Lembaga Dakwah Islam Indonesia
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2026-2031
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Pemantauan Hilal
    • Disabilitas
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
  • DESAIN GRAFIS & KHUTBAH
    • HUT Kemerdekaan RI
    • Nasehat Salat Idul Adha 1447 H
    • Idul Adha 2026
    • Munas LDII 2026
    • Nasehat Solat Idul Fitri 2026
    • Idul Fitri 2026
    • Ramadan 2026
    • Rapimnas LDII 2026
  • JADWAL SALAT & IMSAKIYAH
No Result
View All Result
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2026-2031
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Pemantauan Hilal
    • Disabilitas
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
  • DESAIN GRAFIS & KHUTBAH
    • HUT Kemerdekaan RI
    • Nasehat Salat Idul Adha 1447 H
    • Idul Adha 2026
    • Munas LDII 2026
    • Nasehat Solat Idul Fitri 2026
    • Idul Fitri 2026
    • Ramadan 2026
    • Rapimnas LDII 2026
  • JADWAL SALAT & IMSAKIYAH
No Result
View All Result
Lembaga Dakwah Islam Indonesia
No Result
View All Result
Home Nasional

Hari Museum Nasional, Hubungan Kearifan Lokal dan Tantangan Masa Depan

2026/10/13
in Nasional
0
Ilustrasi Foto: Pinterest.

Ilustrasi Foto: Pinterest.

Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsApp

Jakarta (13/10). Hari Museum Nasional 2026 yang diperingati setiap 12 Oktober, mengingatkan museum merupakan wahana untuk merawat ingatan kolektif bangsa mengenai jati dirinya. Sekaligus belajar untuk menghubungkan kearifan lokal dan tantangan masa depan.

Hal itu diungkapkan Pengurus Badan Musyawarah Musea (BARAHMUS) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Atus Syahbudin, sesuai tema tahun ini, ‘Museum Sebagai Kebudayaan Soko Guru Bangsa’.

Atus menambahkan, museum berpotensi merekam sejarah hubungan manusia dan alam, serta upaya pelestarian dan merawat peradaban. “Karena itu, museum perlu semakin adaptif, inklusif, dan relevan bagi generasi muda, termasuk melalui edukasi iklim, teknologi digital, dan kolaborasi lintas komunitas,” kata dia.

Atus yang juga akademisi Ilmu Kehutanan Universitas Gadjah Mada itu memandang, museum penting untuk menjadi simpul gerakan kebudayaan berorientasi pada keberlanjutan. Misalnya praktik konservasi keanekaragaman hayati, penghematan air dan energi, pengurangan sampah, serta ekologi.

“Harapannya, museum membuat masyarakat mengenang apa yang diwariskan leluhur, sekaligus menginspirasi tindakan hari ini agar generasi mendatang tetap memiliki lingkungan yang sehat, lanskap hijau, budaya yang hidup, dan masa depan yang berkelanjutan,” ujarnya.

Sementara itu, Deputi Bidang Pendidikan dan Pelatihan, Asosiasi Museum Indonesia Wilayah DKI Jakarta–Paramita Jaya, Resita Kuntjoro Jakti mengatakan, museum masih menghadapi tantangan dari segi keragaman kompetensi dan sumber daya manusia (SDM) yang siap menghadapi perubahan kebutuhan pengunjung.

“Pengelolaan museum sekarang semakin multidisiplin. Selain membutuhkan pemahaman sejarah dan koleksi, pengelola juga harus mampu komunikasi publik, edukatif, melayani pengunjung, pemanfaatan teknologi, hingga pengembangan pengalaman pameran,” ujar Sita yang juga Pengurus Departemen Pemberdayaan Perempuan dan Kesejahteraan Keluarga (PPKK) DPP LDII itu.

Ia menambahkan, kondisi, sumber daya, dan tantangan setiap museum punya pendekatan berbeda. Sehingga perlu pelatihan adaptif sesuai kebutuhan masing-masing lembaga. Salah satu yang terus didorong adalah penguatan kompetensi praktis bagi para profesional museum, terutama dalam bidang komunikasi, interpretasi koleksi, dan pengembangan edukasi.

“Seorang pemandu museum tidak cukup hanya menghafal informasi tentang koleksi, tapi juga perlu memahami siapa pengunjungnya, cara berkomunikasi, serta cara menghubungkan cerita sejarah dengan kehidupan masyarakat saat ini,” ujarnya.

Misalnya edukator museum, kata Sita, harus mampu merancang kegiatan belajar yang sesuai dengan kelompok usia dan kebutuhan peserta. Anak sekolah dasar punya pendekatan berbeda dengan mahasiswa atau pengunjung dewasa. Selain itu, dalam bidang desain pameran, komunikasi visual, pengelolaan media sosial, dan pemanfaatan teknologi digital juga semakin relevan untuk dikembangkan.

”Di AMIDA DKI Jakarta–Paramita Jaya, kami berupaya mendorong pendidikan dan pelatihan yang bermanfaat bagi berbagai profesi di lingkungan permuseuman. Tidak hanya bagi kurator atau pemandu, tetapi juga tenaga edukasi, pengelola pameran, desainer, humas, hingga mereka yang menangani teknologi dan komunikasi digital,” tuturnya.

Sita berharap pelatihan tersebut mempertemukan para profesional museum dengan akademisi, praktisi desain, pendidik, dan komunitas. Ia mengingatkan, momentum Hari Museum juga sebaiknya menjadi kesempatan refleksi diri semua pihak.

“Misalnya apakah museum sudah cukup ramah anak-anak, remaja, penyandang disabilitas, dan semua lapisan masyarakat? Apakah informasi mudah dipahami? Hingga refleksi dari dampak kunjungan ke museum itu sendiri,” tuturnya.

Ia melanjutkan, hal yang paling mendasar terkait museum yakni menjadi ruang pendidikan masyarakat. Senada dengan Atus, museum bukan hanya tempat menyimpan koleksi atau menyampaikan informasi sejarah, tetapi juga tempat masyarakat memperoleh pengalaman, pengetahuan, dan pemahaman baru.

Untuk menjangkau generasi muda saat ini, kata Sita, pendekatan diupayakan lewat media visual, teknologi digital, dan komunikasi interaktif, tidak selalu satu arah. “Misalnya mengembangkan storytelling, permainan edukatif, kegiatan kreatif, media interaktif, atau pengalaman digital yang mengajak pengunjung berpikir dan bereksplorasi,” papar Sita.

Sita menjelaskan, teknologi sebagai sarana edukasi dibarengi dengan kualitas pengetahuan, ketepatan narasi sejarah, akan menjadikan pengalaman belajar pengunjung meningkat.

“Museum yang baik mampu pengunjung terhibur, juga membantu mereka memahami makna dari apa yang dilihatnya. Kadang perubahan sederhana menyambut pengunjung, bercerita, sudah berdampak positif, bagi pengunjung maupun museum itu sendiri,” ujarnya.

Museum juga berperan penting membangun wawasan kebangsaan dan belajar keragaman budaya. Menurut Sita, hal itu sejalan dengan salah satu dari delapan bidang pengabdian LDII, yaitu kebangsaan, serta komitmen LDII dalam membentuk sumber daya manusia yang profesional religius.

“Nilai-nilai tersebut sangat relevan dalam kehidupan profesional, termasuk dunia permuseuman. Seorang pengelola museum harus jujur dalam menyampaikan informasi sejarah, amanah dalam menjaga warisan budaya, bekerja sungguh-sungguh dalam memberikan pelayanan, serta mampu bekerja sama dengan berbagai pihak,” kata dia.

Ia menambahkan, hubungan museum dengan pendidikan karakter dan wawasan kebangsaan mengajak masyarakat mengambil nilai-nilai positif dari sejarah tersebut untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Ia juga berharap generasi muda datang ke museum bukan sekadar tugas dari sekolah atau mencari tempat berfoto, tetapi karena memiliki rasa ingin tahu terhadap sejarah dan kebudayaan bangsanya sendiri.

Tags: DPP LDIIHari Museum NasionalKearifan Lokal

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

KOMENTAR TERKINI

  • Harfan Suyoko on LDII Bener Meriah Silaturahim dengan Wakil Bupati Bahas Pemberdayaan Umat
  • Fauzi Achmadi on Buka Musda VI LDII Kota Metro, Wali Kota Penguatan Ormas dalam Pembangunan
  • Supardo on Buka Musda VI LDII Kota Metro, Wali Kota Penguatan Ormas dalam Pembangunan
  • Supardo on LDII Hadiri Rapat Kerja Daerah MUI Jakarta Pusat Dorong Perkuat Nilai Moderasi Agama
  • Muhamad Ipa Slamet on Ketua DPP LDII: TNI Dan Ormas Harus Saling Memperkuat Jaga Kedaulatan
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Nasehat untuk Orang Tua

Nasehat untuk Orang Tua

March 14, 2026
PBNU dan OPOP Jember Silaturahim ke Ponpes Gadingmangu

PBNU dan OPOP Jember Silaturahim ke Ponpes Gadingmangu

April 24, 2026
LDII Depok Bagikan Sembako Ramadan, Pererat Silaturahmi dengan Warga Cilodong

LDII Depok Bagikan Sembako Ramadan, Pererat Silaturahmi dengan Warga Cilodong

March 17, 2026
MUI Pondok Gede Gelar Safari Ramadan di Masjid Baitul A’laa LDII

MUI Pondok Gede Gelar Safari Ramadan di Masjid Baitul A’laa LDII

March 17, 2026
Buka Musda VI LDII Kota Metro, Wali Kota Penguatan Ormas dalam Pembangunan

Buka Musda VI LDII Kota Metro, Wali Kota Penguatan Ormas dalam Pembangunan

2
LDII Hadiri Rapat Kerja Daerah MUI Jakarta Pusat Dorong Perkuat Nilai Moderasi Agama

LDII Hadiri Rapat Kerja Daerah MUI Jakarta Pusat Dorong Perkuat Nilai Moderasi Agama

1
LDII Bener Meriah Silaturahim dengan Wakil Bupati Bahas Pemberdayaan Umat

LDII Bener Meriah Silaturahim dengan Wakil Bupati Bahas Pemberdayaan Umat

1
Silaturahim dengan Ditintelkam, LDII Sulsel Dukung Perkuat Kolaborasi

Silaturahim dengan Ditintelkam, LDII Sulsel Dukung Perkuat Kolaborasi

0
Silaturahim dengan Ditintelkam, LDII Sulsel Dukung Perkuat Kolaborasi

Silaturahim dengan Ditintelkam, LDII Sulsel Dukung Perkuat Kolaborasi

October 13, 2026
LDII Sumbawa Barat Lanjutkan Sinergi Penyuluhan Hukum dengan Kajari Baru

LDII Sumbawa Barat Lanjutkan Sinergi Penyuluhan Hukum dengan Kajari Baru

October 13, 2026
LDII dan MUI Luwu Timur Perkuat Sinergi Pembinaan Umat

LDII dan MUI Luwu Timur Perkuat Sinergi Pembinaan Umat

October 13, 2026
Hari Museum Nasional, Hubungan Kearifan Lokal dan Tantangan Masa Depan

Hari Museum Nasional, Hubungan Kearifan Lokal dan Tantangan Masa Depan

October 13, 2026

DPP LDII

Jl. Tentara Pelajar No. 28 Patal Senayan 12210 - Jakarta Selatan.
Telepon: 0811-8604544

SEKRETARIAT
sekretariat[at]ldii.or.id
KIRIM BERITA
berita[at]ldii.or.id

BERITA TERKINI

  • Silaturahim dengan Ditintelkam, LDII Sulsel Dukung Perkuat Kolaborasi October 13, 2026
  • LDII Sumbawa Barat Lanjutkan Sinergi Penyuluhan Hukum dengan Kajari Baru October 13, 2026
  • LDII dan MUI Luwu Timur Perkuat Sinergi Pembinaan Umat October 13, 2026

NAVIGASI

  • Home
  • Contact
  • Jadwal Salat & Imsakiyah
  • Hitung Zakat
  • Privacy Policy
  • NUANSA PERSADA

TELEGRAM

Untuk mengirim berita dari daerah Anda, silakan install aplikasi TELEGRAM lalu klik tautan berikut:

https://t.me/ldiibot

  • Home
  • Contact
  • Jadwal Salat & Imsakiyah
  • Hitung Zakat
  • Privacy Policy
  • NUANSA PERSADA

© 2020 DPP LDII - Managed by KIM & IT Division.

No Result
View All Result
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2026-2031
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Pemantauan Hilal
    • Disabilitas
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
  • DESAIN GRAFIS & KHUTBAH
    • HUT Kemerdekaan RI
    • Nasehat Salat Idul Adha 1447 H
    • Idul Adha 2026
    • Munas LDII 2026
    • Nasehat Solat Idul Fitri 2026
    • Idul Fitri 2026
    • Ramadan 2026
    • Rapimnas LDII 2026
  • JADWAL SALAT & IMSAKIYAH

© 2020 DPP LDII - Managed by KIM & IT Division.