Serang (6/7). DPD LDII Kabupaten Serang menghadiri kegiatan santunan bagi 1.500 anak yatim dan dhuafa yang digelar Pemerintah Kabupaten Serang bersama Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Serang. Kegiatan berlangsung di Lapangan Tenis Indoor pada Senin (29/6/2026).
Ketua DPD LDII Kabupaten Serang, Kabid Bagaskara, mengapresiasi sinergi yang dibangun Pemerintah Kabupaten Serang, BAZNAS, Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, serta berbagai Lembaga Amil Zakat. Menurutnya, kolaborasi tersebut berhasil menghadirkan kebahagiaan bagi anak-anak yatim dan dhuafa.
“Program ini tidak hanya berupa santunan dan bingkisan, tetapi juga menumbuhkan rasa kasih sayang, kepedulian, dan kebersamaan di momentum Muharram. Sehingga semakin banyak anak yatim yang merasakan perhatian masyarakat,” ujarnya.
Penyerahan bantuan secara simbolis dilakukan Bupati Serang, Ratu Rachmatuzakiyah. Setiap penerima manfaat memperoleh uang tunai sebesar Rp450 ribu, tas sekolah, dan kaos. Panitia juga menyediakan konsumsi berupa makanan dan jajanan bagi seluruh anak yang hadir.
Ratu Rachmatuzakiyah mengatakan, cakupan penerima manfaat tahun ini diperluas. Jika sebelumnya hanya anak yatim, tahun ini juga mencakup anak dhuafa. “Ini kami laksanakan berkat kolaborasi seluruh pihak,” ungkapnya.
Ia juga mengapresiasi kontribusi Aparatur Sipil Negara (ASN) Kabupaten Serang yang menunaikan zakat dan infak melalui BAZNAS. Menurutnya, peningkatan penghimpunan zakat akan berdampak pada bertambahnya jumlah masyarakat yang menerima manfaat pada masa mendatang.
“Semoga ke depan kegiatan ini bisa terus berlanjut dan semakin besar. Jika penghimpunan zakat meningkat, maka jumlah penerima manfaat juga bisa lebih banyak,” katanya.
Ratu Zakiyah menekankan pentingnya kepedulian sosial berkelanjutan bagi anak yatim dan dhuafa. “Kalau bukan kita, siapa lagi yang peduli terhadap mereka. Saya berharap kegiatan seperti ini tidak hanya dilakukan sekali,” pungkasnya.
Sementara itu, Kepala BAZNAS Kabupaten Serang, Hasanudin, menjelaskan penyaluran dilakukan secara serentak dengan melibatkan kecamatan untuk memastikan program tepat sasaran, aman, dan efisien. “Kerja sama dengan kecamatan juga dilakukan agar penyaluran lebih mudah, aman, dan tepat sasaran,” jelasnya.
Hasanudin menambahkan, target penghimpunan Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) tahun 2026 mencapai Rp28 miliar. Hingga 29 Juni, dana yang terkumpul mencapai Rp14 miliar atau 50 persen dari target. “Insya Allah target ini bisa tercapai,” pungkasnya.









