Kupang (22/6). DPW LDII Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) berupaya memperkuat kualitas sumberdaya manusia (SDM) dan tata kelola organisasi di tingkat provinsi melalui konsolidasi organisasi. Kegiatan tersebut berlangsung di Kantor Sekretariat DPW LDII NTT, Kota Kupang, pada Selasa (16/6/2026).
Ketua DPW LDII NTT periode 2026-2031, Laode Ahmad Jais, menegaskan bahwa konsolidasi organisasi menjadi langkah awal yang penting bagi kepengurusan baru dalam membangun sinergi dan memperkuat kapasitas organisasi. Menurutnya, penguatan organisasi merupakan fondasi utama dalam pengembangan sumber daya manusia yang profesional, religius, dan mampu menjawab tantangan zaman.
“Konsolidasi ini bertujuan untuk menyamakan visi dan langkah seluruh pengurus dalam menjalankan program kerja organisasi selama lima tahun ke depan. Kami ingin membangun organisasi yang kuat, tertib administrasi, profesional dalam bekerja, namun tetap berlandaskan nilai-nilai keagamaan,” jelasnya.
Kegiatan yang merupakan tindak lanjut hasil Musyawarah Wilayah (Muswil) IX LDII NTT yang digelar pada Mei 2026 lalu itu dihadiri pengurus pleno DPW LDII NTT dan Dewan Penasehat. Laode menambahkan, LDII NTT berkomitmen mendukung berbagai program pembangunan daerah melalui peningkatan kualitas SDM yang memiliki kompetensi, integritas, dan kepedulian sosial.
“Kami berharap seluruh pengurus dapat memahami dan melaksanakan arahan dewan penasehat dengan baik sehingga LDII dapat memberikan kontribusi yang lebih besar bagi masyarakat, umat, bangsa, dan khususnya bagi pembangunan Nusa Tenggara Timur,” katanya.
Sementara itu, Dewan Penasehat DPW LDII NTT, Wahyoe Winarto, menekankan pentingnya penerapan nilai-nilai akhlakul karimah dalam menjalankan amanah organisasi maupun dalam kehidupan bermasyarakat. Menurutnya, keberhasilan organisasi tidak hanya ditentukan oleh program kerja yang baik, tetapi juga oleh kualitas moral dan karakter para pengurusnya.
“Pengurus LDII harus menjadi teladan dalam menerapkan akhlak mulia, baik dalam keluarga, lingkungan masyarakat, maupun dalam menjalankan tugas organisasi. Nilai-nilai karya, komunikasi, dan kontribusi yang selama ini menjadi pedoman LDII harus diwujudkan dalam tindakan nyata,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan bahwa soliditas dan kekompakan pengurus merupakan modal utama dalam menjaga keberlangsungan organisasi. Dengan komunikasi yang baik dan semangat kebersamaan, berbagai program kerja yang telah direncanakan dapat dilaksanakan secara optimal.
“Perbedaan pendapat adalah hal yang wajar dalam organisasi, namun yang terpenting adalah menjaga persatuan, saling menghormati, dan mengedepankan musyawarah dalam setiap pengambilan keputusan,” tambahnya.
Dalam konsolidasi tersebut, para peserta membahas berbagai agenda strategis organisasi, mulai dari penguatan administrasi dan manajemen organisasi, pembinaan generasi muda, peningkatan kapasitas dakwah, pengembangan program pendidikan, hingga optimalisasi peran LDII dalam menjalin kemitraan dengan pemerintah dan berbagai elemen masyarakat.
Melalui konsolidasi ini, DPW LDII NTT berharap seluruh jajaran pengurus dapat bekerja secara terarah, terukur, dan bersinergi dalam mewujudkan organisasi yang mandiri, profesional, serta mampu memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat luas.









