Kediri (9/9). Pondok Pesantren (Ponpes) Wali Barokah menghadiri acara Semarak Ekonomi Syariah Wilayah Mataraman (SYIAR) 2026 yang digelar di Balai Kota Kediri, Jawa Timur. Kegiatan yang dihelat pada Jumat (4/9/2026) tersebut bertema, “Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi dan Keuangan Syariah di Wilayah Mataraman melalui Sinergi dan Transformasi Digital”.
Kegiatan tersebut merupakan sinergi antara Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kediri dengan Pemerintah Kota Kediri, sebagai bentuk komitmen dalam mendukung pengembangan ekonomi dan keuangan Syariah di wilayah Mataraman.
Wali Kota Kediri, Vinanda Prameswati yang membuka kegiatan tersebut memberikan apresiasi kepada Bank Indonesia Kediri yang terus mendampingi dan mengawal perekonomian di Kediri, salah satunya melalui pengembangan ekonomi dan keuangan syariah di Kota Kediri.
“Pengembangan ekonomi syariah tidak sebatas berkaitan dengan sektor keuangan. Ekonomi syariah juga menyentuh pertumbuhan usaha masyarakat, peningkatan kualitas produk lokal, pemberdayaan pesantren, hingga perluasan akses pembiayaan yang aman dan inklusif,” ujar Vinanda.
Ia menegaskan Pemkot Kediri terus berkolaborasi dengan Kantor Perwakilan wilayah Bank Indonesia (KPwBI) Kediri serta berbagai instansi untuk membantu pelaku usaha mendapatkan sertifikasi halal.
“Alhamdulillah, antusiasme para pelaku usaha di Kota Kediri sangat baik. Berdasarkan data Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) per tanggal 2 September 2026, ada 26.705 produk Kota Kediri yang telah mengantongi sertifikat halal,” ujarnya.
Menurutnya, Ini menunjukkan ekosistem halal di Kota Kediri terus bergerak. Ada ribuan pelaku usaha yang terus berbenah meningkatkan kualitas produk dan berusaha memberikan jaminan kepada konsumen.
Pada kesempatan itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kediri, Yayat Cadarajat menyampaikan bahwa pengembangan ekonomi dan keuangan syariah memiliki potensi besar untuk menjadi salah satu sumber pertumbuhan ekonomi baru di wilayah Mataraman.
Hal tersebut didukung oleh keberadaan pelaku UMKM, pesantren, lembaga keuangan syariah, komunitas, serta berbagai potensi industri halal yang dapat dikembangkan secara terintegrasi.
Yayat menerangkan SYIAR 2026 menghadirkan beragam kegiatan yang dapat diikuti masyarakat selama tiga hari pelaksanaan. Pameran menampilkan 50 produk UMKM unggulan dari 13 kabupaten/kota di wilayah Mataraman, baik produk makanan maupun modest fashion.
Dalam kegiatan tersebut, masyarakat dapat menikmati 40 produk kuliner dan kopi yang telah tersertifikasi halal, termasuk produk yang dihasilkan oleh pelaku usaha dari pondok pesantren. Berbagai kompetisi juga turut memeriahkan SYIAR 2026, mulai dari kompetisi dakwah, cerdas cermat bagi pelajar SMA, hingga kompetisi memasak, “Masyarakat juga dapat mengikuti kegiatan edukatif seperti Talkshow, demo masak, serta pengajian bersama Habib Ja’far Al Hadar,” jelasnya.

Sekretaris Ponpes Wali Barokah, Daud Soleh mengatakan pihaknya mendukung langkah sinergi antara Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kediri dengan Pemerintah Kota Kediri dalam event SYIAR 2026.
Ia menjelaskan penguatan pengembangan ekonomi syariah tidak dapat dilakukan secara sendiri. Melainkan membutuhkan sinergi yang kuat antara regulator, akademisi, pelaku usaha, komunitas, lembaga pendidikan dan seluruh pemangku kepentingan.
“Kami berharap dukungan kepada UMKM dan pelaku usaha syariah khususnya di komunitas pondok pesantren terus diperkuat, agar mampu menjadi penggerak utama ekonomi syariah yang inklusif dan berkelanjutan,” ujar Daud.
Daud berharap penyelenggaraan SYIAR 2026 menjadi ikhtiar dan langkah yang lebih besar untuk menjadikan wilayah Mataraman sebagai motor penggerak ekonomi dan keuangan syariah nasional.











