalam aktivitas dakwah sehari-hari. Ia menilai pembekalan ini menjadi langkah penting dalam memperkuat peran dai di tengah masyarakat.
“Pembekalan ini diharapkan dapat memperkuat peran dai dalam membina masyarakat,” ujarnya.









