Sukoharjo (22/7). DPD LDII Kabupaten Sukoharjo terus memperkuat pembinaan generasi muda melalui berbagai kegiatan yang menggabungkan pendidikan karakter dan pengembangan bakat. Salah satunya diwujudkan melalui Festival Sepak Bola Caberawit Susela.
Kompetisi tersebut diselenggarakan Penggerak Pembina Generus (PPG) Kabupaten Sukoharjo di Lapangan Karangtengah, Kecamatan Weru, Minggu (28/6/2026).
Ketua Panitia Festival Sepak Bola, Joko Santoso, mengatakan olahraga merupakan media yang efektif untuk membentuk karakter anak sejak usia dini. Menurutnya, sepak bola mengajarkan banyak nilai kehidupan, mulai dari kerja sama dalam tim, kemampuan berkomunikasi, kepemimpinan, hingga menghargai aturan dan keputusan wasit.
“Anak-anak perlu memahami sejak awal jika pertandingan bukan hanya tentang menang atau kalah. Yang lebih penting adalah bagaimana mereka belajar menghormati lawan, menjaga disiplin, bekerja sama, dan tetap berperilaku baik selama pertandingan berlangsung,” ujar Joko.
Ia menambahkan, Festival Sepak Bola Caberawit juga menjadi sarana penerapan 29 Karakter Luhur yang selama ini dikembangkan dalam pembinaan generasi muda LDII. Menurutnya, karakter seperti jujur, amanah, rukun, kompak, kerja keras, dan tanggung jawab dapat dipraktikkan secara langsung melalui aktivitas olahraga.
“Kami berharap anak-anak tidak hanya membawa pengalaman bertanding, tetapi juga membawa kebiasaan baik yang dapat diterapkan di rumah, sekolah, maupun lingkungan pergaulan mereka. Pembinaan karakter harus dilakukan melalui kegiatan yang mereka sukai agar nilai-nilai tersebut lebih mudah dipahami,” katanya.
Ketua DPD LDII Kabupaten Sukoharjo, Dalono Abdul Rosyid, menilai pembinaan generasi tidak cukup dilakukan melalui kegiatan keagamaan saja, tetapi juga perlu didukung aktivitas yang mampu mengembangkan potensi, kesehatan, dan kemampuan sosial anak. Menurutnya, olahraga menjadi salah satu media yang efektif untuk membangun generasi yang sehat secara fisik, kuat secara mental, serta memiliki karakter yang baik.
“LDII terus mendorong kegiatan yang mampu membentuk generasi penerus secara utuh. Melalui olahraga, anak-anak belajar disiplin, tanggung jawab, kepemimpinan, dan kerja sama, nilai-nilai yang juga dibutuhkan dalam kehidupan bermasyarakat,” ujar Dalono.
Dalono menambahkan, keterlibatan orang tua dan para pembina menjadi faktor penting dalam proses pembentukan karakter generasi muda. Ia berharap kolaborasi tersebut terus diperkuat sehingga pembinaan berlangsung secara berkesinambungan, baik di lingkungan keluarga, tempat ibadah, maupun dalam berbagai kegiatan organisasi.
“Kami ingin setiap kegiatan pembinaan menjadi ruang belajar yang menyenangkan sekaligus memberi pengalaman berharga bagi anak-anak. Dukungan seluruh pihak akan membantu mereka tumbuh menjadi generasi yang memiliki akhlak baik, percaya diri, dan siap menghadapi tantangan masa depan,” katanya.








