Metro (5/10). Wali Kota Metro Bambang Iman Santoso secara resmi membuka pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) VI LDII Kota Metro. Ajang strategis LDII ini diarahkan untuk memperkuat sinergi dan mendorong peran aktif warganya dalam mengawal pembangunan daerah yang berkelanjutan.
Wali Kota Metro Bambang Iman Santoso menegaskan, Musda menjadi wadah penting dalam mengevaluasi program kerja sekaligus merumuskan arah kebijakan organisasi ke depan. “Melalui kepengurusan dan program kerja yang baru, LDII diharapkan semakin mampu menghadirkan kontribusi nyata dalam mendukung pembangunan Kota Metro yang religius, harmonis, berkarakter, dan berkelanjutan,” ujarnya, pada Minggu (13/9/2026).
Ia mengatakan, pelaksanaan musyawarah ini turut dihadiri oleh jajaran pengurus DPW LDII Provinsi Lampung, pengurus daerah, serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Kehadiran berbagai pemangku kepentingan ini mencerminkan kuatnya komitmen bersama dalam menjaga stabilitas sosial dan keharmonisan antarumat beragama di Bumi Sai Wawai.
“Saya berharap hasil dari Musda VI LDII ini mampu melahirkan program-program inovatif yang selaras dengan visi pembangunan Kota Metro dan kolaborasi erat antara umara dan ulama diyakini mampu mewujudkan masyarakat Kota Metro yang semakin religius, rukun, cerdas, dan berdaya saing tinggi,” harap Iman.
Ia menegaskan bahwa pembangunan daerah tidak dapat dilaksanakan oleh pemerintah secara sendiri, melainkan membutuhkan kolaborasi dan partisipasi seluruh elemen masyarakat termasuk organisasi kemasyarakatan dan organisasi keagamaan.
“Pemerintah Kota Metro menyadari bahwa pembangunan daerah tidak dapat dilakukan oleh pemerintah sendiri. Kita membutuhkan peran serta seluruh elemen masyarakat, termasuk organisasi kemasyarakatan dan keagamaan,” kata Bambang.
Kegiatan tersebut dihadiri Forkopimda Kota Metro, pejabat Kantor Kementerian Agama Kota Metro, Ketua MUI Kota Metro, Ketua FKUB Kota Metro, Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Metro, pimpinan pondok pesantren, alim ulama, tokoh agama, organisasi kemasyarakatan, komunitas, serta tamu undangan lainnya.

Sementara itu Wakil Ketua DPW LDII Provinsi Lampung M. Aditya menegaskan bahwa LDII tidak hanya berfokus pada kegiatan internal organisasi dan dakwah, tetapi juga menempatkan semangat kebangsaan sebagai bagian penting dalam menjalankan perannya sebagai organisasi kemasyarakatan.
“LDII memiliki kepedulian terhadap kondisi bangsa dan berkomitmen mengambil peran dalam berbagai agenda pembangunan yang dapat disinergikan bersama pemerintah. Kami siap menjadi mitra strategis Pemerintah Kota Metro dalam melaksanakan program yang dapat dikerjakan secara bersama-sama,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya memastikan setiap program organisasi tidak berhenti pada pelaksanaan kegiatan, tetapi memberikan kontribusi yang dapat dirasakan masyarakat. Hal tersebut sejalan dengan semangat LDII melalui tiga kata kunci yakni kerja, komunikasi, dan kontribusi.
Pada kesempatan itu, Kepala Subbagian Tata Usaha Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Metro, Kasimun mengajak warga LDII untuk memperkuat program moderasi beragama. Hal itu diungkapkan saat Musyawarah Daerah (Musda) VI LDII Kota Metro, di aula Pemkot Metro, Lampung, pada Sabtu (12/9/2026).
“Mari perkuat kerukunan umat, dan tingkatkan kolaborasi antarormas keagamaan. Hal ini penting untuk merawat kerukunan dan mengawal implementasi moderasi beragama di tengah masyarakat yang majemuk,” ujar Kasimun.
Kasimun menambahkan, ormas keagamaan tidak hanya berfungsi sebagai wadah pembinaan internal umat, “Tetapi juga menjadi media untuk merawat toleransi, mencegah radikalisme, dan memperkuat wawasan kebangsaan. Seluruh elemen masyarakat di Kota Metro dapat terus hidup berdampingan. Secara damai dan toleran, dalam bingkai NKRI,” pungkasnya.











