Serang (5/6). Biro Komunikasi Informasi dan Media (KIM) DPW LDII Provinsi Banten menggelar Pelatihan Jurnalistik Mahir Dasar. Kegiatan yang berlangsung pada 29-31 Mei 2026 itu diikuti 60 peserta dari delapan DPD, sekolah, dan Pondok Pesantren Mahasiswa (PPM) di bawah naungan LDII Banten pada 29-30 Mei 2026.
Ketua DPW LDII Provinsi Banten Dimo Tono Sumito mengatakan pelatihan tersebut dirancang untuk mempersiapkan generasi muda agar memiliki keterampilan komunikasi dan jurnalistik yang memadai. Sejalan dengan tema yang diusung “Optimalisasi Peran Generus LDII dalam Penguatan Literasi dan Kompetensi Jurnalistik untuk Menangkal Disinformasi di Era Digital”.
“Pemahaman kode etik profesi, serta teknik peliputan modern menjadi titik utama. Jadi menyajikan informasi teraktual dan secara akurat menjadi titik kunci dalam bermedia sosial,” ujarnya.
Menurut Dimo, kemudahan akses teknologi membuat proses mencari, menulis, dan menyebarkan informasi menjadi sangat praktis. Sehingga ketikan jari akan menjadi awal mula informasi terbentuk.
“Program ini membekali peserta dengan kemampuan berpikir kritis. Minimal bisa saring isi semua tulisan, artikel, dan lainnya sebelum menyebar ke media digital,” katanya.
Sementara itu, Ketua DPP LDII Rulli Kuswahyudi menegaskan pentingnya peran generasi muda dalam mengisi ruang digital dengan konten yang positif dan bermanfaat. Menurutnya, media sosial telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan masyarakat sehingga perlu dimanfaatkan secara bertanggung jawab.
“Era dunia digital sudah sangat erat dengan semua orang. Karena itu wajib diberikan panduan untuk memberikan konten positif di internet,” ujarnya.
Rulli menambahkan, pelatihan jurnalistik tidak hanya berfokus pada keterampilan teknis, tetapi juga membangun komitmen untuk menghasilkan informasi yang jujur dan sesuai kode etik. Ia menilai platform digital merupakan ruang baru yang perlu diisi dengan informasi yang berkualitas.
“Website, Instagram, Tiktok, atau lainnya adalah media sosial seperti dunia baru yang perlu diisi dengan informasi yang baik, tidak ada berita hoaks atau bohong. Konten ini menjadi penyaring informasi yang akan disebar ke khalayak ramai,” tuturnya.
Rulli juga mengapresiasi perkembangan aktivitas media LDII Banten yang dinilai semakin aktif dalam beberapa tahun terakhir. Menurutnya, jumlah peserta pelatihan yang terus meningkat menunjukkan tumbuhnya minat generasi muda terhadap bidang komunikasi dan jurnalistik.
“Dalam pemantauan DPP terhadap berbagai DPW, perkembangan setiap wilayah berbeda-beda. LDII Banten termasuk yang menonjol, sebagaimana LDII Bali, terutama dalam aktivitas media sosial,” jelasnya.
Rulli mengatakan, beberapa tahun lalu peserta pelatihan dari Banten masih sangat terbatas, namun kini jumlahnya terus bertambah. “Ini merupakan peningkatan yang luar biasa,” ujarnya.
Melalui pelatihan tersebut, para peserta diharapkan mampu meningkatkan literasi digital, menguasai teknik komunikasi yang efektif, serta menjadi garda terdepan dalam menyebarkan informasi yang kredibel di tengah maraknya disinformasi di era digital.






