Pemalang (17/6). Warga LDII Kabupaten Pemalang kembali mencatatkan peningkatan capaian ibadah kurban pada Iduladha 1447 Hijriah/2026 Masehi. Di tengah berbagai tantangan ekonomi yang dihadapi masyarakat, jumlah dan nilai hewan kurban yang dihimpun warga LDII Pemalang justru mengalami kenaikan dibandingkan tahun sebelumnya.
Peningkatan tersebut menjadi indikator tingginya kepedulian sosial, sekaligus komitmen warga dalam menjalankan ibadah kurban secara berkelanjutan. Data DPD LDII Kabupaten Pemalang mencatat sebanyak 130 ekor sapi dan 136 ekor kambing disembelih pada Iduladha tahun ini. Total nilai hewan kurban tersebut mencapai Rp3.564.950.000.
Angka tersebut meningkat sebesar Rp193.750.000 atau sekitar 5,74 persen dibandingkan tahun 2025 yang mencatat nilai kurban sebesar Rp3.371.200.000 dari 130 ekor sapi dan 138 ekor kambing. Meski jumlah kambing sedikit berkurang, peningkatan nilai kurban menunjukkan bertambahnya partisipasi dan kemampuan warga dalam mempersiapkan ibadah tersebut.
Ketua DPD LDII Kabupaten Pemalang, Agus Sarwono, mengapresiasi konsistensi warga LDII dalam menjalankan ibadah kurban dari tahun ke tahun. Menurutnya, capaian tersebut bukan hanya mencerminkan ketaatan beribadah, tetapi juga menunjukkan tumbuhnya kepedulian terhadap masyarakat yang menerima manfaat dari distribusi daging kurban.
Ia menilai kurban memiliki dimensi spiritual sekaligus sosial yang sangat penting dalam memperkuat kebersamaan di tengah masyarakat, “Alhamdulillah, warga LDII Pemalang tetap mampu menjaga tradisi berkurban dengan baik. Capaian tahun ini menunjukkan kesadaran beribadah yang terus berkembang. Kurban bukan sekadar penyembelihan hewan, tetapi juga sarana membangun kepedulian, kebersamaan, dan rasa syukur atas rezeki yang diberikan Allah,” ujar Agus.
Ia menambahkan, peningkatan nilai kurban yang terjadi tahun ini patut disyukuri mengingat kondisi ekonomi yang masih menghadapi berbagai tantangan. Menurut Agus, keberhasilan tersebut tidak lepas dari kedisiplinan warga dalam merencanakan ibadah kurban sejak jauh hari.
Salah satu faktor yang berkontribusi terhadap peningkatan kurban di lingkungan LDII Pemalang adalah penerapan program tabungan kurban, yang dikelola secara swadaya oleh masing-masing PAC LDII. Melalui program tersebut, warga dapat menyisihkan dana secara bertahap sepanjang tahun sehingga kebutuhan untuk membeli hewan kurban tidak menjadi beban sekaligus menjelang Iduladha.
“Sistem ini dinilai efektif dalam membangun budaya perencanaan keuangan sekaligus menjaga keberlangsungan pelaksanaan ibadah kurban,” ujar Agus
Agus menjelaskan program tabungan kurban telah menjadi bagian dari pembinaan warga LDII selama bertahun-tahun. Selain membantu kesiapan finansial peserta, program tersebut juga mendorong partisipasi masyarakat yang lebih luas dalam ibadah kurban, “Tabungan kurban merupakan ikhtiar agar ibadah ini dapat dilaksanakan secara terencana dan berkelanjutan. Dengan persiapan yang matang, warga bisa lebih fokus pada nilai ibadah dan manfaat sosial yang dihasilkan,” tutur Agus.








