Lembaga Dakwah Islam Indonesia
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2021-2026
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
    • Jadwal Shalat
  • DESAIN GRAFIS
    • Kerja Bakti Nasional 2025 dan 17 Agustus 2025
No Result
View All Result
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2021-2026
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
    • Jadwal Shalat
  • DESAIN GRAFIS
    • Kerja Bakti Nasional 2025 dan 17 Agustus 2025
No Result
View All Result
Lembaga Dakwah Islam Indonesia
No Result
View All Result
Home Headlines

Ketum DPP LDII: Muhasabah di Tahun Baru untuk Kehidupan Bernegara yang Lebih Baik

2025/12/31
in Headlines, Nasional
10
Muhasabah, Tahun Baru, Pengajian Akhir Tahun,

Ketum DPP LDII, KH.Chriswanto mengajak para ulama, pamong, guru, muballigh-muballighot dan orangtua untuk mendorong generasi muda melaksanakan kegiatan positif dan menghadiri Pengajian Akhir Tahun. Foto: LINES

Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsApp

Surabaya (31/12). Perjalanan bangsa pada 2026 mencapai usia 81 tahun. Sebagai sebuah negara, Indonesia mengalami dinamika dalam negeri dan global, yang membutuhkan perbaikan terus-menerus agar sesuai dengan cita-cita berdirinya negara-bangsa Indonesia. Untuk itu, pemerintah dan rakyat Indonesia harus terus muhasabah, salah satunya di pergantian tahun. Ketua Umum DPP LDII KH Chriswanto Santoso menyampaikan pesan tersebut, dalam momentum menyambut pergantian tahun 2026.

Menurutnya sebagai negara demokrasi berpenduduk mayoritas muslim, Indonesia juga berhadapan dengan residu demokrasi, yakni hadirnya kelompok-kelompok kepentingan. Dalam demokrasi, sangat memungkinkan sekelompok kecil orang menguasai sebagian besar masyarakat dan sumberdaya melalui praktik oligopoli. Atau mereka yang bermodal raksasa menjadi oligarki mendukung penguasa lokal.

“Sebagai negara demokrasi kita tidak menafikkan hal-hal itu, sebagai contoh Amerika Serikat, Korea Selatan, dan Rusia maju karena tumbuh suburnya konglomerasi. Namun, pemerintah yang kuat dan mengedepankan keadilan sosial dan kesejahteraan umum mampu membawa negara menjadi superior, bukan mengalah kepada investor,” tegasnya.

Dalam pandangan KH Chriswanto, pemerintah mendapat pekerjaan rumah besar dengan persoalan lingkungan yang rusak karena investasi serampangan. Data Kementrian Kehutanan RI tahun 2024, deforestasi mencapai 175.000 hektar. Hutan Indonesia yang tersisa seluas 95,5 juta hektar. Ancaman tidak langsung tetap ada akibat ekspansi penanaman sawit, pengeloaan tambang dan kebakaran hutan.

Untuk itu, ia mengajak segenap bangsa Indonesia muhasabah pencapaian Indonesia. Agar cita-cita mewujudkan masyarakat yang adil dan makmur serta mencerdaskan kehidupan bangsa – sebagaimana pembukaan UUD 1945 — bisa terwujud. Ia juga mengingatkan peradaban besar yang lenyap, seperti seperti Mesopotamia (Sumeria, Babilonia), Mesir Kuno, Lembah Indus, Tiongkok Kuno, Yunani Kuno, Romawi Kuno, dan Persia.

“Peradaban besar itu memiliki teknologi canggih melampaui zamannya, yang tidak dipunyai bangsa-bangsa lain yang sezaman. Tapi persoalan kemerosotan moral menjadi pemicu kehancuran peradaban, dan saat ini hanya menyisakan bangunan-bangunan sebagai pengingat dan pelajaran,” tegasnya.

Menurutnya, berbagai problematika kebangsaan itu, akan dibahas dalam Musyawarah Nasional (MUNAS) X LDII, yang akan diadakan pada pertengahan 2026, “Kami akan menggodok berbagai masukan untuk pemerintah, terkait persoalan-persoalan kekinian, yang solusinya akan kami tuangkan dalam program kerja dan rekomendasi,” tutur KH Chriswanto.

Selain itu, KH Chriswanto mengatakan bahwa LDII belajar dari sejarah itu, kemudian mendorong untuk secara serius dan masif mengadakan pembinaan pada generasi muda. Tujuannya agar generasi muda menjadi bagian dari upaya membangun peradaban yang bermoral. Langkah kecil ini, diharapkan memiliki dampak yang besar saat Indonesia menyambut Indonesia Emas 2045.

Berbagai upaya dan langkah telah dilakukan, salah satunya mengadakan Pengajian Akhir Tahun. Kegiatan ini sudah dimulai sejak pertengahan 1990-an, atas inisiasi Dewan Penasehat DPP LDII dan para ulama. “LDII setiap akhir tahun mengadakan pengajian di majelis-majelis taklim, musholla, masjid dan pesantren. Para generasi muda diajak beraktifitas bersama dengan mengaji, berdiskusi, nasehat, menampilkan drama, pencak silat dan sejenisnya. Bahkan untuk tahun ini kami mengimbau agar para generus untuk juga menanam pohon di sekitar lokasi pengajian masing-masing,” ujar Chriswanto.

Melalui Pengajian Akhir Tahun, LDII berharap para generasi muda LDII lebih terjaga dan tidak terpengaruh kegiatan yang maksiat, hura-hura, konsumtif dan hedonik. Pengajian Akhir Tahun bertujuan untuk menjaga pergaulan para remaja dan memperkuat karakter sebagai generasi yang berbudi pekerti luhur, memiliki kepahaman agama, dan mandiri.

“Kami mengajak para ulama, pamong, guru, muballigh-muballighot dan orangtua untuk mendorong generasi muda melaksanakan kegiatan positif dan menghadiri Pengajian Akhir Tahun. Sesungguhnya ini merupakan langkah memperkuat nilai-nilai moral generasi penerus bangsa, agar mereka dapat meningkatkan keimanan dan ketakwaannya kepada Allah SWT,” tegasnya KH Chriswanto.

Perjalanan bangsa pada 2026 mencapai usia 81 tahun. Sebagai sebuah negara, Indonesia mengalami dinamika dalam negeri dan global, yang membutuhkan perbaikan terus-menerus agar sesuai dengan cita-cita berdirinya negara-bangsa Indonesia. Untuk itu, pemerintah dan rakyat Indonesia harus terus muhasabah, salah satunya di pergantian tahun.

Ketua Umum DPP LDII KH Chriswanto Santoso menyampaikan pesan tersebut, dalam momentum menyambut pergantian tahun 2026. Menurutnya sebagai negara demokrasi berpenduduk mayoritas muslim, Indonesia juga berhadapan dengan residu demokrasi, yakni hadirnya kelompok-kelompok kepentingan.

Dalam demokrasi, sangat memungkinkan sekelompok kecil orang menguasai sebagian besar masyarakat dan sumberdaya melalui praktik oligopoli. Atau mereka yang bermodal raksasa menjadi oligarki mendukung penguasa lokal.

“Sebagai negara demokrasi kita tidak menafikkan hal-hal itu, sebagai contoh Amerika Serikat, Korea Selatan, dan Rusia maju karena tumbuh suburnya konglomerasi. Namun, pemerintah yang kuat dan mengedepankan keadilan sosial dan kesejahteraan umum mampu membawa negara menjadi superior, bukan mengalah kepada investor,” tegasnya.

Dalam pandangan KH Chriswanto, pemerintah mendapat pekerjaan rumah besar dengan persoalan lingkungan yang rusak karena investasi serampangan. Data Kementrian Kehutanan RI tahun 2024, deforestasi mencapai 175.000 hektar. Hutan Indonesia yang tersisa seluas 95,5 juta hektar. Ancaman tidak langsung tetap ada akibat ekspansi penanaman sawit, pengeloaan tambang dan kebakaran hutan.

Untuk itu, ia mengajak segenap bangsa Indonesia muhasabah pencapaian Indonesia. Agar cita-cita mewujudkan masyarakat yang adil dan makmur serta mencerdaskan kehidupan bangsa – sebagaimana pembukaan UUD 1945 — bisa terwujud. Ia juga mengingatkan peradaban besar yang lenyap, seperti seperti Mesopotamia (Sumeria, Babilonia), Mesir Kuno, Lembah Indus, Tiongkok Kuno, Yunani Kuno, Romawi Kuno, dan Persia.

“Peradaban besar itu memiliki teknologi canggih melampaui zamannya, yang tidak dipunyai bangsa-bangsa lain yang sezaman. Tapi persoalan kemerosotan moral menjadi pemicu kehancuran peradaban, dan saat ini hanya menyisakan bangunan-bangunan sebagai pengingat dan pelajaran,” tegasnya.

Menurutnya, berbagai problematika kebangsaan itu, akan dibahas dalam Musyawarah Nasional (MUNAS) X LDII, yang akan diadakan pada pertengahan 2026, “Kami akan menggodok berbagai masukan untuk pemerintah, terkait persoalan-persoalan kekinian, yang solusinya akan kami tuangkan dalam program kerja dan rekomendasi,” tutur KH Chriswanto.

Selain itu, KH Chriswanto mengatakan bahwa LDII belajar dari sejarah itu, kemudian mendorong untuk secara serius dan masif mengadakan pembinaan pada generasi muda. Tujuannya agar generasi muda menjadi bagian dari upaya membangun peradaban yang bermoral. Langkah kecil ini, diharapkan memiliki dampak yang besar saat Indonesia menyambut Indonesia Emas 2045.

Berbagai upaya dan langkah telah dilakukan, salah satunya mengadakan Pengajian Akhir Tahun. Kegiatan ini sudah dimulai sejak pertengahan 1990-an, atas inisiasi Dewan Penasehat DPP LDII dan para ulama. “LDII setiap akhir tahun mengadakan pengajian di majelis-majelis taklim, musholla, masjid dan pesantren. Para generasi muda diajak beraktifitas bersama dengan mengaji, berdiskusi, nasehat, menampilkan drama, pencak silat dan sejenisnya. Bahkan untuk tahun ini kami mengimbau agar para generus untuk juga menanam pohon di sekitar lokasi pengajian masing-masing,” ujar Chriswanto.

Melalui Pengajian Akhir Tahun, LDII berharap para generasi muda LDII lebih terjaga dan tidak terpengaruh kegiatan yang maksiat, hura-hura, konsumtif dan hedonik. Pengajian Akhir Tahun bertujuan untuk menjaga pergaulan para remaja dan memperkuat karakter sebagai generasi yang berbudi pekerti luhur, memiliki kepahaman agama, dan mandiri.

“Kami mengajak para ulama, pamong, guru, muballigh-muballighot dan orangtua untuk mendorong generasi muda melaksanakan kegiatan positif dan menghadiri Pengajian Akhir Tahun. Sesungguhnya ini merupakan langkah memperkuat nilai-nilai moral generasi penerus bangsa, agar mereka dapat meningkatkan keimanan dan ketakwaannya kepada Allah SWT,” tegasnya KH Chriswanto.

Tags: Kehidupan BernegaraKetum DPP LDIIKH ChriswantoMuhasabahPengajian Akhir TahunTahun Baru

Comments 10

  1. Supardo bin Kayat says:
    4 months ago

    Menjaga generasi dan majukan bangsa menuju peradaban yang mulia

    Reply
    • Ari Tri Wibowo says:
      4 months ago

      Semoga الله paring sukses aman selamat lancar dan barokah, ٱمين.

      Reply
  2. Ari Tri Wibowo says:
    4 months ago

    Kami mendukung cita-cita LDII untuk mewujudkan generasi emas Indonesia, generasi yang profesional, religius, dan berkarakter luhur dan mulia. Semoga الله سبحانه وتعالى mengabulkannya, ٱمين.

    Reply
  3. Suyadi says:
    4 months ago

    Generus LDII adalah tulang punggung bagi kita semua untuk meneruskan keberlangsungan Tongkat estafet kepemimpinan Organisasi dan juga Bangsa dan Negara Republik Indonesia yg kita cintai ini.
    Maka. Kita sebagai generasi tua, harus mau mampu dan bisa memfasilitasi pada Generus untuk mengekpresikan proses pendewasaan diri pada Generus untuk menyongsong masa depan yg gemilang

    Reply
  4. Adin Mutohar says:
    4 months ago

    Semoga ldii Berjaya hingga akhir Zaman Dan selalu Berkontribusi utk bangsa Dan negara Indonesia Dan dunia.
    Aamiin

    Reply
  5. Sugito says:
    4 months ago

    Semoga kita menjadi Generus yang unggul

    Reply
  6. Nanang Naswito says:
    4 months ago

    Semoga kontribusi LDII semakin terasa manfaat bagi bangsa dan negara

    Reply
  7. Sarmin says:
    4 months ago

    Semoga Indonesia dikaruniai pemimpin yg cerdas pemberani amanah dan para pejabat yg korupsi segera mendapatkan balasannya

    Reply
  8. Eka W says:
    4 months ago

    Indonesia negara besar, dibangun dengan semangat besar, dijaga dengan kebesaran jiwa. LDII membina warganya untuk berkontribusi, berperan besar untuk bangsa dan negara dengan membentuk karakter luhur dalam setiap warganya.
    Semoga Indonesia semakin jaya.

    Reply
  9. Sudarmanto Totok says:
    4 months ago

    LDII utk bangsa
    Barokallooh

    Reply

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

KOMENTAR TERKINI

  • MasMT on LDII Adakan Diklat Dakwah Tingkatkan Kompetensi Khotib
  • AG1E on LDII Adakan Diklat Dakwah Tingkatkan Kompetensi Khotib
  • Nanang Naswito on Kunjungi Demplot Padi di Lahan Gambut, Ketua LDII Kalbar Dorong Penambahan Luasan Tanam
  • Nanang Naswito on LDII Berau Gelar Ngaji Khusus Wanita, Ingatkan Pentingnya Meningkatkan Ilmu Agama
  • Fadhil on Sinergi Ormas Islam Menguat, Ketua LDII Bone Masuk Kepengurusan MUI 2025–2030
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Warga LDII Bergabung dalam Kepengurusan MUI Jakarta Pusat

Warga LDII Bergabung dalam Kepengurusan MUI Jakarta Pusat

March 31, 2021
Hari Santri

Peringati HSN, Ketua Ponpes Wali Barokah Ingatkan Peran Santri di Masa Depan

October 23, 2023
Sosialisasi kapolres

Polres Kediri Sosialisasi Berkendara Aman di Ponpes Wali Barokah

February 3, 2019
Ikhtibar HTQ 2018

Ikhtibar Latih Kesungguhan dalam Menghafal Alquran

April 10, 2018
Road To Musda, LDII Kabupaten Bandung Gelar FGD Perkuat Moderasi Beragama dan Wawasan Kebangsaan

Road To Musda, LDII Kabupaten Bandung Gelar FGD Perkuat Moderasi Beragama dan Wawasan Kebangsaan

0
LDII dan Kemenag Magetan Jalin Silaturahim, Siap Kolaborasi Memperkuat Pembinaan Umat

LDII dan Kemenag Magetan Jalin Silaturahim, Siap Kolaborasi Memperkuat Pembinaan Umat

0
Tingkatkan Kualitas Dakwah, LDII Kota Jambi Helat Sarasehan Guru Mengaji

Tingkatkan Kualitas Dakwah, LDII Kota Jambi Helat Sarasehan Guru Mengaji

0
LDII Kabupaten Bandung Gelar Seminar Generasi Muda, Bahas Kenakalan Remaja di Era Disrupsi

LDII Kabupaten Bandung Gelar Seminar Generasi Muda, Bahas Kenakalan Remaja di Era Disrupsi

0
Road To Musda, LDII Kabupaten Bandung Gelar FGD Perkuat Moderasi Beragama dan Wawasan Kebangsaan

Road To Musda, LDII Kabupaten Bandung Gelar FGD Perkuat Moderasi Beragama dan Wawasan Kebangsaan

May 1, 2026
LDII dan Kemenag Magetan Jalin Silaturahim, Siap Kolaborasi Memperkuat Pembinaan Umat

LDII dan Kemenag Magetan Jalin Silaturahim, Siap Kolaborasi Memperkuat Pembinaan Umat

May 1, 2026
Tingkatkan Kualitas Dakwah, LDII Kota Jambi Helat Sarasehan Guru Mengaji

Tingkatkan Kualitas Dakwah, LDII Kota Jambi Helat Sarasehan Guru Mengaji

May 1, 2026
LDII Kabupaten Bandung Gelar Seminar Generasi Muda, Bahas Kenakalan Remaja di Era Disrupsi

LDII Kabupaten Bandung Gelar Seminar Generasi Muda, Bahas Kenakalan Remaja di Era Disrupsi

May 1, 2026

DPP LDII

Jl. Tentara Pelajar No. 28 Patal Senayan 12210 - Jakarta Selatan.
Telepon: 0811-8604544

SEKRETARIAT
sekretariat[at]ldii.or.id
KIRIM BERITA
berita[at]ldii.or.id

BERITA TERKINI

  • Road To Musda, LDII Kabupaten Bandung Gelar FGD Perkuat Moderasi Beragama dan Wawasan Kebangsaan May 1, 2026
  • LDII dan Kemenag Magetan Jalin Silaturahim, Siap Kolaborasi Memperkuat Pembinaan Umat May 1, 2026
  • Tingkatkan Kualitas Dakwah, LDII Kota Jambi Helat Sarasehan Guru Mengaji May 1, 2026

NAVIGASI

  • Home
  • Contact
  • Jadwal Shalat
  • Hitung Zakat
  • Privacy Policy
  • NUANSA PERSADA

KATEGORI

Kirim Berita via Telegram

klik tautan berikut:
https://t.me/ldiibot

  • Home
  • Contact
  • Jadwal Shalat
  • Hitung Zakat
  • Privacy Policy
  • NUANSA PERSADA

© 2020 DPP LDII - Managed by KIM & IT Division.

No Result
View All Result
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2021-2026
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
    • Jadwal Shalat
  • DESAIN GRAFIS
    • Kerja Bakti Nasional 2025 dan 17 Agustus 2025

© 2020 DPP LDII - Managed by KIM & IT Division.