Wonogiri (29/7). Bupati Wonogiri Setyo Sukarno mengajak LDII memperkuat pembinaan generasi muda sebagai upaya mencegah maraknya judi online. Ajakan tersebut disampaikan saat menghadiri Perkemahan Akhir Tahun Cinta Alam Indonesia (Permata CAI) ke-47 yang digelar DPD LDII Kabupaten Wonogiri di Bumi Perkemahan Samaharjo, Wonogiri, Jawa Tengah, pada Jumat (10/7/2026).
Dalam sambutannya, Setyo Sukarno mengungkapkan keprihatinannya terhadap tingginya angka perjudian daring di Kabupaten Wonogiri. Menurutnya, persoalan tersebut membutuhkan perhatian serius dari seluruh elemen masyarakat. “Kami menilai LDII memiliki peran penting dalam membangun karakter generasi muda agar tidak mudah terpengaruh aktivitas yang merugikan,” ungkapnya
Setyo juga mengingatkan perkembangan teknologi harus dimanfaatkan untuk kegiatan yang produktif dan bermanfaat bagi masa depan. “Pemuda harus mampu menggunakan teknologi secara bijak. Jadikan kemajuan teknologi sebagai sarana belajar, berkarya, dan meningkatkan kemampuan diri. Jangan sampai teknologi dimanfaatkan untuk kegiatan yang merusak masa depan,” ujarnya.
Setyo menambahkan Permata CAI menjadi salah satu kegiatan yang mendukung program pemerintah dalam menyiapkan sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045. “Kami melihat materi yang diberikan selama perkemahan mampu membentuk karakter, meningkatkan kecintaan terhadap lingkungan, serta memperkuat kemampuan peserta dalam menghadapi perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi,” tambahnya.
Ia berharap kegiatan pembinaan seperti ini terus dikembangkan secara berkelanjutan. “Kami mengapresiasi LDII yang konsisten membina generasi muda. Pembentukan karakter harus dimulai sejak dini. Kolaborasi pemerintah dan organisasi masyarakat menjadi modal penting untuk menciptakan generasi yang berintegritas dan memiliki kepedulian sosial,” katanya.
Ketua DPD LDII Kabupaten Wonogiri, Sutoyo, menjelaskan Permata CAI merupakan agenda pembinaan tahunan yang dilaksanakan setiap masa liburan sekolah. Tahun ini kegiatan digelar di enam sektor.
“Sektor tersebut meliputi Eromoko, Pracimantoro, Wuryantoro, Baturetno, Purwantoro, Kismantoro, Puhpelem, Slogohimo, Selogiri, Wonogiri, Ngadirojo, Nguntoronadi, Sidoharjo, dan wilayah sekitarnya. Masing-masing sektor diikuti sekitar 200 peserta,” ujarnya.
Menurut Sutoyo, konsep pembinaan dirancang untuk membangun keseimbangan antara penguatan agama, karakter, kepemimpinan, dan kecakapan hidup. Sutoyo mengatakan peserta memperoleh pembekalan mengenai nilai-nilai keislaman, wawasan kebangsaan, ilmu pengetahuan, serta pemanfaatan teknologi secara positif.
“Kami ingin generasi muda memiliki akhlak yang baik, mandiri, disiplin, serta mampu menjadi teladan di tengah masyarakat. Pembinaan tidak berhenti selama kegiatan berlangsung. Ilmu yang diperoleh harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari dan disebarkan kepada generasi lainnya,” ujarnya.








