Tanjung Jabung Barat (6/6). Bupati Tanjung Jabung Barat, Anwar Sadat, menggelar open house Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah di rumah dinas bupati. Kegiatan pada Rabu (27/5/2026) itu, menjadi ajang silaturahim antara pemerintah daerah dengan berbagai elemen masyarakat, tokoh agama, organisasi kemasyarakatan, serta warga Kabupaten Tanjung Jabung Barat.
Bupati Anwar Sadat mengatakan silaturahim ini menjadi ruang dialog antara pemerintah daerah dan masyarakat, untuk memperkuat kolaborasi dalam berbagai program pembangunan. “Melalui momentum Idul Adha, pemerintah daerah berharap semangat berbagi, gotong royong, dan kepedulian sosial yang ditunjukkan masyarakat dapat terus tumbuh,” papar Anwar Sadat.
Menurutnya, nilai-nilai tersebut menjadi modal penting dalam mewujudkan Kabupaten Tanjung Jabung Barat yang maju, sejahtera, dan harmonis. Ia juga mengapresiasi kontribusi LDII dalam menumbuhkan semangat berbagi dan kepedulian sosial melalui program kurban.
Bupati menilai keterlibatan ormas dalam kegiatan sosial dan keagamaan menjadi bagian penting dalam mendukung pembangunan daerah, “Idul Adha mengajarkan nilai pengorbanan, keikhlasan, dan kepedulian terhadap sesama. Apa yang dilakukan LDII melalui kegiatan kurban ini sejalan dengan semangat membangun masyarakat yang religius, harmonis, dan penuh gotong royong,” ujar Anwar Sadat.
Ia juga menegaskan bahwa sinergi antara pemerintah daerah, organisasi kemasyarakatan, tokoh agama, dan seluruh lapisan masyarakat perlu terus diperkuat guna menciptakan suasana yang kondusif serta mendukung percepatan pembangunan di Kabupaten Tanjung Jabung Barat.
Sementara itu, Sekretaris DPD LDII Tanjab Barat, Ahmad Edi Saputra, menyampaikan perkembangan pelaksanaan ibadah kurban yang dilakukan warga LDII di berbagai wilayah Kabupaten Tanjung Jabung Barat.
“Alhamdulillah, tahun ini masjid-masjid LDII yang tersebar di Kabupaten Tanjung Jabung Barat melaksanakan penyembelihan sebanyak 27 ekor sapi dan 15 ekor kambing. LDII membuat program dalam bentuk tebar kurban yang dilaksanakan secara nasional dengan mendistribusikan pada masyarakat,” ujar Ahmad Edi Saputra.
Menurutnya, ibadah kurban tidak hanya memiliki nilai spiritual sebagai bentuk ketakwaan kepada Allah SWT, tetapi juga mengandung nilai sosial yang kuat melalui pembagian daging kurban kepada masyarakat.
“Kurban mengajarkan keseimbangan antara hubungan manusia dengan Allah dan hubungan dengan sesama manusia. Melalui pembagian daging kurban, kami berharap dapat membantu masyarakat yang membutuhkan sekaligus mempererat ukhuwah dan kepedulian sosial di tengah masyarakat,” katanya.









