Lembaga Dakwah Islam Indonesia
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2021-2026
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
    • Jadwal Shalat
  • DESAIN GRAFIS
    • Kerja Bakti Nasional 2025 dan 17 Agustus 2025
No Result
View All Result
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2021-2026
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
    • Jadwal Shalat
  • DESAIN GRAFIS
    • Kerja Bakti Nasional 2025 dan 17 Agustus 2025
No Result
View All Result
Lembaga Dakwah Islam Indonesia
No Result
View All Result
Home Dari Kami Nasehat

Esai kehidupan (13)

2009/07/14
in Nasehat
0
Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsApp

Hidup adalah masalah kepercayaan. Hidup akan menjadi indah, kala kepercayaan menjadi simbolnya. Hidup menjadi mudah kala kepercayaan menjadi leadernya. Sebab dengan kepercayaan, satu sama lain bisa berjalan dengan enaknya. Dengan kepercayaan ada jaminan bahwa tiap diri bisa berbuat sesuai aturan mainnya. Oleh karena itu, kita bisa tahu – mengerti dan memahami, kenapa manusia harus beriman pada Yang Maha Kuasa. Iman tak lain adalah wujud tertinggi sebuah kepercayaan.

Konon, ada seorang turis asing meninggal di Indonesia. Turis ini terkenal kebaikannya tatkala masih hidup. Oleh karena itu Tuhan memberikan kesempatan padanya untuk memilih : mau di surga atau di neraka. Tahu bahwa dirinya meninggal di Indonesia, tempat yang indah tapi sudah teramat sering ditipu orang, maka iapun meminta untuk melihat dulu baik surga maupun neraka, agar tidak tertipu lagi. Ketika memasuki surga, ia bertemu dengan pendeta, kiai dan orang-orang baik lainnya yang semuanya duduk manis sambil membaca kitab suci. Di neraka lain lagi, ada banyak sekali hiburan di sana. Ada penyanyi cantik dan seksi lagi bernyanyi. Ada lapangan golf yang teramat indah dengan caddynya yang seksi. Ada tempat wisata yang elok lengkap dengan pemandunya. Singkat cerita, neraka jauh lebih dipenuhi hiburan dan kesenangan dibandingkan surga.

Yakin dengan observasi dan surveynya, maka sang turis tadi pun memutuskan memohon kepada Tuhan untuk tinggal di neraka saja. Namun esok harinya ketika sampai di neraka, dia terkejutnya bukan kepalang. Ternyata di dalamnya berisi orang dibakar, digantung, disiksa dan kegiatan-kegiatan mengerikan lainnya. Maka segera proteslah dia pada penjaga neraka yang ternyata juga asli Indonesia ini. Dengan tenang penjaga neraka ini menjawab, ‘Kemaren kan hari terakhir kampanye pemilu”. Dengan jengkel turis tadi bergumam, ‘Dasar Indonesia, jangankan pemimpinnya, Tuhannya saja tidak bisa dipercaya!’.
 
Ini hanyalah lelucon, sebagai gambaran kehidupan di sekitar kita. Kehidupan yang penuh dengan tipu – daya. Saling injak, saling sikut yang penting tercapai tujuannya. Yang merasa pinter ngapusi orang – orang bodo. Yang punya kelicikan memanfaatkan orang – orang pinter. Nggak peduli benar, nggak peduli salah yang penting menang dan tersenyum bangga karenanya.  Susah mencari orang yang bisa dipercaya. Langka mencari orang yang jujur. Semua selalu ditumpangi dengan seberkas titik rasa curiga. Ada udang dibalik batu, ada maksud dibalik niat. Dan lebih susah lagi mencari figur yang merendah sebagai cerminan percaya diri dan rendah hati, simbol orang yang beruntung dan waspada.
 
Entah bagaimana dengan pengalaman Anda, alam dengan santunnya memberikan bimbingan yang tak habis – habisnya. Tinggal kesadaran yang membangunkan kita. Hanya masalah waktu. Bukankah kita semua pernah melihat sebuah sungai? Bukankah kita tahu air di sungai mengalir dari hulu ke hilir dan akhirnya bermuara ke laut? Air mengalir dari tempat yag tinggi ke tempat yang rendah? Bukankah air laut jumlahnya jauh lebih banyak dibandingkan dengan air sungai? Dan satu-satunya sebab yang membuatnya demikian, karena laut letaknya lebih rendah dari sungai. Dengan kata lain bisa kita utarakan, karena laut berani merendah.
 
Demikian pula sekelumit kehidupan saya bertutur sapa. Dengan penuh rasa syukur kepada Allah, saya telah mencapai banyak sekali kemajuan dalam kehidupan ini. Kalau uang dan jabatan ukurannya, saya memang bukan apa – apa. Saya bukan siapa – siapa. Saya bukan orang hebat. Saya bahkan bukan orang yang dikenal. Namun, kalau rasa syukur ukurannya, Allah pasti tahu dalam klasifikasi manusia macam apa saya ini hidup. Dan semua ini saya peroleh, lebih banyak karena keberanian, dan pemahaman untuk merendah. Nabi Muhammad SAW bersabda, “Sodaqoh itu tidak mengurangi harta – benda sedikit pun, dan pemaafnya seseorang itu menjadi penyebab Allah menambahkan kemulian kepadanya, dan sikap rendah hatinya seseorang karena Allah menjadikan Allah mengangkat derajatnya.” (Rowahu Tirmidzi Abwabu bir washilah – K. Adab hal 13).
 
Ada yang menyebut kehidupan demikian seperti keset yang selalu diinjak-injak orang. Orang yang menyebut demikian hidupnya akan maju, seperti laut, sebab menikmati penciptaan dan situasi yang melingkupinya. Lengkap dengan pencitraannya. Kepercayaan diri telah tumbuh dan berkembang memenuhi gerak serta langkahnya. Merendah. Dan enjoy dengan kehidupan ini. Semilir ditiup angin dan menampung apa saja, semuanya. Bahkan oleh seorang sahabat diberi komentar : ‘Kita bertemu Yang Maha Tinggi, ketika kita rendah hati’. Dan kita pun tahu; inna akromakum ‘indallaahi atqookum.
 
Jadi, mau apalagi yang dicari dalam hidup ini, ketika hati sudah nyegoro dan dihiasi sikap rendah hati.

Oleh :Faizunal Abdillah

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

KOMENTAR TERKINI

  • MasMT on LDII Adakan Diklat Dakwah Tingkatkan Kompetensi Khotib
  • AG1E on LDII Adakan Diklat Dakwah Tingkatkan Kompetensi Khotib
  • Nanang Naswito on Kunjungi Demplot Padi di Lahan Gambut, Ketua LDII Kalbar Dorong Penambahan Luasan Tanam
  • Nanang Naswito on LDII Berau Gelar Ngaji Khusus Wanita, Ingatkan Pentingnya Meningkatkan Ilmu Agama
  • Fadhil on Sinergi Ormas Islam Menguat, Ketua LDII Bone Masuk Kepengurusan MUI 2025–2030
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pemkab Kukar Helat Safari Subuh, Kunjungi LDII Tenggarong

Pemkab Kukar Helat Safari Subuh, Kunjungi LDII Tenggarong

April 14, 2026
Puncak Kezaliman

Puncak Kezaliman

April 14, 2026
Gubernur Lemhannas Dorong Generasi Muda LDII Siap Hadapi Ketidakpastian Global

Gubernur Lemhannas Dorong Generasi Muda LDII Siap Hadapi Ketidakpastian Global

April 9, 2026
Akhir Zaman Semakin Dekat, Bagaimana Menyikapinya?

Akhir Zaman Semakin Dekat, Bagaimana Menyikapinya?

January 1, 2025
Cetak Jurnalis Muda, LDII Pesawaran Helat Pelatihan Jurnalistik

Cetak Jurnalis Muda, LDII Pesawaran Helat Pelatihan Jurnalistik

0
Ribuan Warga LDII Paser Hadiri Pengajian Umum dan Halal Bihalal Syawal

Ribuan Warga LDII Paser Hadiri Pengajian Umum dan Halal Bihalal Syawal

0
LDII dan PKUB Kemenag RI Siap Kolaborasi Jaga Kerukunan Umat Beragama dengan Dakwah Ekoteologi

LDII dan PKUB Kemenag RI Siap Kolaborasi Jaga Kerukunan Umat Beragama dengan Dakwah Ekoteologi

0
Ponpes Wali Barokah Kediri Siap Jadikan Budaya Islam Nusantara sebagai Kekuatan Perdamaian Dunia

Ponpes Wali Barokah Kediri Siap Jadikan Budaya Islam Nusantara sebagai Kekuatan Perdamaian Dunia

0
Cetak Jurnalis Muda, LDII Pesawaran Helat Pelatihan Jurnalistik

Cetak Jurnalis Muda, LDII Pesawaran Helat Pelatihan Jurnalistik

April 17, 2026
Ribuan Warga LDII Paser Hadiri Pengajian Umum dan Halal Bihalal Syawal

Ribuan Warga LDII Paser Hadiri Pengajian Umum dan Halal Bihalal Syawal

April 17, 2026
LDII dan PKUB Kemenag RI Siap Kolaborasi Jaga Kerukunan Umat Beragama dengan Dakwah Ekoteologi

LDII dan PKUB Kemenag RI Siap Kolaborasi Jaga Kerukunan Umat Beragama dengan Dakwah Ekoteologi

April 16, 2026
Ponpes Wali Barokah Kediri Siap Jadikan Budaya Islam Nusantara sebagai Kekuatan Perdamaian Dunia

Ponpes Wali Barokah Kediri Siap Jadikan Budaya Islam Nusantara sebagai Kekuatan Perdamaian Dunia

April 16, 2026

DPP LDII

Jl. Tentara Pelajar No. 28 Patal Senayan 12210 - Jakarta Selatan.
Telepon: 0811-8604544

SEKRETARIAT
sekretariat[at]ldii.or.id
KIRIM BERITA
berita[at]ldii.or.id

BERITA TERKINI

  • Cetak Jurnalis Muda, LDII Pesawaran Helat Pelatihan Jurnalistik April 17, 2026
  • Ribuan Warga LDII Paser Hadiri Pengajian Umum dan Halal Bihalal Syawal April 17, 2026
  • LDII dan PKUB Kemenag RI Siap Kolaborasi Jaga Kerukunan Umat Beragama dengan Dakwah Ekoteologi April 16, 2026

NAVIGASI

  • Home
  • Contact
  • Jadwal Shalat
  • Hitung Zakat
  • Privacy Policy
  • NUANSA PERSADA

KATEGORI

Kirim Berita via Telegram

klik tautan berikut:
https://t.me/ldiibot

  • Home
  • Contact
  • Jadwal Shalat
  • Hitung Zakat
  • Privacy Policy
  • NUANSA PERSADA

© 2020 DPP LDII - Managed by KIM & IT Division.

No Result
View All Result
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2021-2026
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
    • Jadwal Shalat
  • DESAIN GRAFIS
    • Kerja Bakti Nasional 2025 dan 17 Agustus 2025

© 2020 DPP LDII - Managed by KIM & IT Division.