Sumedang (12/7). Ketua DPP LDII Akmaludin Akbar menegaskan pentingnya keseimbangan antara prestasi akademik dan pembentukan karakter dalam penyelenggaraan pendidikan di sekolah binaan LDII. Hal tersebut disampaikan pada Pertemuan Akbar (Perak) 2026 yang digelar DPW LDII Jawa Barat di Graha Aulia Jatinangor, Sumedang, Rabu (8/7/2026).
Akmaludin menjelaskan, LDII tidak mengelola sekolah secara langsung, tetapi bermitra dengan berbagai yayasan pendidikan. Dalam kemitraan tersebut, LDII menghadirkan program pembinaan 29 Karakter Luhur sebagai bagian dari konsep pendidikan Profesional Religius.
“Kita punya program unggulan yang disebut profesional religius. Yang kedua adalah program 29 karakter luhur yang menjadi nilai tambah bagi sekolah-sekolah binaan,” ujarnya.
Menurut Akmaludin, sekolah perlu memiliki keunggulan yang jelas di tengah persaingan dunia pendidikan. Keunggulan tersebut tidak hanya ditunjukkan melalui fasilitas, tetapi juga melalui kualitas lulusan yang dihasilkan.
“Orang tua melihat masa depan anaknya. Yang mereka harapkan bukan hanya fasilitas, tetapi hasil yang diperoleh setelah anak menyelesaikan pendidikan,” katanya.
Ia menambahkan, sejumlah sekolah binaan LDII telah menunjukkan capaian yang baik, baik dari sisi prestasi akademik maupun tata kelola sekolah. Selain prestasi akademik, ia menilai pembentukan karakter dan mental siswa menjadi aspek yang tidak kalah penting.
Menurutnya, sekolah harus mampu menciptakan lingkungan belajar yang aman melalui keteladanan guru dan kepala sekolah serta memperkuat kolaborasi dengan orang tua melalui berbagai program parenting.
Pada kesempatan yang sama, Anggota Biro Pendidikan Umum dan Pelatihan (PUP) DPW LDII Jawa Barat, Muchsin Sutedja, menyampaikan materi mengenai manajemen keunggulan dan kepemimpinan adaptif bagi para kepala sekolah.
Muchsin mengatakan, kepala sekolah dituntut mampu beradaptasi dengan perubahan dan terus mendorong inovasi dalam pengelolaan sekolah. “Kepala sekolah yang hebat tidak boleh takut mencoba hal baru. Setiap perubahan harus dilihat sebagai kesempatan untuk maju,” ujarnya.

Ia menyampaikan empat hal yang perlu menjadi perhatian kepala sekolah, yaitu mendorong inovasi, membuka ruang komunikasi dengan guru, siswa, dan orang tua, meningkatkan kompetensi guru melalui pelatihan, serta berani mengambil keputusan untuk kemajuan sekolah.
Selain itu, Muchsin juga memperkenalkan konsep best practice, yaitu penerapan metode pengelolaan sekolah yang efektif, efisien, inovatif, dan dapat direplikasi oleh sekolah lain.
Melalui Perak 2026, DPW LDII Jawa Barat berharap penguatan karakter peserta didik, peningkatan kompetensi guru, dan tata kelola sekolah dapat berjalan seiring sehingga mampu meningkatkan mutu pendidikan di sekolah-sekolah binaan LDII.









