Pontianak (2/7). DPW LDII Kalimantan Barat menyosialisasikan pelaksanaan Musyawarah Wilayah (Muswil) VIII yang dijadwalkan berlangsung pada September 2026 kepada para pengurus DPD kabupaten/kota, PC kecamatan, dan PAC kelurahan/desa. Sosialisasi tersebut sekaligus untuk menjaring berbagai usulan program dari jajaran pengurus di daerah.
Ketua DPW LDII Kalimantan Barat, Susanto, mengatakan Muswil merupakan forum tertinggi organisasi di tingkat wilayah, yang menjadi ruang bagi seluruh warga LDII untuk menentukan arah kebijakan organisasi ke depan, “Hari ini kami bergerak memperkuat konsolidasi organisasi melalui sosialisasi rencana Muswil. Forum ini merupakan wadah kedaulatan bagi seluruh warga LDII di Kalimantan Barat,” kata Susanto, pada Minggu, (21/6/2026)
Menurutnya, kegiatan sosialisasi untuk memperkenalkan agenda Muswil, sekaligus membuka ruang bagi pengurus daerah untuk menyampaikan aspirasi dan masukan, terkait berbagai persoalan sosial kemasyarakatan yang berkembang di Kalimantan Barat.
Ia menilai hasil penjaringan tersebut dapat menjadi bahan pertimbangan dalam penyusunan program kontribusi LDII pada masa mendatang. Berbagai isu yang mencuat di tingkat daerah, kata dia, perlu diterjemahkan menjadi program yang relevan dan berdampak bagi masyarakat.
Susanto menegaskan Muswil VIII diharapkan menjadi momentum strategis untuk memperkuat peran LDII dalam mendukung pembangunan daerah secara berkelanjutan. Menurutnya, penyelesaian berbagai persoalan sosial tidak dapat sepenuhnya dibebankan kepada pemerintah, namun juga memerlukan keterlibatan berbagai elemen masyarakat, termasuk organisasi kemasyarakatan, “LDII harus terus memperkuat kontribusi melalui sinergi dengan berbagai pihak agar dapat menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat,” ujarnya.
Susanto menambahkan, Muswil bukan sekadar agenda rutin lima tahunan, melainkan forum untuk merumuskan arah gerak organisasi agar semakin adaptif, profesional, dan responsif terhadap perkembangan zaman.
Selama ini, lanjut Susanto, LDII Kalimantan Barat telah mengembangkan berbagai program di bidang pembinaan generasi muda, penguatan ketahanan keluarga, ekonomi syariah, pelestarian lingkungan, hingga penguatan wawasan kebangsaan.
Dalam forum sosialisasi tersebut, sejumlah usulan yang mengemuka antara lain peningkatan kapasitas sumber daya manusia, pemberdayaan ekonomi masyarakat, transformasi digital organisasi, serta penguatan kolaborasi dengan pemerintah dan berbagai elemen masyarakat.
“Muswil harus menjadi momentum untuk meneguhkan komitmen pengabdian serta memperbesar manfaat bagi masyarakat, bangsa, dan negara,” kata Susanto. (Ril)








