Merauke (22/7). Gubernur Papua Selatan, Apolo Safanpo, menghadiri silaturahim yang digelar Pemerintah Provinsi Papua Selatan bersama warga LDII. Acara berlangsung di halaman Masjid Baitul Makmur, Merauke, Papua Selatan, pada Sabtu (18/7/2026).
Dalam sambutannya, Apolo mengajak seluruh warga LDII untuk saling bekerja sama dan berkolaborasi dengan pemerintah dalam mewujudkan pembangunan daerah. Ia juga menekankan bahwa pemerintah pusat maupun daerah tidak dapat berjalan sendiri dalam menyukseskan pembangunan nasional.
“Kita semua harus mengambil bagian, ikut berkontribusi, memberikan sumbangan pemikiran dan sumber daya yang dimiliki. Semua itu untuk membangun kesejahteraan di lingkungan tempat tinggal, tempat kerja, dan di seluruh negara kita,” ujar Apolo.
Ia menegaskan, kontribusi aktif dari seluruh komponen bangsa dibutuhkan untuk menghadirkan kemakmuran dan kesejahteraan masyarakat. Selain membahas pembangunan, ia juga mengajak warga LDII untuk terus merawat tali persaudaraan (ukhuwah) dan menjaga persatuan yang telah diwariskan oleh para pendiri bangsa.
Apolo juga menyinggung tentang pentingnya etika dalam berdemokrasi. Ia menegaskan bahwa perbedaan pandangan dan pendapat adalah hal yang wajar dan dijamin oleh Undang-Undang Nomor 9 Tahun 1998 tentang Kemerdekaan Menyampaikan Pendapat di Muka Umum

“Meski kebebasan tersebut dijamin secara hukum, baik secara lisan maupun tertulis di ruang privat dan publik, dalam menyampaikan pendapat tetap menjunjung tinggi etika,” pesannya.
Ia menambahkan, perbedaan pandangan dan pendapat hendaknya disampaikan dengan cara bermartabat. “Harus memperhatikan etika, tata krama, budi pekerti, dan menjaga kewibawaan diri masing-masing,” tegasnya.
Menurutnya, kewibawaan seseorang tidak hanya dinilai secara fisik melalui penampilan luar, melainkan juga dari kewibawaan jiwa yang tecermin dari setiap kata yang diucapkan. Oleh karena itu, ia meminta masyarakat untuk selalu mengedepankan sikap saling menghargai, menghormati, dan tolong-menolong dalam menyikapi perbedaan.
Dalam kesempatan tersebut, gubernur juga menyerahkan bantuan dana senilai Rp100 juta dan 300 paket sembako kepada warga LDII. Bantuan itu menjadi bagian dari dukungan pemerintah daerah sekaligus momentum untuk mempererat hubungan antara pemerintah dan masyarakat.








