Gunungkidul (1/5). Gerakan Pramuka Kabupaten Gunungkidul menggelar Rapat Kerja Cabang 2026. Acara tersebut dihelat di Sanggar Pramuka Kwarcab Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada Sabtu (11/4/2026).
Kegiatan ini diikuti jajaran pengurus kwartir cabang serta sejumlah undangan, termasuk perwakilan Satuan Komunitas Sekawan Persada Nusantara naungan DPD LDII Gunungkidul.
Rapat kerja ini menjadi forum evaluasi sekaligus penyusunan program kepramukaan di tingkat kabupaten. Agenda utama membahas arah kebijakan yang dinilai perlu menyesuaikan perkembangan zaman, terutama dalam menghadapi perubahan sosial dan kemajuan teknologi.
Ketua Kwarcab Pramuka Gunungkidul Nunuk Setyowati menekankan pentingnya transformasi dalam gerakan pramuka agar tetap relevan bagi generasi muda. Ia menyebut kegiatan kepramukaan perlu dikembangkan tidak hanya pada keterampilan dasar, tetapi juga pada pemanfaatan teknologi digital.
“Pramuka harus mampu mengikuti perkembangan zaman dengan memanfaatkan teknologi sebagai bagian dari proses pembelajaran,” ujarnya.
Nunuk menambahkan penguatan karakter tetap menjadi fondasi utama dalam kegiatan pramuka. Menurutnya, keseimbangan antara kemampuan teknis dan pembentukan kepribadian perlu dijaga agar peserta didik memiliki daya saing sekaligus integritas.
“Pembinaan karakter menjadi bagian penting dalam mencetak generasi yang mandiri dan memiliki wawasan kebangsaan,” kata dia.
Ketua Sako SPN Gunungkidul Suharyanto menyampaikan dukungan terhadap arah kebijakan tersebut. Ia menjelaskan Sako SPN yang berada dalam lingkup pembinaan LDII juga mengembangkan program kepramukaan berbasis karakter.
“Kami mengintegrasikan nilai-nilai karakter dalam setiap kegiatan pramuka agar peserta memiliki landasan moral yang kuat,” ujarnya.
Suharyanto menambahkan pihaknya saat ini mendorong implementasi 29 karakter luhur dalam aktivitas kepramukaan. Program tersebut diarahkan untuk membentuk generasi yang memiliki sikap disiplin, tanggung jawab, serta kemampuan beradaptasi di tengah perubahan.
“Pembinaan karakter menjadi kunci dalam menyiapkan generasi yang mampu bersaing sekaligus berkontribusi di masyarakat,” ucapnya.
Melalui rapat kerja ini, Pramuka Gunungkidul bersama Sako SPN menargetkan lahirnya program yang lebih adaptif dan inovatif. LDII melalui Sako SPN menilai sinergi antarorganisasi menjadi faktor penting dalam memperkuat pembinaan generasi muda.
“Program yang dihasilkan diharapkan mampu menjawab tantangan era digital sekaligus menjaga nilai dasar kepramukaan dalam kehidupan bermasyarakat,” tutup Suharyanto.









