Wonogiri (17/6). Warga LDII Kabupaten Wonogiri mencatat peningkatan pelaksanaan ibadah kurban pada Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah/2026 Masehi. Berdasarkan rekapitulasi data per 27 Mei 2026, jumlah hewan kurban yang dihimpun warga LDII Wonogiri mencapai 1.735 ekor, terdiri atas 521 sapi, 1.124 kambing Jawa, dan 90 domba dengan total nilai ekonomi mencapai Rp13,22 miliar.
Jumlah tersebut meningkat 7,81 persen dibandingkan pelaksanaan kurban tahun 2025. Peningkatan ini menunjukkan partisipasi warga LDII dalam ibadah kurban terus bertumbuh dari tahun ke tahun. Selain menjadi bentuk ketaatan beribadah, kurban juga menjadi sarana memperkuat kepedulian sosial melalui distribusi daging kepada masyarakat yang membutuhkan.
Ketua DPD LDII Kabupaten Wonogiri, Sutoyo mengatakan capaian tersebut merupakan hasil gotong royong dan kesadaran warga dalam mengamalkan nilai-nilai ibadah sekaligus berbagi kepada sesama. Menurutnya, kurban tidak hanya memiliki dimensi spiritual, tetapi juga membawa dampak sosial yang luas bagi masyarakat.
“Alhamdulillah, jumlah hewan kurban tahun ini mengalami peningkatan. Ini menunjukkan kepedulian warga terhadap ibadah kurban tetap terjaga. Kurban menjadi momentum untuk memperkuat rasa kebersamaan, mempererat hubungan sosial, dan membantu masyarakat yang membutuhkan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, dari total hewan kurban yang terkumpul, sapi mendominasi dengan jumlah 521 ekor atau senilai Rp11 miliar lebih. Sementara kambing Jawa mencapai 1.124 ekor dengan nilai sekitar Rp2,06 miliar dan domba sebanyak 90 ekor senilai Rp153 juta. Menurutnya, pencapaian tersebut mencerminkan partisipasi aktif warga LDII di seluruh kecamatan di Kabupaten Wonogiri.
“Peningkatan ini tidak terlepas dari kesadaran warga untuk menjadikan kurban sebagai investasi ibadah sekaligus sarana berbagi. Kami melihat antusiasme masyarakat terus meningkat meskipun kondisi ekonomi masih menghadapi berbagai tantangan,” katanya.
Sutoyo menambahkan distribusi daging kurban menjadi bagian penting dalam memperkuat hubungan antara warga LDII dan masyarakat sekitar. Ia berharap manfaat kurban dapat dirasakan lebih luas, terutama oleh kalangan yang membutuhkan.
“Kami ingin kurban tidak hanya menjadi kegiatan seremonial tahunan, tetapi juga memberikan dampak sosial yang nyata bagi masyarakat. Melalui pembagian daging kurban, kami berharap dapat mempererat hubungan antarwarga sekaligus menumbuhkan budaya saling peduli dan berbagi,” ujarnya.








