Lembaga Dakwah Islam Indonesia
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2021-2026
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
    • Jadwal Shalat
  • DESAIN GRAFIS
    • Kerja Bakti Nasional 2025 dan 17 Agustus 2025
No Result
View All Result
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2021-2026
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
    • Jadwal Shalat
  • DESAIN GRAFIS
    • Kerja Bakti Nasional 2025 dan 17 Agustus 2025
No Result
View All Result
Lembaga Dakwah Islam Indonesia
No Result
View All Result
Home Dari Kami Kisah

Bersyukur Karena di Takdir Hidup Miskin

2012/02/21
in Kisah
0
Bersyukur di takdir hidup miskin
Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsApp

Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu;
Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.(QS. Al-Baqarah:216)

Sebut saja namanya Bejo, dia bersukur karena dulu di Takdir oleh Allah pernah Miskin. Bejo hidup dari keluarga yang memiliki keterbatasan ekonomi, saat remaja Bejo sempat berat menerima kenyataan hidup. Saat SMP adalah saat teberat bagi Bejo, karena saat itu Bejo dihadapkan dengan guru-guru Sekolah yang Materialistis. Guru SMP Bejo mengira dia anak anak yang kecukupan, karena dalam biodata Bejo bapaknya adalah seorang Purnawirawan Perwira Menengah dan berprofesi sebagai pengacara.

Kenyataannya sangat sering Bejo tidak bisa berangkat ke sekolah karena tidak punya ongkos untuk naik angkutan umum. Untuk hidup sehari-hari
keluarga mengandalkan dari dapur umum pondok pesantren, yang lauk pauknya ala kadarnya, yaitu kangkung, sambal dan ikan asin. Prestasi sekolah Bejo benar-benar hancur, rangking Bejo dari SMP dan SMA selalu 5 besar, sayangnya dari belakang. 🙂

Bejo mulai bisa bersukur saat sudah berkeluarga, dia seakan disadarkan oleh Allah akan sebuah pilihan yaitu menjadi anak orang kaya atau menjadi anak orang miskin. Bejo di qodar oleh Allah mendapatkan istri dari keluarga kaya yang dermawan. Untuk mengeluarkan Sodaqoh dalam urusan agama sangat ringan dan beliau juga menjadi sponsor para Mubaligh.

Tapi ternyata cobaan Mertua Bejo lebih berat daripada cobaan orang tuanya. Mungkin dari segi dunia Mertua Bejo lebih baik, tapi dari sudut pandang agama mertua Bejo mendapatkan ujian yang sangat berat. Karena sebagian besar putra-putrinya beribadah hanya pada saat-saat menghadapi susahnya hidup. Saat kehidupannya stabil jangankan mau mengaji, sholat pun hanya hari Jumat.

Bagi Mertua Bejo yang ahli ibadah (sholat malam beliau tidak pernah terlewat, dan kalau sholat maupun berdoa benar-benar khusuk) merupakan
cobaan yang sangat berat. Bapak mertuanya sebelum meninggal mengalami stroke yang keempat kalinya, ini semua karena beban pikiran dari anak-anaknya. Segala penyakit hinggap pada ibu mertuanya, dari over weight, gula darah, kolestrol, tulang keropos, berjalan pun tertatih-tatih dengan
kursi, kalo mengingat anak-anaknya beliau hanya bisa menitikkan air mata.

Semoga Allah memberikan hidayah pada saudara-saudar iparnya Bejo, amiiin…

 

Berbeda dengan keluarga Bejo, meskipun orangtuanya memiliki keterbatasan ekonomi tapi anak-anaknya menjadi ulama. Dimana mereka berperan aktif dalam dakwah, dari jumlah anak yang hampir 20 orang ada yang dakwah di Amerika, Singapura dan Australia dan bisa mengharumkan nama orang tuanya.
Bapak Bejo sebetulnya ingin juga bisa membahagiakan anak istrinya, selain aktif dalam urusan dakwah, beliau pun aktif dalam kepengacaraan maupun bisnis. Tapi selalu saja bisnisnya mengalami ke gagalan.

Sampai meninggalnya beliau meninggalkan harta dari 2 orang istri yang jumlahnya tidak lebih dari 5 juta rupiah. Hanya berupa pakaian, buku-buku, lemari dan meja kursi yang sudah usang. Tidak ada uang, tanah, rumah, mobil, motor maupun sepeda yang diwariskan. Mungkin saja kemiskinan merupakan jawaban dari cita-cita Bapaknya, beliau sejak saat muda kalau ditanya cita-citanya, selalu menjawab ingin anak-anaknya menjadi ulama. Alhamdulillah disaat beliau menghadap sang Khalik cita-citanya terkabul. Anaknya yang berjumlah hampir 20 orang hampir semuanya munjadi Mubaligh-mubalighot. Yang tidak
menjadi mubaligh atau mubalighot dipastikan mempunyai pasangan hidup seorang mubaligh atau mubalighot.

Dengan kemiskinan Allah menghindarkan anak-anak beliau terhindar dari fitnah gemerlapnya kehidupan dunia. Sehingga bisa lebih konsentrasi dalam urusan dakwah. Bejo bersukur dengan di takdir oleh Allah hidup sederhana, seandainya saja bapaknya diberikan kesuksesan dunia mungkin saja dia tidak lebih
baik dari saudara-saudara iparnya. Menjadi anak yang manja, hidup hedon dan jauh dari ingat pada Allah.

Hikmah dari kisah nyata ini, seandainya kita sudah berusaha semaksimal mungkin tapi usaha kita selalu gagal atau kita menghadapi cobaan berat yang lainnya janganlah putus asa. Berusahalah untuk mendapatkan yang terbaik dan yakinlah ada hikmah yang luar biasa yang akan kita dapatkan.

dan jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada
berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir”. (QS.
Yusuf:87)

Manusia memiliki banyak keinginan tapi Allah mengetahui apa yang dibutuhkan hambanya.
وَاللَّهُ عَلِيمٌ حَكِيمٌ
Dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.(QS. Al-Mumtahanah:10)

Oleh : H. Agung Anugrahjati, SH

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

KOMENTAR TERKINI

  • MasMT on LDII Adakan Diklat Dakwah Tingkatkan Kompetensi Khotib
  • AG1E on LDII Adakan Diklat Dakwah Tingkatkan Kompetensi Khotib
  • Nanang Naswito on Kunjungi Demplot Padi di Lahan Gambut, Ketua LDII Kalbar Dorong Penambahan Luasan Tanam
  • Nanang Naswito on LDII Berau Gelar Ngaji Khusus Wanita, Ingatkan Pentingnya Meningkatkan Ilmu Agama
  • Fadhil on Sinergi Ormas Islam Menguat, Ketua LDII Bone Masuk Kepengurusan MUI 2025–2030
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Warga LDII Bergabung dalam Kepengurusan MUI Jakarta Pusat

Warga LDII Bergabung dalam Kepengurusan MUI Jakarta Pusat

March 31, 2021
Hari Santri

Peringati HSN, Ketua Ponpes Wali Barokah Ingatkan Peran Santri di Masa Depan

October 23, 2023
Sosialisasi kapolres

Polres Kediri Sosialisasi Berkendara Aman di Ponpes Wali Barokah

February 3, 2019
Kepala PKUB Kemenang Paparkan Moderasi Beragama dalam Muswil VIII LDII Jateng

Kepala PKUB Kemenang Paparkan Moderasi Beragama dalam Muswil VIII LDII Jateng

February 13, 2025
LDII Purwantoro Tingkatkan Koordinasi dengan Pemerintah, Dorong Program Sosial dan Keagamaan

LDII Purwantoro Tingkatkan Koordinasi dengan Pemerintah, Dorong Program Sosial dan Keagamaan

0
Perkuat Literasi Keuangan Syariah, Wali Barokah Hadiri Gathering BSI di Kediri

Perkuat Literasi Keuangan Syariah, Wali Barokah Hadiri Gathering BSI di Kediri

0
Ponpes Wali Barokah Hadiri Peluncuran ‘Ronda Digital’ Kota Kediri Bersama Kabaharkam Polri

Ponpes Wali Barokah Hadiri Peluncuran ‘Ronda Digital’ Kota Kediri Bersama Kabaharkam Polri

0
LDII Klaten Dukung Forsgi, Turnamen Usia Dini Jadi Wadah Pembinaan Karakter

LDII Klaten Dukung Forsgi, Turnamen Usia Dini Jadi Wadah Pembinaan Karakter

0
LDII Purwantoro Tingkatkan Koordinasi dengan Pemerintah, Dorong Program Sosial dan Keagamaan

LDII Purwantoro Tingkatkan Koordinasi dengan Pemerintah, Dorong Program Sosial dan Keagamaan

April 30, 2026
Perkuat Literasi Keuangan Syariah, Wali Barokah Hadiri Gathering BSI di Kediri

Perkuat Literasi Keuangan Syariah, Wali Barokah Hadiri Gathering BSI di Kediri

April 30, 2026
Ponpes Wali Barokah Hadiri Peluncuran ‘Ronda Digital’ Kota Kediri Bersama Kabaharkam Polri

Ponpes Wali Barokah Hadiri Peluncuran ‘Ronda Digital’ Kota Kediri Bersama Kabaharkam Polri

April 30, 2026
LDII Klaten Dukung Forsgi, Turnamen Usia Dini Jadi Wadah Pembinaan Karakter

LDII Klaten Dukung Forsgi, Turnamen Usia Dini Jadi Wadah Pembinaan Karakter

April 30, 2026

DPP LDII

Jl. Tentara Pelajar No. 28 Patal Senayan 12210 - Jakarta Selatan.
Telepon: 0811-8604544

SEKRETARIAT
sekretariat[at]ldii.or.id
KIRIM BERITA
berita[at]ldii.or.id

BERITA TERKINI

  • LDII Purwantoro Tingkatkan Koordinasi dengan Pemerintah, Dorong Program Sosial dan Keagamaan April 30, 2026
  • Perkuat Literasi Keuangan Syariah, Wali Barokah Hadiri Gathering BSI di Kediri April 30, 2026
  • Ponpes Wali Barokah Hadiri Peluncuran ‘Ronda Digital’ Kota Kediri Bersama Kabaharkam Polri April 30, 2026

NAVIGASI

  • Home
  • Contact
  • Jadwal Shalat
  • Hitung Zakat
  • Privacy Policy
  • NUANSA PERSADA

KATEGORI

Kirim Berita via Telegram

klik tautan berikut:
https://t.me/ldiibot

  • Home
  • Contact
  • Jadwal Shalat
  • Hitung Zakat
  • Privacy Policy
  • NUANSA PERSADA

© 2020 DPP LDII - Managed by KIM & IT Division.

No Result
View All Result
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2021-2026
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
    • Jadwal Shalat
  • DESAIN GRAFIS
    • Kerja Bakti Nasional 2025 dan 17 Agustus 2025

© 2020 DPP LDII - Managed by KIM & IT Division.