Nganjuk (30/7). Biro Ekonomi dan Pemberdayaan Masyarakat (EPM) DPW LDII Jawa Timur menggelar kegiatan Biztrip Barokah. Kegiatan tersebut mengunjungi usaha Pentol Bakso Oye dan Bebek H. Makrus di Kabupaten Nganjuk, pada Minggu (26/7/2026).
Program tersebut diikuti anggota Himpunan Pengusaha LDII (HPL) dari berbagai daerah di Jawa Timur, “Biztrip Barokah merupakan salah satu program pembinaan ekonomi yang bertujuan meningkatkan kapasitas pelaku usaha di lingkungan LDII,” ungkap Ketua DPW LDII Jawa Timur, Moch. Amrodji Konawi.
Ia menjelaskan kegiatan tersebut dapar menjadi wadah bagi para pelaku usaha untuk bertukar pengalaman, memperluas jejaring, serta mempelajari praktik pengelolaan bisnis secara langsung, “Pengembangan usaha tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan bisnis, tetapi juga diharapkan memberikan manfaat bagi masyarakat,” jelasnya.
Amrodji mengajak para pelaku usaha untuk menjaga nilai kejujuran, amanah, profesionalisme, serta semangat rukun, kompak, dan kerja sama dalam menjalankan usaha, “Melalui kegiatan tersebut, DPW LDII Jawa Timur mendorong budaya belajar dan kolaborasi di kalangan pelaku usaha dengan harapan dapat memperkuat daya saing serta memberikan kontribusi positif bagi pengembangan ekonomi masyarakat,” ungkapnya.

Sementara itu, Pengelola Pentol Bakso Oye dan Bebek H. Makrus, Adi Winarko menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada usahanya sebagai lokasi pembelajaran, “Perkembangan usaha ini merupakan hasil dukungan keluarga, kerja sama tim, dan kepercayaan pelanggan, untuk itu kami terus berupaya menjaga kualitas produk dan pelayanan,” jelasnya,
Adi berharap kegiatan Biztrip Barokah dapat menjadi ruang berbagi pengalaman antarpengusaha, sehingga membuka peluang kolaborasi yang saling menguntungkan, “Setiap pelaku usaha menghadapi tantangan yang berbeda sehingga pengalaman yang dimiliki dapat menjadi bahan pembelajaran bagi peserta lain,” ungkapnya.
Ia menerangkan Biztrip Barokah merupakan salah satu bentuk pembelajaran berbasis praktik yang mempertemukan pelaku usaha untuk saling berbagi pengalaman mengenai pengelolaan bisnis, “Pendekatan seperti ini memberikan kesempatan kepada peserta untuk melihat langsung proses operasional usaha sekaligus membangun jejaring antarpengusaha,” jelasnya.








