Salatiga (23/5). Dinas Pangan dan Pertanian Kota Salatiga menggelar Bimbingan Teknis Juru Sembelih Halal (JULEHA) pada 19–20 Mei 2026 di Balai Penyuluhan Pertanian Sidorejo dan Rumah Potong Hewan Ruminansia Kota Salatiga, Jawa Tengah. Kegiatan tersebut diikuti berbagai unsur masyarakat, termasuk utusan dari masjid dan Pondok Pesantren Sabilul Jannah Salatiga (SJS) naungan DPD LDII Kota Salatiga.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pangan dan Pertanian Kota Salatiga, Listya Eddy Santoso, mengatakan kebutuhan terhadap juru sembelih halal yang kompeten semakin penting, terutama menjelang momentum Idul Adha dan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap produk halal.
Menurutnya, juru sembelih tidak hanya dituntut memahami tata cara penyembelihan sesuai syariat Islam, tetapi juga harus menguasai aspek kebersihan, keamanan pangan, hingga kesejahteraan hewan, “Kami ingin peserta memiliki kemampuan yang lengkap, mulai dari pemahaman syariat, keterampilan teknis, hingga standar higienitas dan keamanan pangan,” ujar Listya.
Ia menjelaskan pelatihan tersebut juga menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat terkait penyediaan produk hewan yang halal dan aman dikonsumsi. Menurutnya, kompetensi juru sembelih halal memiliki pengaruh besar terhadap kepercayaan masyarakat dalam mengonsumsi produk daging.
“Keberadaan juru sembelih halal yang terlatih akan membantu masyarakat memperoleh produk hewan yang sesuai syariat, sehat, dan terjamin kualitasnya,” katanya.
Salah satu peserta dari LDII Salatiga, Nurrotib mengaku memperoleh banyak tambahan wawasan setelah mengikuti bimtek tersebut. Selama ini ia sudah terbiasa melakukan penyembelihan hewan kurban saat Iduladha, namun pelatihan tersebut memberinya pemahaman lebih rinci mengenai standar penyembelihan halal dan prosedur teknis yang benar.
“Melalui bimtek ini saya menjadi lebih memahami detail penyembelihan sesuai syariat dan standar halal. Praktik yang diberikan juga membantu meningkatkan ketelitian dalam proses penyembelihan,” ujar Nurrotib.
Sementara itu, pengurus Ponpes SJS, Agung Setyawan menilai pelatihan seperti ini penting untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di lingkungan masyarakat, khususnya dalam pelaksanaan penyembelihan hewan kurban dan kebutuhan konsumsi sehari-hari.
Menurutnya, LDII mendukung peningkatan kompetensi warga melalui pelatihan yang berkaitan dengan pelayanan umat dan kebutuhan masyarakat, “Kegiatan ini memberi manfaat besar karena peserta tidak hanya mendapat teori, tetapi juga praktik langsung di lapangan. Harapannya ilmu yang diperoleh dapat diterapkan secara baik di lingkungan masyarakat,” kata Agung.
Melalui pelatihan tersebut, LDII Salatiga berharap para peserta dapat menjadi juru sembelih halal yang profesional, memahami syariat Islam, serta mampu menjaga kualitas dan keamanan produk hewan di tengah masyarakat.









