Mempawah (10/6). Kepala Dinas Perhubungan dan Lingkungan Hidup (Dishub LH) Kabupaten Mempawah, Raja Fajar Azansyah mengapresiasi Gerakan Madrasah Cinta Lingkungan (Gema Cling) di Madrasah Tsanawiyah (MTs) Khairul Hikmah, Desa Pasir, Mempawah.
Pernyataan itu disampaikan saat memberi pengarahan pada acara hasil kolaborasi antara LDII Kalimantan Barat dan Madrasah Tsanawiyah (MTs) Khairul Hikmah, yang digelar pada Jumat (5/6/2026).
Menurut Fajar, acara itu menginspirasi untuk peduli dengan lingkungan di sekolah. “Kegiatan kolaborasi LDII Kalbar dan MTs Khairul Hikmah bisa menjadi contoh dalam menumbuhkan kesadaran lingkungan bagi para siswa termasuk stakeholder madrasah,” ujar Fajar.
Bertepatan dengan momen Hari Lingkungan Hidup sedunia yang bertema ‘Saatnya Bekerja Untuk Iklim’, Fajar berpesan bahwa salah satu cara untuk memperbaiki iklim dengan upaya pelestarian lingkungan. “Hal itu membutuhkan dukungan dan keterlibatan berbagai pihak. Karena itu, sinergi antara organisasi kemasyarakatan dan lembaga pendidikan mesti terus diperkuat,” kata dia.
Lebih jauh Fajar juga menyinggung target Mts Khairul Hikmah menjadi sekolah Adiwiyata yang perlu dukungan banyak pihak. “Sekolah Adiwiyata adalah predikat sekolah yang berwawasan lingkungan, artinya semua pemangku kepentingan mesti menerapkan sikap peduli lingkungan, mulai dari penanaman pohon, kebersihan hingga pengolahan sampah. Jadi semua harus terlibat,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua DPW LDII Kalbar, Susanto menyebut, Gema Cling merupakan bagian dari komitmen LDII mendukung program pelestarian lingkungan sekaligus membangun karakter bagi siswa-siswi di sekolah agar terpanggil dan peduli terhadap alam dan lingkungan sekitarnya.
“Melalui Gema Cling, kami ingin menumbuhkan kesadaran bahwa menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan adalah tanggung jawab bersama. Nilai ini perlu ditanamkan sejak dini melekat dalam kehidupan sehari-hari,” katanya.
Susanto juga menambahkan, program penguatan ekoteologi sudah menjadi program prioritas Kementerian Agama (Kemenag), namun beberapa madrasah juga perlu dukungan. “Penguatan ekoteologi menjadi program prioritas Kemenag, namun banyak madrasah yang masih perlu pendampingan. Disinilah kami dari LDII Kalbar hadir dan kolaborasi,” jelas dia.
Karena itu, kegiatan tersebut sejalan dengan salah satu program pembinaan karakter yang dikembangkan LDII, yakni membentuk generasi yang memiliki kepedulian sosial dan lingkungan serta mampu berkontribusi positif bagi masyarakat.
“Memang secara organisatoris LDII berkomitmen untuk terus bersinergi utama dalam pembangunan karakter, termasuk karakter peduli lingkungan,” imbuhnya.
Pihaknya juga akan memberikan dukungan penuh untuk menjadikan Mts Khairul Hikmah menjadi sekolah Adiwiyata. “LDII Kalbar dengan senang hati untuk memberikan dukungan kepada Mts dengan bantuan bibit-bibit pohon hingga workshop atau pelatihan untuk meraih predikat sekolah adiwiyata,” kata dia.
Dalam kesempatan itu LDII Kalbar menyerahkan 50 bibit pohon yang ditanam secara simbolis, berupa pucuk merah, palem, ketapang kencana, dan tabebuya (sakura). (*/Amad)









