Serang (7/5). Penguatan sektor ekonomi kreatif dapat berkontribusi pada penciptaan lapangan kerja serta peningkatan pendapatan masyarakat dan daerah. Hal itu diungkapkan Kepala Bidang (Kabid) Pemberdayaan Lembaga Kemasyarakatan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Provinsi Banten, Kustantina saat silaturahim dan ngopi bareng ke Gedung LDII Banten, Jumat (1/5/2026).
“Silaturahim ini untuk memperkuat sinergi program pemberdayaan masyarakat dengan melibatkan para santri di sekitar gedung LDII ini dalam hal kewirausahaan,” ujarnya.
Menurut Kustantina, kewirausahaan para santri dan ekonomi kreatif di daerah penting dilaksanakan secara berkesinambungan untuk memastikan pelaku usaha memiliki akses terhadap berbagai layanan. Mulai dari pelatihan hingga pendampingan sampai ke pemasaran produk.
“Harapannya semakin banyak peserta asuh di daerah yang mengayomi para penggiat ekraf, baik dalam akses finansial, pasar, maupun legalitas,” ujarnya.
Jika kewirusahaan ini berjalan baik, Kustantina optimis hasilnya dapat meningkatkan pendapatan masyarakat dan daerah. Ia berharap, silaturahim ini dapat terus terjalin untuk bersinergi dan membangun kerjasama yang saling mengisi dan menguatkan antara pemerintah dan masyarakat.
Sementara itu, Ketua DPW LDII Banten, Dimo Tono Sumito menegaskan konsep usaha ekonomi kreatif telah mulai dijalankan di lingkungan Pondok Baitul Ulum Al Musawwa yang berada di sekitar Gedung LDII Banten. Pendekatan ini memberikan pengalaman langsung dalam mengembangkan usaha berbasis kebutuhan pasar dan sebagai bagian dari program kemandirian santri.
“Kami mencoba mengintegrasikan pembelajaran kewirausahaan dengan praktik di lapangan agar santri memiliki keterampilan yang aplikatif,” katanya.
Ia juga menyampaikan perkembangan AI yang berlangsung sangat cepat dan menuntut kesiapan semua pihak. “LDII Banten memiliki visi pemberdayaan melalui teknologi, termasuk mendorong inklusivitas perempuan dalam kepemimpinan dan pengambilan keputusan,” ujarnya.
Dimo mengungkapkan jika saat ini peran yang mengurus rumah tangga diisi oleh perempuan. “Perempuan perlu terus belajar, beradaptasi, dan berani mengambil peran agar tidak tertinggal di era digital dan AI,” ujarnya.
Melalui diskusi santai ini, DPW LDII Banten mengapresiasi program pemerintah yang sangat pro rakyat seperti pembangunan jalan rakyat sejahtera, sanitasi lingkungan, program satu desa satu sarjana, pos pelayanan desa sejahtera, dan lainnya.









