Makassar (17/6). DPD LDII Kota Makassar menghelat Seminar Kesehatan Mental dan Hypnoterapi untuk menjaga kesehatan mental di tengah perubahan zaman yang semakin cepat. Acara berlangsung di Masjid Nurul Huda, Makassar, pada 23-24 Mei 2026.
Ketua DPD LDII Kota Makassar, Muamar Asykur, mengatakan seminar menghadirkan praktisi dan trainer hypnotherapy, Bondan Ricky Romadhon. Kegiatan yang diikuti pelajar, mahasiswa, pekerja, orang tua hingga lansia ini dirancang dalam dua sesi berbeda.
“Hari pertama diperuntukkan bagi para orang tua dan tenaga pendidik melalui materi hypnoparenting, sedangkan hari kedua dikhususkan untuk generasi muda dengan tema pemberdayaan diri melalui kesehatan mental dan hypnotherapy,” jelasnya.
Muamar mengungkapkan, antusiasme peserta terlihat sejak awal hingga akhir kegiatan. Tidak hanya mendapatkan materi, peserta juga mengikuti sesi hypnotherapy yang memberikan pengalaman refleksi diri secara langsung.
Suasana seminar berlangsung hangat sekaligus emosional. Banyak peserta tampak larut dalam proses perenungan saat diajak mengenali dan melepaskan beban pikiran yang selama ini dipendam.
“Momen tersebut menjadi pengingat bahwa setiap orang memiliki perjuangan masing-masing yang sering kali tidak terlihat oleh orang lain,” ungkapnya.
Muamar menilai, menjadi orang tua saat ini tidak cukup hanya memahami kebutuhan anak secara kasat mata, tetapi juga perlu memiliki kepekaan untuk memahami kondisi emosional mereka. Karena itu, kesehatan mental dan ketenangan jiwa menjadi bekal penting agar orang tua mampu mendampingi serta mempersiapkan generasi penerus yang lebih baik.
“Kita perlu menjadi orang tua yang lebih adaptif. Untuk memahami anak-anak di era sekarang, dibutuhkan hati yang tenang, mental yang sehat, dan kemampuan untuk merasakan apa yang sedang mereka hadapi,” ujarnya.
Sementara itu, pemateri Bondan Ricky menekankan bahwa kesehatan mental berawal dari diri sendiri, khususnya dari lingkungan keluarga. Ia menyampaikan bahwa ketenangan dan kebahagiaan orang tua akan sangat memengaruhi tumbuh kembang anak.
“Orang tua yang tenang akan lebih mudah menenangkan anak-anaknya. Begitu pula orang tua yang bahagia akan lebih mampu menghadirkan kebahagiaan bagi anak-anaknya,” jelas Bondan dalam paparannya.
Bagi para generasi muda, seminar ini juga menghadirkan kesan mendalam. Jiwa Kaamilah mengungkapkan bahwa kegiatan tersebut berhasil mematahkan stigma negatif yang selama ini melekat pada istilah hipnotis.








