Paser (12/7). DPD LDII Kabupaten Paser memanfaatkan masa libur sekolah untuk memperkuat pembinaan generasi penerus (generus) melalui Pondok Pesantren Libur Sekolah (PPLS) dan Munaqosah. Kegiatan yang berlangsung pada 28–30 Juni 2026 itu diikuti sekitar 150 peserta yang berasal dari berbagai Pimpinan Cabang (PC) dan Pimpinan Anak Cabang (PAC) LDII di Kabupaten Paser, Kalimantan Timur.
Pelaksanaan kegiatan dibagi menjadi dua zona. Zona Paser Selatan dipusatkan di Komplek Masjid Miftahul Huda, Tanah Grogot, sedangkan Zona Batu Sopang berlangsung di Komplek LDII Sungai Terik. Ketua DPD LDII Kabupaten Paser, Sofwan Setyawan, mengatakan PPLS merupakan bagian dari pembinaan berkelanjutan untuk mewujudkan generasi penerus yang memiliki karakter luhur sesuai program pembinaan LDII.
“Kami ingin para generus LDII tidak hanya pandai dalam urusan dunia, tetapi juga mampu mempraktikkan ajaran Islam secara utuh dalam kehidupan mereka kelak. Karena itu, kegiatan seperti ini akan terus kami kembangkan agar relevan dengan perkembangan zaman,” ujarnya.
Menurut Sofwan, pembinaan tersebut diarahkan untuk membentuk generasi yang memiliki tiga kompetensi utama, yakni alim-faqih, berakhlakul karimah, dan mandiri. Ketiga aspek itu diperkuat melalui penanaman 29 karakter luhur yang menjadi pedoman pembinaan sumber daya manusia di lingkungan LDII.
Kegiatan dibuka oleh Dewan Penasihat DPD LDII Kabupaten Paser, Ahmad Ghozali. Ia mengajak seluruh peserta memanfaatkan masa libur sekolah sebagai kesempatan untuk menambah ilmu dan pengalaman yang bermanfaat.
“Momen di mana kita sama-sama berkumpul dalam rangka kebaikan ini harus dimanfaatkan sebaik-baiknya. Banyak sekali hikmah dan ilmu yang bisa dijadikan bekal pengalaman untuk masa depan kalian nanti,” ujarnya.
Selama tiga hari pelaksanaan, peserta mengikuti pembelajaran intensif Al Quran dan Al Hadits yang mencakup bacaan, pemahaman makna, hingga penerapan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari. Untuk mengukur hasil pembelajaran, panitia juga menggelar munaqosah sebagai evaluasi kemampuan peserta dalam membaca, menghafal, dan memahami materi yang telah dipelajari.
Selain pembelajaran di dalam kelas, peserta mengikuti berbagai kegiatan luar ruangan seperti kerja bakti membersihkan lingkungan masjid, jalan santai, sepak bola, dan futsal. Kegiatan tersebut dirancang untuk menumbuhkan kekompakan, kepedulian, semangat gotong royong, serta membiasakan pola hidup sehat.
Ketua Panitia PPLS, Sahlan Maulana, mengatakan kegiatan ini diharapkan dapat membangun kesadaran generasi muda bahwa proses belajar berlangsung sepanjang hayat dan tidak terbatas pada pendidikan formal, “Kami berharap mereka menyadari bahwa belajar tidak hanya di sekolah, tetapi bisa dilakukan di mana saja dan kapan saja. Masa muda harus diisi dengan kegiatan yang bernilai positif agar menjadi bekal menghadapi masa depan,” katanya.
Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Salah seorang peserta dari PC LDII Tanah Grogot, Wildan Abror, mengaku memperoleh banyak manfaat dari pembinaan tersebut, “Sangat bersyukur dengan kegiatan seperti ini. Waktu luang liburan sekolah menjadi lebih bermanfaat. Banyak sekali hikmah yang didapat dan bisa dipraktikkan ke depannya,” ungkap Wildan.
Melalui PPLS dan Munaqosah, DPD LDII Kabupaten Paser berharap pembinaan generasi penerus dapat berlangsung secara berkesinambungan sehingga mampu melahirkan sumber daya manusia yang religius, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan perkembangan zaman.









