Bekasi (8/11). DPD LDII Kota Bekasi menyelenggarakan Festival Generasi Unggul (FGU) 3.0 sebagai wadah pembinaan dan pengembangan potensi generasi muda. Festival ini melibatkan peserta lintas usia, mulai dari anak-anak hingga kalangan dewasa.
Kegiatan tersebut digelar pada Minggu (1/11/2026), dan dibuka oleh Ketua DPP LDII, Dwi Pramono. Dalam sambutannya, ia menyoroti perkembangan teknologi dan media sosial yang menjadi tantangan dalam pembinaan generasi muda.
“Media sosial itu ibarat pisau bermata dua. Ketika generus bisa menggunakannya dalam hal positif, misalnya untuk dakwah, tentu akan mendatangkan kebaikan. Sebaliknya, ketika tidak memiliki benteng yang kuat, mereka bisa terkena dampak buruk dari media sosial,” jelasnya.
Menurut Dwi, beragam konten digital, termasuk video pendek, dapat memengaruhi pola pikir dan cara generasi muda memahami suatu persoalan. Karena itu, mereka perlu dibekali kemampuan menyaring informasi dan memanfaatkan media sosial secara positif.
Ia menambahkan, pembinaan generasi muda perlu dilakukan secara berkelanjutan dengan melibatkan berbagai unsur organisasi, mulai dari Penggerak Pembina Generus (PPG) hingga jajaran LDII di tingkat pusat dan daerah.
Dalam pembinaan tersebut, LDII menerapkan konsep Tri Sukses Generus yang mencakup tiga aspek, yaitu berakhlakul karimah, alim faqih, dan mandiri. Ketiganya menjadi bekal bagi generasi muda agar memiliki pemahaman agama, karakter yang baik, serta kemampuan hidup mandiri.
“Tidak cukup hanya materi pengajian dan keagamaan. Sosial dan kemandirian juga harus ditanamkan sehingga mereka kuat menghadapi persaingan di era saat ini,” ungkapnya.
Selain Tri Sukses Generus, Dwi juga menekankan pentingnya penanaman 29 karakter luhur, salah satunya kejujuran. “Ketika orang sudah membiasakan jujur, integritasnya dibangun pada dirinya. Satu kebaikan yang kita kerjakan akan menarik nilai-nilai karakter yang lainnya,” tuturnya.
Sementara itu, Ketua Panitia FGU 3.0, Pandu, menjelaskan bahwa festival tersebut merupakan kelanjutan dari kegiatan serupa yang telah diselenggarakan pada 2017 dan 2024. Melalui FGU 3.0, panitia ingin mendorong pembinaan generasi muda agar memiliki karakter luhur dan tumbuh menjadi generasi yang profesional religius.
“FGU ini bukan hanya menjadi ajang evaluasi atau perlombaan biasa, tetapi bagaimana bisa menjadi ajang kolaborasi antara semuanya. Mulai dari usia PAUD sampai usia istimewa bisa berkolaborasi,” tutup Pandu.











