Kediri (29/4). Yayasan Wali Barokah menghadiri undangan Bank Syariah Indonesia (BSI) dalam acara Gathering Sekolah Islam dan Pesantren. Kegiatan tersebut digelar di Tegowangi Ballroom, Grand Surya Hotel, Kota Kediri, Jawa Timur pada Jumat (24/5/2026).
“Tema acara ini adalah “Langkah Emas Menuju Sekolah Berhaji”. Menurut saya ini sangat menginspirasi. Di tengah kesibukan mengelola pendidikan, seringkali perencanaan ibadah haji terabaikan,” jelas Humas Ponpes Wali Barokah, Asyhari Eko Prayitno.
Ia menilai program ini memberikan nilai tambah bagi kesejahteraan para pendidik di lingkungan pesantren. Menurutnya, dengan pendampingan dari BSI, harapanya para pengurus dan pengajar di Pesantren memiliki perencanaan yang lebih terukur untuk menunaikan rukun Islam kelima.
“Ini adalah bentuk sinergi antara dunia perbankan dengan kebutuhan spiritual umat. Kegiatan ini sangat bermanfaat, khususnya dalam membuka wawasan pesantren terkait pengelolaan keuangan syariah yang modern dan terintegrasi,” jelasnya.

Asyhari berharap sinergi seperti ini terus berlanjut sehingga pesantren dapat semakin mandiri dan berdaya saing.
Sementara itu, Manager BSI Area Kediri, Angga Wahyuda Prawiroso, menekankan komitmen BSI untuk menjadi mitra strategis bagi pondok pesantren. Ia menyoroti pentingnya peningkatan inklusi produk perbankan syariah di Indonesia yang masih memiliki ruang besar untuk bertumbuh.
“Kami berharap BSI dapat menjadi sahabat finansial, sahabat spiritual, sekaligus sahabat sosial bagi Bapak dan Ibu sekalian. BSI kini hadir sebagai bank syariah yang modern dengan dukungan teknologi informasi yang mumpuni, menghapus stigma bahwa bank syariah itu tradisional,” jelasnya.
Ia menjelaskan melalui layanan digital, urusan ibadah seperti infak, zakat, hingga perencanaan haji kini jauh lebih mudah dan transparan. Ia juga menambahkan bahwa tema “Sekolah Berhaji” diangkat karena saat ini baru sekitar 5,5 juta penduduk Indonesia yang memiliki tabungan haji.
“BSI ingin memfasilitasi sekolah dan pesantren agar para pengajar serta pengelola memiliki akses informasi dan produk yang memudahkan mereka menuju Baitullah,” tutupnya.









