Cianjur (30/7). DPD LDII Kabupaten Cianjur menggelar Musyawarah Daerah (Musda) VII. Perhelatan yang digelar di Gedung Balai Praja Pendopo Cianjur, Jawa Barat pada Sabtu (25/7/2026) itu, bertema “Penguatan Kontribusi LDII untuk Cianjur Berjaya Menuju Jawa Barat Istimewa”.
Wakil Bupati Cianjur, Ramzi Geys Thebe membuka musda tersebut. Dalam sambutannya, Wakil Bupati Cianjur yang akrab disapa Kang Ramzi mengapresiasi kiprah LDII di Kabupaten Cianjur. Menurutnya, LDII tidak hanya fokus pada pembinaan keimanan dan ketakwaan, tetapi juga aktif berkontribusi dalam pembangunan bangsa.
“Ternyata LDII sudah melakukan pergeseran yang sangat luar biasa. Bukan hanya memperbaiki tentang keimanan dan ketakwaan, tapi komitmen untuk memberikan kontribusi untuk negeri itu sangat luar biasa,” ujar Ramzi.
Ia juga mengapresiasi kerukunan dan toleransi yang terus dijaga oleh organisasi kemasyarakatan keagamaan di Kabupaten Cianjur, termasuk LDII.
Ketua DPD LDII Kabupaten Cianjur, Ade Suherlan, menjelaskan bahwa Musda VII menjadi momentum evaluasi, konsolidasi, sekaligus penyusunan arah program organisasi untuk lima tahun ke depan.
Menurutnya, LDII Cianjur terus berkomitmen menjalankan Delapan Bidang Pengabdian LDII untuk Bangsa dengan fokus pada pembangunan sumber daya manusia yang religius, berkarakter luhur, dan memiliki wawasan kebangsaan.
“Tema ini bukan hanya slogan, tetapi komitmen kami bahwa LDII hadir untuk memberikan kontribusi nyata di tengah masyarakat membangun Cianjur yang religius, rukun, dan berkarakter luhur,” tegas Ade.
Ia menyampaikan sejumlah program yang telah dijalankan LDII Cianjur, di antaranya sekolah kebangsaan virtual, pembinaan generasi muda melalui Sako Sekawan Persada Nusantara (SPN), serta kegiatan bakti sosial kesehatan.
Ketua DPW LDII Jawa Barat, Dicky Harun, menekankan pentingnya sinergi antara program kerja LDII dengan program pemerintah daerah. Ia berharap Musda VII LDII Cianjur dapat menghasilkan program yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
“Program kerja harus terkait dengan program pemerintahan. LDII tidak bekerja sendiri, tapi kerjanya bisa dinikmati oleh masyarakat Kabupaten Cianjur,” kata Dicky.
Ia menambahkan, LDII mengedepankan prinsip musyawarah mufakat dan kolektif kolegial dalam menentukan kepemimpinan organisasi.
Musda VII LDII Cianjur diikuti sekitar 120 peserta yang terdiri dari pengurus Pimpinan Cabang (PC) dan Pimpinan Anak Cabang (PAC) LDII se-Kabupaten Cianjur. Selain mengevaluasi kinerja periode 2021–2026, forum tersebut juga membahas penyusunan program kerja baru serta memilih Ketua DPD LDII Kabupaten Cianjur masa bakti 2026–2031.
Kegiatan pembukaan turut dihadiri jajaran Forkopimda Cianjur, perwakilan MUI, pimpinan organisasi keagamaan seperti NU dan Muhammadiyah, serta tokoh masyarakat. Dukungan Pemerintah Kabupaten Cianjur yang menyediakan tempat pelaksanaan di Pendopo Cianjur menjadi bentuk sinergi antara pemerintah dan organisasi kemasyarakatan dalam membangun daerah.








