Lembaga Dakwah Islam Indonesia
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2021-2026
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
  • DESAIN GRAFIS
    • Munas LDII 2026
    • Nasehat Solat Idul Fitri 2026
    • Idul Fitri 2026
    • Ramadan 2026
    • Rapimnas LDII 2026
  • JADWAL SALAT & IMSAKIYAH
No Result
View All Result
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2021-2026
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
  • DESAIN GRAFIS
    • Munas LDII 2026
    • Nasehat Solat Idul Fitri 2026
    • Idul Fitri 2026
    • Ramadan 2026
    • Rapimnas LDII 2026
  • JADWAL SALAT & IMSAKIYAH
No Result
View All Result
Lembaga Dakwah Islam Indonesia
No Result
View All Result
Home Dari Kami Nasehat

Esai: Corona (2)

2020/09/05
in Nasehat
4
Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsApp

Oleh: Faizunal A. Abdillah
Pemerhati lingkungan – Warga LDII Kabupaten Tangerang

Sembari menikmati masa-masa isolasi dan social distancing measure, hadits yang kami sampaikan sebelumnya, yaitu kisah Umar bin al-Khotthob yang menggagalkan perjalanan ke Syam karena tho’un, insya Allah menjadi bahan pembelajaran yang sempurna. Lengkap dengan intrik dan happy ending-nya. Harapannya bisa bersikap yang tepat dan indah, menyejukkan dalam berbicara dan pas dalam bertindak, ujung-ujungnya menyempurnakan keimanan dan penerimaan takdir dengan benar. Tidak mempertentangkan satu dengan lainnya, tetapi bisa merangkum dalam satu pemahaman yang saling menguatkan. Alangkah indahnya.

Ijtihad Umar untuk menjauh dari wabah tho’un tidaklah tanpa perlawanan. Banyak para sahabat waktu itu, baik dari Muhajir maupun Anshar, yang bersikeras untuk meneruskan perjalanan dengan alasan yang kuat karena dalam sabilillah. Dalam bahasa sekarang yang sering kita dengar misalnya; mati dan hidup itu sudah ada ketentuannya, takut itu hanya pada Allah atau kalau mati surga balasannya, kenapa takut? Ucapan itu tidaklah salah, hanya tidak pada waktu dan tempatnya.  Gambaran Umar tentang lari dari takdir satu ke takdir yang lain pun masih belum bisa diterima. Sampai akhirnya Abdurrahman bin Auf, menyampaikan fatwa indah Rasulullah SAW yang bunyinya, ‘Jika engkau mendengar wabah tha’un di sebuah negeri, janganlah kalian memasukinya. Jika wabah tho’un terjadi di negeri yang engkau tinggali, janganlah engkau meninggalkan negerimu karena lari dari tha’un.‘

Nah, melengkapi hadits Ibnu Abbas ini, rasanya kita perlu menyimak kembali hadits shahih tentang sabda Rasulullah yang menyatakan tidak ada penyakit menular. Karena banyak yang menggunakan hadits ini sebagai negasi; dengan hadits-hadits yang lain. Padahal dalam ajaran sejatinya, hadits ini tidak bertentangan dengan hadits lainnya sedikitpun. Imam Bukhari – Kitab Medis/Obat-obatan, menyajikan dengan lengkap agar bisa difahami dengan sempurna pula. Disajikan satu bidang dan berurutan. Sangat mencerahkan.

حَدَّثَنَا أَبُو الْيَمَانِ، أَخْبَرَنَا شُعَيْبٌ، عَنِ الزُّهْرِيِّ، قَالَ حَدَّثَنِي أَبُو سَلَمَةَ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ، أَنَّ أَبَا هُرَيْرَةَ، قَالَ إِنَّ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم قَالَ ‏”‏ لاَ عَدْوَى ‏”‏‏.‏ قَالَ أَبُو سَلَمَةَ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ سَمِعْتُ أَبَا هُرَيْرَةَ، عَنِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم قَالَ ‏”‏ لاَ تُورِدُوا الْمُمْرِضَ عَلَى الْمُصِحِّ ‏”‏‏.‏ وَعَنِ الزُّهْرِيِّ، قَالَ أَخْبَرَنِي سِنَانُ بْنُ أَبِي سِنَانٍ الدُّؤَلِيُّ، أَنَّ أَبَا هُرَيْرَةَ ـ رضى الله عنه ـ قَالَ إِنَّ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم قَالَ ‏”‏ لاَ عَدْوَى ‏”‏‏.‏ فَقَامَ أَعْرَابِيٌّ فَقَالَ أَرَأَيْتَ الإِبِلَ تَكُونُ فِي الرِّمَالِ أَمْثَالَ الظِّبَاءِ فَيَأْتِيهِ الْبَعِيرُ الأَجْرَبُ فَتَجْرَبُ‏.‏ قَالَ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم ‏”‏ فَمَنْ أَعْدَى الأَوَّلَ ‏”‏‏.‏

Dari Abu Hurairah, dia berkata sesungguhnya Rasulullah SAW bersabda; “Tidak ada Adwa – penyakit menular (menular tanpa izin Allah)”….dari Nabi SAW; “Janganlah kalian mencampur unta yang sakit dengan unta yang sehat.” ….dari Abu Hurairah, dia berkata sesungguhnya Rasulullah SAW bersabda; “Tidak ada Adwa – penyakit menular (menular tanpa izin Allah)”, maka berdiri seorang arab dan berkata;  “Tidakkah kamu melihat bagaimana unta di pasir terlihat seperti rusa, tetapi ketika unta kotor bercampur dengan mereka, mereka semua terinfeksi kudis?”Kemudian Nabi SAW menjawab; “Kalau begitu siapa yang menulari (unta) yang pertama?”

Sengaja saya sisipkan kalimat (menular tanpa izin Allah), untuk memperjelas maksud kata tidak menular. Karena hal ini dipertegas dengan jawaban Nabi SAW kalau memang menular, terus siapa yang menulari unta yang pertama sakit. Jawabnya adalah atas kehendak dan izin Allah. Demikian juga dengan unta yang sakit selanjutnya, tentu terjadi atas kehendak dan izin Allah. Tetapi sebagai ikhtiar, maka jangan mencampur yang sakit dengan yang sehat. Maksudnya agar membantu keyakinan kita terhadap takdir Allah, bahwa kena atau tidak itu kehendak Allah, tidak menyalahkan dan mengatakan (berkata) menular. Beda dengan kalau terus bercampur, berpotensi akan menghilangkan keyakinan akan takdir Allah dan cenderung mengatakan tertular atau menular. 

Mohon maaf, jika penjelasan singkat ini kurang memadai, atau malah membingungkan, karena beberapa keterbatasan. Namun yakinlah, tak ada maksud untuk menyalahkan, menggurui atau meremehkan. Hanya ada maksud baik untuk sama-sama rukun kompak menghadapi situasi ini. Dan terus berdoa semoga cobaan ini cepat berlalu dan kita selamat serta mendapatkan pahala yang berimpah dari situasi apapun yang kita hadapi saat ini.

Nah, sebagai penutup menarik menyimak obrolan anak saya, kakaknya si kecil, beberapa waktu lalu ketika saya ajak makan bebek goreng.  Si Kakak bercerita, ada pengunjung mau makan ke Bebek Selamet, tapi dia kaget setengah mati dan berkata; “Lo kok menunya ayam semua mas, mana bebeknya?” Dengan santai pramusajinya menjawab; “Bebeknya selamet semua Pak!” Semoga Allah paring sehat, selamat dari corona dan barokah buat kita semua. Amin. Ajkh.

Tags: ceritacobaancovid19isolasikeimananldiiLDIIPedulinasehatpandemikpemahamanRasulullahSAWwabah

Comments 4

  1. Heri s says:
    6 years ago

    Alhamdulillah sangat inspiratif dan membuka wawasan

    Reply
  2. Aya says:
    6 years ago

    Alhamdulillahi jazakhu
    mullohu khoiro

    Reply
  3. Re says:
    6 years ago

    Alhamdulillahi jazakhumullohu khoiro, pak..

    Sekarang saya jadi bisa mengerti, maksudnya dari “tidak ada penyakit menular” itu apa..
    Soalnya memang selama ini saya belum mengerti betul (secara logika) kenapa bisa dikatakan tidak ada penyakit yg menular..

    Semoga Allah paring lancar, sehat, dan barokah pak..

    Reply
  4. Gigih R says:
    5 years ago

    Aamiin, Alkhamdulillaah jazakum.

    Reply

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

KOMENTAR TERKINI

  • Surahman on LDII Pasangkayu Latih Generasi Muda Jadi Entrepreneur Kreatif dan Berdaya Saing
  • Surahman on LDII Pasangkayu Latih Generasi Muda Jadi Entrepreneur Kreatif dan Berdaya Saing
  • Supardo on Wamenhaj Kunjungi LDII Tarakan, Ajak Generasi Muda Sehat Fisik dan Intelektual
  • Edy purwanto on LDII Pasangkayu Latih Generasi Muda Jadi Entrepreneur Kreatif dan Berdaya Saing
  • Sigit Budi Nugroho on LDII dan BJB Syariah Jajaki Kolaborasi Ekonomi Umat Berbasis Digital
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Generasi Muda LDII Gunungkidul Gelar Masak Bareng, Latih Kemandirian dan Kreativitas

Generasi Muda LDII Gunungkidul Gelar Masak Bareng, Latih Kemandirian dan Kreativitas

May 25, 2026
SMP Alkarima Boarding School Bantul Melaju ke Final Lomba Cerdas Cermat Museum

SMP Alkarima Boarding School Bantul Melaju ke Final Lomba Cerdas Cermat Museum

May 25, 2026
Jelang Muswil, LDII Sultra Audiensi dengan Wagub Hugua

Jelang Muswil, LDII Sultra Audiensi dengan Wagub Hugua

December 12, 2025
LDII Salatiga Sambut Kepemimpinan Baru Kemenag, Dorong Penguatan Kerukunan dan Pelayanan Publik

LDII Salatiga Sambut Kepemimpinan Baru Kemenag, Dorong Penguatan Kerukunan dan Pelayanan Publik

May 25, 2026
LDII Sulsel dan BSI Matangkan Kolaborasi UMKM Syariah, Siapkan Seminar Ekonomi Umat

LDII Sulsel dan BSI Matangkan Kolaborasi UMKM Syariah, Siapkan Seminar Ekonomi Umat

0
Laode Ahmad Jais Nakhodai LDII NTT, Fokus Konsolidasi dan Penguatan Kontribusi Umat

Laode Ahmad Jais Nakhodai LDII NTT, Fokus Konsolidasi dan Penguatan Kontribusi Umat

0
MUI dan LDII Bontang Tegaskan Jaga Kerukunan di Kota Multikultural

MUI dan LDII Bontang Tegaskan Jaga Kerukunan di Kota Multikultural

0
Mengenal Rukun Haji, Amalan yang Menentukan Sahnya Ibadah

Mengenal Rukun Haji, Amalan yang Menentukan Sahnya Ibadah

0
LDII Sulsel dan BSI Matangkan Kolaborasi UMKM Syariah, Siapkan Seminar Ekonomi Umat

LDII Sulsel dan BSI Matangkan Kolaborasi UMKM Syariah, Siapkan Seminar Ekonomi Umat

May 30, 2026
Laode Ahmad Jais Nakhodai LDII NTT, Fokus Konsolidasi dan Penguatan Kontribusi Umat

Laode Ahmad Jais Nakhodai LDII NTT, Fokus Konsolidasi dan Penguatan Kontribusi Umat

May 30, 2026
MUI dan LDII Bontang Tegaskan Jaga Kerukunan di Kota Multikultural

MUI dan LDII Bontang Tegaskan Jaga Kerukunan di Kota Multikultural

May 29, 2026
Mengenal Rukun Haji, Amalan yang Menentukan Sahnya Ibadah

Mengenal Rukun Haji, Amalan yang Menentukan Sahnya Ibadah

May 28, 2026

DPP LDII

Jl. Tentara Pelajar No. 28 Patal Senayan 12210 - Jakarta Selatan.
Telepon: 0811-8604544

SEKRETARIAT
sekretariat[at]ldii.or.id
KIRIM BERITA
berita[at]ldii.or.id

BERITA TERKINI

  • LDII Sulsel dan BSI Matangkan Kolaborasi UMKM Syariah, Siapkan Seminar Ekonomi Umat May 30, 2026
  • Laode Ahmad Jais Nakhodai LDII NTT, Fokus Konsolidasi dan Penguatan Kontribusi Umat May 30, 2026
  • MUI dan LDII Bontang Tegaskan Jaga Kerukunan di Kota Multikultural May 29, 2026

NAVIGASI

  • Home
  • Contact
  • Jadwal Salat & Imsakiyah
  • Hitung Zakat
  • Privacy Policy
  • NUANSA PERSADA

KATEGORI

Kirim Berita via Telegram

klik tautan berikut:
https://t.me/ldiibot

  • Home
  • Contact
  • Jadwal Salat & Imsakiyah
  • Hitung Zakat
  • Privacy Policy
  • NUANSA PERSADA

© 2020 DPP LDII - Managed by KIM & IT Division.

No Result
View All Result
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2021-2026
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
  • DESAIN GRAFIS
    • Munas LDII 2026
    • Nasehat Solat Idul Fitri 2026
    • Idul Fitri 2026
    • Ramadan 2026
    • Rapimnas LDII 2026
  • JADWAL SALAT & IMSAKIYAH

© 2020 DPP LDII - Managed by KIM & IT Division.