Ketapang (4/7). DPD LDII Kabupaten Ketapang melalui Kelompok Kerja Penggerak Pembina Generus (Pokja PPG) menggelar talkshow mengenai generasi muda memilih pasangan hidup. Acara bertajuk “Memilih Pasangan Antara Kriteria Sunnah dan Realita” itu digelar di Aula Sekretariat LDII Ketapang, pada Minggu (21/6/2026).
Dalam acara tersebut, para pemuda diberikan pemahaman mengenai pentingnya memilih pasangan hidup berdasarkan nilai-nilai agama. Sekaligus mempertimbangkan realitas kehidupan modern.
Ketua DPD LDII Ketapang, Tunggono mengatakan, edukasi mengenai pernikahan perlu diberikan sejak dini agar generasi muda memiliki bekal pengetahuan yang cukup sebelum memasuki jenjang rumah tangga.
“Acara ini merupakan upaya memberikan edukasi tentang cara memilih pasangan sesuai tuntutan agama dengan tetap melihat realita kehidupan yang terus berkembang seiring kemajuan zaman,” kata Tunggono.
Menurut dia, membangun rumah tangga tidak hanya membutuhkan perasaan cinta, tetapi juga kesiapan mental dan tanggung jawab yang matang. Karena itu, pembekalan mengenai kehidupan pernikahan dinilai penting bagi generasi muda yang berencana menikah.
“Pernikahan bukan sekadar menyatukan dua individu, tetapi juga membutuhkan kesiapan mental dan pemahaman yang baik agar mampu menjalani kehidupan rumah tangga dengan bijak,” ujarnya.
Dalam talkshow tersebut, Sekretaris DPD LDII Ketapang, Hajisin yang menjadi salah satu narasumber juga menekankan bahwa pemilihan pasangan perlu didasarkan pada pertimbangan yang lebih luas daripada sekadar perasaan.
Hajisin mengingatkan, faktor kualitas agama, akhlak, serta kesamaan visi hidup merupakan faktor penting untuk membangun keluarga yang harmonis dan berkelanjutan. “Cinta memang penting dalam sebuah hubungan, tetapi tidak cukup menjadi satu-satunya landasan. Kualitas agama, akhlak, dan kesamaan visi hidup menjadi faktor penting untuk membangun keluarga yang harmonis dan langgeng,” kata Hajisin.
Senada dengan Hajisin, Bagian Pemberdayaan Perempuan dan Kesejahteraan Keluarga (PPKK) LDII Ketapang Susiati mengatakan, keseimbangan antara pemahaman nilai-nilai sunnah dan kemampuan menghadapi realitas kehidupan menjadi modal penting dalam membangun keluarga.
Ia berharap generasi muda dapat menentukan pilihan pasangan secara tepat sehingga mampu mewujudkan keluarga yang sakinah, mawaddah, dan rahmah.
Selain pemaparan materi, peserta juga berdiskusi mengenai berbagai persoalan yang dihadapi generasi muda saat ini, mulai dari pencarian jodoh di era digital, menjaga pergaulan sesuai syariat, hingga persiapan menuju pernikahan.









