Lembaga Dakwah Islam Indonesia
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2021-2026
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
  • DESAIN GRAFIS
    • Munas LDII 2026
    • Nasehat Solat Idul Fitri 2026
    • Idul Fitri 2026
    • Ramadan 2026
    • Rapimnas LDII 2026
  • JADWAL SALAT & IMSAKIYAH
No Result
View All Result
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2021-2026
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
  • DESAIN GRAFIS
    • Munas LDII 2026
    • Nasehat Solat Idul Fitri 2026
    • Idul Fitri 2026
    • Ramadan 2026
    • Rapimnas LDII 2026
  • JADWAL SALAT & IMSAKIYAH
No Result
View All Result
Lembaga Dakwah Islam Indonesia
No Result
View All Result
Home Dari Kami Nasehat

Keren (2) – Mengalahkan Segala Berhala

2026/05/18
in Nasehat
0
Ilustrasi: AI-Generated. Foto: LINES.

Ilustrasi: AI-Generated. Foto: LINES.

Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsApp

Oleh Faidzunal A. Abdillah, Pemerhati sosial dan lingkungan – Warga LDII tinggal di Serpong, Tangerang Selatan.

Di sepanjang sejarah manusia, selalu ada dua jalan yang terbentang jelas: jalan menyembah Allah Yang Esa, dan jalan tunduk kepada selain-Nya—entah itu berhala, kekuasaan, atau manusia yang diagungkan seperti tuhan. Jalan pertama tampak sederhana, namun penuh kemuliaan. Jalan kedua tampak megah, namun sejatinya rapuh dan menyesatkan.

Ambillah pelajaran dari kisah Fir’aun. Ia berdiri di hadapan kaumnya dengan kesombongan yang memuncak, sambil berkata:

أَنَا رَبُّكُمُ الْأَعْلَى

“Akulah tuhanmu yang paling tinggi.” (QS. An-Nazi’at: 24)

Ucapan ini bukan sekadar kesalahan, tapi puncak dari kesesatan. Fir’aun ingin disembah, ingin diagungkan, ingin manusia menundukkan hati mereka kepadanya. Namun lihatlah akhir dari “kehebatan” itu: ia tenggelam, tak berdaya, di hadapan kekuasaan Allah. Semua kemegahannya runtuh dalam sekejap. Inilah hakikat menyembah selain Allah—ia tampak kuat, tapi sejatinya lemah.

Bandingkan dengan seorang hamba yang hanya menyembah Allah. Ia mungkin tidak memiliki istana, tidak dipuji manusia, namun ia memiliki sesuatu yang jauh lebih tinggi: hubungan langsung dengan Rabb semesta alam. Ia tidak perlu perantara, tidak perlu tunduk kepada makhluk. Sujudnya hanya untuk Allah, dan itulah kemuliaan sejati. Allah berfirman:

قُلْ أَغَيْرَ اللَّهِ أَبْغِي رَبًّا وَهُوَ رَبُّ كُلِّ شَيْءٍ

“Katakanlah: Apakah aku akan mencari Tuhan selain Allah, padahal Dia adalah Tuhan bagi segala sesuatu?” (QS. Al-An’am: 164)

Menyembah berhala, pada hakikatnya, adalah menyembah sesuatu yang tidak mampu memberi manfaat maupun mudarat. Batu, patung, atau simbol—semua itu tidak mendengar, tidak melihat, tidak mampu menolong. Allah menggambarkan betapa lemahnya berhala:

إِنَّ الَّذِينَ تَدْعُونَ مِن دُونِ اللَّهِ لَن يَخْلُقُوا ذُبَابًا وَلَوِ اجْتَمَعُوا لَهُ

“Sesungguhnya segala yang kamu sembah selain Allah tidak akan mampu menciptakan seekor lalat pun, walaupun mereka bersatu untuk itu.” (QS. Al-Hajj: 73)

Maka, mana yang lebih “keren”? Menyembah sesuatu yang bahkan tak mampu menciptakan seekor lalat, atau menyembah Dzat yang menciptakan langit dan bumi?

Lebih dalam lagi, menyembah selain Allah membuat manusia kehilangan jati dirinya. Ia menjadi budak dari apa yang ia sembah. Jika ia menyembah harta, ia akan diperbudak oleh kerakusan. Jika ia menyembah kekuasaan, ia akan diperbudak oleh ambisi. Jika ia menyembah manusia, ia akan hidup dalam ketakutan kehilangan ridha mereka. Namun orang yang menyembah Allah—ia bebas. Rasulullah ﷺ bersabda: “Celakalah hamba dinar, hamba dirham, dan hamba pakaian…” (HR. Bukhari)

Hadits ini menggambarkan bahwa siapa pun yang menggantungkan hidupnya pada selain Allah, ia sejatinya adalah hamba dari hal tersebut. Ia tidak merdeka. Ia terikat, gelisah, dan rapuh.

Sebaliknya, tauhid menjadikan manusia kuat. Ia hanya takut kepada Allah, sehingga ia tidak takut kepada selain-Nya. Ia hanya berharap kepada Allah, sehingga ia tidak bergantung kepada makhluk. Inilah kekuatan yang tidak terlihat, tetapi sangat nyata.

Lihatlah para nabi dan orang-orang saleh. Mereka berdiri teguh di hadapan raja-raja zalim, tidak gentar, karena mereka hanya tunduk kepada Allah. Nabi Musa berdiri di hadapan Fir’aun tanpa rasa takut, karena hatinya penuh dengan tauhid. Ketika manusia lain gemetar di hadapan kekuasaan, seorang yang bertauhid justru berdiri dengan kepala tegak. Allah berfirman:

الَّذِينَ قَالَ لَهُمُ النَّاسُ إِنَّ النَّاسَ قَدْ جَمَعُوا لَكُمْ فَاخْشَوْهُمْ فَزَادَهُمْ إِيمَانًا

“Orang-orang yang ketika dikatakan kepada mereka: ‘Manusia telah berkumpul untuk menyerang kalian, maka takutlah kepada mereka,’ justru hal itu menambah keimanan mereka.” (QS. Ali ‘Imran: 173)

Inilah “keren” yang sejati: keberanian yang lahir dari iman, ketenangan yang lahir dari tauhid, dan kemerdekaan yang lahir dari hanya menyembah Allah.

Akhirnya, menyembah Allah Yang Esa bukan sekadar pilihan ibadah, tetapi pilihan identitas. Apakah kita ingin menjadi hamba dari sesuatu yang lemah dan fana, atau menjadi hamba dari Dzat Yang Maha Kuat dan Maha Kekal?

Di tengah dunia yang sering mengagungkan yang palsu, menjadi hamba Allah adalah bentuk kemuliaan yang paling autentik. Ia tidak membutuhkan pengakuan manusia, karena ia telah dikenal oleh langit. Ia tidak mencari pujian dunia, karena ia mengejar ridha langit, dimana Allah bersemayam.

Dan sungguh, dibandingkan dengan menyembah berhala atau tunduk kepada “Fir’aun-Fir’aun” zaman ini, menyembah Allah Yang Esa adalah puncak keindahan, puncak kekuatan, dan puncak “keren” yang sesungguhnya.

Tags: Allah SWTkemuliaanKerenMengagungkannasehat

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

KOMENTAR TERKINI

  • Surahman on LDII Pasangkayu Latih Generasi Muda Jadi Entrepreneur Kreatif dan Berdaya Saing
  • Surahman on LDII Pasangkayu Latih Generasi Muda Jadi Entrepreneur Kreatif dan Berdaya Saing
  • Supardo on Wamenhaj Kunjungi LDII Tarakan, Ajak Generasi Muda Sehat Fisik dan Intelektual
  • Edy purwanto on LDII Pasangkayu Latih Generasi Muda Jadi Entrepreneur Kreatif dan Berdaya Saing
  • Sigit Budi Nugroho on LDII dan BJB Syariah Jajaki Kolaborasi Ekonomi Umat Berbasis Digital
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Mbah Mardijiyono

Berusia 103 Tahun, Mbah Mardijiyono Jemaah Haji Tertua Asal Indonesia

May 4, 2026
Plt Bupati Pati Hadiri Pelantikan Pengurus LDII, Ajak Warga Bangun Kebersamaan dan Kolaborasi

Plt Bupati Pati Hadiri Pelantikan Pengurus LDII, Ajak Warga Bangun Kebersamaan dan Kolaborasi

May 15, 2026
Kolaborasi LDII dan Ketua DPRD Sawahlunto, Bagi Keberkahan Melalui Pabukoan

Kolaborasi LDII dan Ketua DPRD Sawahlunto, Bagi Keberkahan Melalui Pabukoan

March 10, 2026
PAC LDII Dalangan Helat Berbagai Lomba Sambut HUT RI

PAC LDII Dalangan Helat Berbagai Lomba Sambut HUT RI

August 31, 2023
Memilih Hewan Kurban yang Sesuai Syariat

Memilih Hewan Kurban yang Sesuai Syariat

0
LDII dan Ormas Islam Amati Hilal di 86 Titik, Pemerintah Tetapkan 1 Zulhijah 18 Mei 2026

LDII dan Ormas Islam Amati Hilal di 86 Titik, Pemerintah Tetapkan 1 Zulhijah 18 Mei 2026

0
Keren (2) – Mengalahkan Segala Berhala

Keren (2) – Mengalahkan Segala Berhala

0
LDII Polman Bentuk PC Wonomulyo, Perkuat Pembinaan Hingga Tingkat Kecamatan

LDII Polman Bentuk PC Wonomulyo, Perkuat Pembinaan Hingga Tingkat Kecamatan

0
Memilih Hewan Kurban yang Sesuai Syariat

Memilih Hewan Kurban yang Sesuai Syariat

May 18, 2026
LDII dan Ormas Islam Amati Hilal di 86 Titik, Pemerintah Tetapkan 1 Zulhijah 18 Mei 2026

LDII dan Ormas Islam Amati Hilal di 86 Titik, Pemerintah Tetapkan 1 Zulhijah 18 Mei 2026

May 18, 2026
Keren (2) – Mengalahkan Segala Berhala

Keren (2) – Mengalahkan Segala Berhala

May 18, 2026
LDII Polman Bentuk PC Wonomulyo, Perkuat Pembinaan Hingga Tingkat Kecamatan

LDII Polman Bentuk PC Wonomulyo, Perkuat Pembinaan Hingga Tingkat Kecamatan

May 18, 2026

DPP LDII

Jl. Tentara Pelajar No. 28 Patal Senayan 12210 - Jakarta Selatan.
Telepon: 0811-8604544

SEKRETARIAT
sekretariat[at]ldii.or.id
KIRIM BERITA
berita[at]ldii.or.id

BERITA TERKINI

  • Memilih Hewan Kurban yang Sesuai Syariat May 18, 2026
  • LDII dan Ormas Islam Amati Hilal di 86 Titik, Pemerintah Tetapkan 1 Zulhijah 18 Mei 2026 May 18, 2026
  • Keren (2) – Mengalahkan Segala Berhala May 18, 2026

NAVIGASI

  • Home
  • Contact
  • Jadwal Salat & Imsakiyah
  • Hitung Zakat
  • Privacy Policy
  • NUANSA PERSADA

KATEGORI

Kirim Berita via Telegram

klik tautan berikut:
https://t.me/ldiibot

  • Home
  • Contact
  • Jadwal Salat & Imsakiyah
  • Hitung Zakat
  • Privacy Policy
  • NUANSA PERSADA

© 2020 DPP LDII - Managed by KIM & IT Division.

No Result
View All Result
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2021-2026
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
  • DESAIN GRAFIS
    • Munas LDII 2026
    • Nasehat Solat Idul Fitri 2026
    • Idul Fitri 2026
    • Ramadan 2026
    • Rapimnas LDII 2026
  • JADWAL SALAT & IMSAKIYAH

© 2020 DPP LDII - Managed by KIM & IT Division.