Cikarang (14/5). PC LDII Cikarang Timur menggelar seminar interaktif bertema “Speech Delay dan Peran Orang Tua untuk Cegah dari Rumah” di Masjid Baitul Manshurin, pada Sabtu (09/05/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari pengajian rutin ibu-ibu dalam rubrik serba-serbi kesehatan.
Seminar diikuti ratusan peserta dari kalangan ibu-ibu warga LDII wilayah Cikarang Timur dan sekitarnya. Hadir sebagai pemateri, Pasya Talitha Ula Sabila dan Azza Talitha Tsania Maesyabani. Keduanya merupakan praktisi terapi tumbuh kembang anak yang berpengalaman dalam layanan terapi wicara, terapi okupasi dan sensory, fisioterapi, serta feeding therapy.
Dalam pemaparannya, keduanya menjelaskan pentingnya orang tua memahami tanda-tanda awal speech delay sejak dini. Menurut mereka, keterlambatan bicara pada anak tidak boleh dianggap sepele karena dapat memengaruhi kemampuan komunikasi dan perkembangan sosial anak.
“Orang tua harus peka terhadap indikasi awal yang terlihat pada anak. Misalnya anak terlambat merespons panggilan, minim kontak mata, atau kemampuan berbicaranya tidak berkembang sesuai usianya,” ujar Pasya Talitha Ula Sabila.
Sementara Azza Talitha Tsania Maesyabani menekankan pentingnya komunikasi aktif antara orang tua dan anak di rumah untuk mendukung perkembangan kemampuan bicara anak.
“Kurangi penggunaan gadget pada anak, terutama tanpa pendampingan. Anak perlu lebih banyak berinteraksi langsung dengan orang tua dan lingkungan sekitarnya agar kemampuan komunikasinya berkembang optimal,” jelasnya.

Panitia pelaksana kegiatan, Fia Azis Sudarto, mengatakan seminar tersebut digelar sebagai bentuk kepedulian LDII terhadap edukasi keluarga, khususnya dalam mendampingi tumbuh kembang anak.
“Kegiatan ini kami adakan agar para orang tua memiliki wawasan yang benar mengenai speech delay. Pencegahan bisa dimulai dari lingkungan keluarga melalui pola komunikasi yang baik dan perhatian terhadap tumbuh kembang anak,” ungkapnya.
Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan sebagai sarana edukasi kesehatan keluarga bagi warga LDII maupun masyarakat luas.











