Pemalang (5/8). Koramil 0818/17 Ampelgading menggelar sosialisasi rekrutmen Calon Bintara dan Tamtama TNI Angkatan Darat bekerja sama dengan DPD LDII Kabupaten Pemalang melalui Pondok Pesantren KH Zaenal Asyikin. Kegiatan berlangsung di Ponpes KH Zaenal Asyikin, Banglarangan, Rabu (29/7/2026). Lebih dari 100 santri mengikuti kegiatan tersebut sebagai bagian dari pembinaan wawasan kebangsaan dan pengenalan karier di lingkungan TNI.
Sosialisasi menghadirkan anggota Koramil 0818/17 Ampelgading, Mulyanto, sebagai narasumber. Materi yang disampaikan meliputi persyaratan administrasi, tahapan seleksi, pola pembinaan fisik, kesiapan mental, hingga informasi mengenai proses rekrutmen TNI AD.
Dalam pemaparannya, Mulyanto mengajak para santri memanfaatkan kesempatan tersebut sebagai bekal untuk merencanakan masa depan. Menurutnya, santri memiliki modal karakter yang kuat karena terbiasa hidup disiplin, mandiri, serta menjunjung nilai-nilai moral selama menempuh pendidikan di pondok pesantren.
“TNI AD memberikan kesempatan yang sama kepada seluruh putra bangsa. Santri memiliki peluang yang besar untuk menjadi prajurit. Persiapkan kemampuan fisik, kesehatan, pengetahuan, dan mental sejak sekarang. Seluruh proses seleksi dilaksanakan secara terbuka, objektif, dan tanpa biaya,” ujarnya.
Mulyanto juga mengingatkan para peserta agar tidak mudah percaya terhadap pihak yang menjanjikan kelulusan dengan imbalan tertentu. Ia menegaskan seluruh proses penerimaan anggota TNI dilakukan berdasarkan kemampuan peserta.
“Keberhasilan ditentukan oleh usaha dan kesiapan masing-masing calon. Teruslah berlatih, jaga kesehatan, tingkatkan kemampuan akademik, dan pelihara sikap disiplin. Nilai kejujuran menjadi modal penting dalam setiap tahapan seleksi,” katanya.
Ketua DPD LDII Kabupaten Pemalang, Agus Sarwono, mengapresiasi kolaborasi antara Koramil dan pondok pesantren dalam memberikan pembekalan kepada generasi muda. Menurutnya, LDII terus mendorong lahirnya generasi profesional religius yang memiliki kompetensi, karakter, serta rasa cinta tanah air.
“Kami mendukung setiap program yang memperkuat wawasan kebangsaan dan membangun karakter generasi muda. Santri harus memiliki cita-cita yang tinggi dan siap berkontribusi di berbagai bidang, termasuk menjadi bagian dari TNI. Kolaborasi seperti ini memperkuat hubungan antara lembaga pendidikan, aparat negara, dan masyarakat,” kata Agus.
DPD LDII Kabupaten Pemalang berharap semakin banyak generasi muda yang memiliki pemahaman mengenai peluang pengabdian di lingkungan TNI Angkatan Darat. “Pembinaan karakter, kedisiplinan, dan wawasan kebangsaan yang terus dikembangkan di lingkungan LDII. Kami juga berharap anak muda LDII mampu melahirkan generasi yang siap mengabdi kepada agama, bangsa, dan negara sesuai bidang pengabdian masing-masing,” pungkasnya.









