Sleman (1/5). Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia melakukan monitoring dan evaluasi tahap II program Sekolah Aman-Nyaman di SMA Insan Mulia Boarding School, Kamis (26/3/2026).
Sekolah yang berada di bawah naungan DPD LDII Sleman tersebut menjadi salah satu lokasi verifikasi lapangan untuk memastikan standar keamanan dan kenyamanan lingkungan belajar.
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam mengevaluasi kesiapan satuan pendidikan, khususnya menjelang aktivitas belajar mengajar setelah libur Idul Fitri. Tim Kemendikdasmen meninjau langsung sarana prasarana, sistem keamanan, serta implementasi program pembinaan siswa di lingkungan sekolah berasrama.
Perwakilan Kemendikdasmen E.C. Anom Haryo Bimo Suseto mengatakan verifikasi dilakukan untuk memastikan pelaksanaan program berjalan sesuai standar nasional. Ia menyebut SMA IMBS termasuk dalam daftar sekolah yang dipilih untuk evaluasi langsung di lapangan.
“Sekolah ini masuk dalam 21 satuan pendidikan dari berbagai jenjang di Indonesia yang kami tinjau secara langsung terkait kesiapan lingkungan belajar,” ujarnya.
Dalam kunjungan tersebut, tim juga menilai tindak lanjut program “Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat” yang diterapkan di sekolah. Program ini menjadi bagian dari penguatan karakter siswa dalam menghadapi tantangan sosial dan perkembangan teknologi, “Kami melihat bagaimana sekolah mengintegrasikan pembinaan karakter dalam kegiatan sehari-hari siswa,” kata Bimo.
Wakil Kepala Sekolah bidang Sarana dan Prasarana SMA IMBS Auliadi Rizky Maulana menyebut kehadiran tim Kemendikdasmen menjadi kesempatan bagi sekolah untuk menunjukkan kesiapan fasilitas yang dimiliki. Ia menjelaskan IMBS menjadi salah satu perwakilan dari Daerah Istimewa Yogyakarta dalam program tersebut.
“Untuk wilayah DIY, sekolah kami menjadi perwakilan tingkat menengah di Sleman yang ikut dalam verifikasi ini bersama sekolah lain di Bantul,” ujarnya.
Auliadi menambahkan pihak sekolah terus melakukan pembenahan fasilitas untuk mendukung kenyamanan siswa, terutama yang tinggal di asrama. Ia menyebut berbagai aspek diperhatikan, mulai dari keamanan lingkungan, kebersihan, hingga kelayakan ruang belajar dan tempat tinggal siswa, “Kami berupaya menjaga kualitas lingkungan pendidikan agar siswa dapat belajar dengan baik dan terarah,” ucapnya.
DPD LDII Sleman melalui pengelola sekolah menilai program Sekolah Aman-Nyaman sejalan dengan upaya pembinaan generasi muda yang selama ini dijalankan. Pihak sekolah berharap hasil evaluasi ini dapat menjadi dasar peningkatan kualitas pendidikan di lingkungan LDII.
“Kami ingin memastikan lingkungan pendidikan yang aman dan tertata dapat mendukung perkembangan akademik dan karakter siswa,” kata Auliadi.









