Bandung (5/5). Ketua MUI Kabupaten Bandung KH Dindin Solahudin menegaskan komitmen ilmiah dan ukhuwah Islamiyah harus berjalan seiring dalam kehidupan umat Islam, terutama di tengah beragam perbedaan furu’iyah yang kerap memicu perselisihan. Pernyataan tersebut ia sampaikan saat menjadi narasumber dalam Focus Group Discussion (FGD) Kebangsaan dan Keagamaan Road to Musda VIII 2026.
Kegiatan yang digelar DPD LDII Kabupaten Bandung di GSG Qurrota A’yun, Baleendah, Sabtu (25/4/2026) tersebut dipandu Sekretaris DPD LDII Kabupaten Bandung Mochamad Dinar. Acara itu turut menghadirkan narasumber dari DPW LDII Jawa Barat, Forum Kerukunan Umat Beragama, serta Rumah Moderasi Beragama UIN Sunan Gunung Djati Bandung.
Dalam pemaparannya, Dindin menekankan pengembangan ilmu keislaman tidak boleh terhambat oleh perbedaan. Sebaliknya, ukhuwah juga tidak boleh menghambat perkembangan keilmuan.
“Komitmen ilmiah harus berbanding lurus dengan komitmen ukhuwah. Jangan sampai ilmu berhenti karena ukhuwah, dan jangan pula ukhuwah menghentikan perkembangan ilmu,” tegasnya.
Ia menjelaskan, banyak konflik di tengah umat Islam muncul pada persoalan furu’iyah atau perbedaan cabang ibadah, seperti mazhab dan hasil ijtihad ulama, yang sejatinya tidak perlu menjadi sumber perpecahan, “Fikih itu dinamis, ulama berijtihad sepanjang masa. Ilmu harus terus berkembang, tetapi ukhuwah harus tetap dijaga,” ujarnya.
Dindin mengajak umat Islam untuk terus memperluas wawasan keilmuan dari berbagai sumber, sekaligus menjaga prinsip persatuan dan saling menghormati.
Sementara itu, Ketua DPD LDII Kabupaten Bandung Didin Suyadi menegaskan, forum ini memiliki nilai strategis dalam memperkuat organisasi menjelang Musda VIII. Ia menyebut, kehadiran para Ketua PC se-Kabupaten Bandung, sebagian Ketua PAC, Dewan Penasehat (Wanhat), serta jajaran pengurus DPD menunjukkan keseriusan dalam membangun konsolidasi organisasi yang kokoh.
“FGD ini bukan sekadar forum diskusi, tetapi bagian dari konsolidasi untuk memperkuat kapasitas kelembagaan sekaligus menegaskan kontribusi LDII dalam kehidupan berbangsa dan beragama,” ujarnya.
FGD kebangsaan dan keagamaan ini merupakan bagian dari rangkaian Road to Musda VIII LDII Kabupaten Bandung 2026. Kegiatan tersebut dirancang untuk memperkuat soliditas internal, meningkatkan wawasan kebangsaan, serta menegaskan peran LDII dalam membangun moderasi beragama, persatuan, dan kontribusi sosial.
Melalui forum ini, LDII Kabupaten Bandung menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat sinergi antara keilmuan, ukhuwah, dan konsolidasi organisasi sebagai fondasi menuju Musda VIII 2026 yang lebih progresif dan berdaya guna.









