Banyuwangi (26/5). DPD LDII Kabupaten Banyuwangi menerjunkan Tim Rukyatul Hilal, menentukan awal bulan Zulhijah 1447 H. Pemantauan hilal dilaksanakan pada Minggu (17/5/2026) bersama dengan ormas Islam lain di Pantai Pancur, Balai Taman Nasional (BTN) Alas Purwo, Kecamatan Tegaldlimo, Kabupaten Banyuwangi.
“Langkah proaktif ini merupakan tindak lanjut adanya surat edaran DPP LDII perihal kegiatan rukyatul hilal, sekaligus memenuhi undangan resmi dari Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Banyuwangi,” ungkap Ketua DPD LDII Kabupaten Banyuwangi, Heri Sujatmiko.
Ia menegaskan komitmen dan kontribusi LDII dalam mendukung penegakan syariat dan kepastian ibadah umat Islam. “Kegiatan ini menjadi sinergi yang kuat antara LDII, Kementerian Agama, dan ormas-ormas Islam lainnya di Banyuwangi seperti PCNU, PD Muhammadiyah, dan Al-Irsyad dalam menentukan awal bulan qamariyah,” ujar Heri.
Sementara itu, proses pengamatan dan teknis rukyatul hilal dipandu langsung oleh Ketua Tim Rukyat LDII Kabupaten Banyuwangi, Ust. Sumadi. Ia menjelaskan berdasarkan data hisab astronomis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang menjadi acuan di lapangan, posisi hilal di wilayah Banyuwangi berada pada parameter yang cukup signifikan.
“Berdasarkan data BMKG penentu awal Zulhijah 1447 H, konjungsi matahari terjadi pada Ahad, 17 Mei 2026 pukul 03.05 WIB. Untuk wilayah Banyuwangi matahari terbenam tepat pukul 17.10.50 WIB dan bulan terbenam pada 17.33.59 WIB,” jelasnya.
Sumadi yang juga Pengasuh Pondok Pesantren Ar Royyan Jajag tersebut menjelaskan, tinggi hilal di Banyuwangi sore ini terdokumentasi berada pada 4,25 derajat, dengan sudut elongasi mencapai 9,79 derajat. Sedangkan posisi bulan berada di sebelah Utara-Atas Matahari dengan Fraction of Illumination (FI) Bulan sebesar 0,65 persen.
“Secara teoritis, posisi ketinggian hilal dan elongasi di Banyuwangi kali ini sudah memenuhi kriteria baru MABIMS (Menteri Agama Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura) yang mensyaratkan tinggi minimal 3 derajat dan elongasi minimal 6,4 derajat,” tambahnya.
Ia juga menjelaskan bahwa hasil dari pemantauan hilal bersama di Pantai Pancur Alas Purwo, nantinya akan dilaporkan secara resmi dan berjenjang melalui sistem laporan organisasi LDII ke provinsi dan tingkat pusat.
“Selanjutnya hasil tersebut akan dikirimkan langsung sebagai masukan autentik kepada Kementerian Agama RI sebagai bahan pertimbangan dalam Sidang Isbat penetapan 1 Zulhijah dan Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah,” jelasnya.
Melalui partisipasi aktif ini, DPD LDII Banyuwangi berharap dapat terus memberikan kontribusi nyata berbasis sains astronomi dan syariat Islam demi menjaga persatuan, ukhuwah islamiyah, dan kekhusyukan ibadah kaum muslimin di seluruh Indonesia.









