Klaten (30/4). DPD LDII Kabupaten Klaten mendorong penguatan pembinaan generasi muda melalui olahraga, khususnya sepak bola usia dini yang digagas Forum Sepak Bola Generasi Indonesia (Forsgi). Dukungan tersebut terlihat dalam penyelenggaraan turnamen kelompok umur U-10 dan U-12 di Lapangan Karanglo, Kecamatan Polanharjo, Minggu (19/3/2026).
Turnamen ini diikuti tim dari berbagai kecamatan di Klaten yang terbagi dalam dua grup. Grup A diisi Kalikotes, Wedi, Kemalang, dan Cawas, sementara Grup B diikuti Polanharjo, Jogonalan, Trucuk, serta satu tim tambahan dari Polanharjo. Pertandingan berlangsung kompetitif dengan tetap menjaga prinsip fair play di setiap laga.
Ketua DPD LDII Klaten Sigit Winoto menilai kegiatan olahraga seperti ini memiliki peran penting dalam membentuk karakter generasi muda. Ia menyebut pembinaan melalui sepak bola tidak hanya berfokus pada kemampuan teknis, tetapi juga pada nilai kedisiplinan dan kerja sama.
“Olahraga menjadi sarana efektif untuk membentuk karakter anak sejak dini, termasuk membangun sikap tanggung jawab dan sportivitas,” ujarnya.
Sigit menambahkan pembinaan yang dilakukan sejalan dengan program LDII dalam membentuk generasi yang memiliki keseimbangan antara kemampuan fisik, mental, dan nilai keagamaan. Ia berharap kegiatan ini dapat terus berlanjut sebagai bagian dari pembinaan berkelanjutan.
“Kami mendorong kegiatan seperti ini menjadi agenda rutin agar pembinaan generasi berjalan konsisten,” kata dia.
Camat Polanharjo Moh Prihadi yang hadir dalam pembukaan turnamen menekankan pentingnya menjadikan kompetisi sebagai sarana pembelajaran. Ia mengingatkan para peserta untuk menjunjung tinggi nilai sportivitas selama pertandingan berlangsung.
“Setiap pertandingan menjadi kesempatan untuk belajar, baik dalam teknik bermain maupun sikap di lapangan,” ujarnya.
Perwakilan FORSGI Klaten, Yudo menyampaikan turnamen ini merupakan edisi ketiga setelah sebelumnya digelar di Bayat dan Jatinom. Ia menjelaskan kegiatan ini dirancang untuk memperkuat pembinaan pemain muda melalui pendekatan yang terintegrasi.
“Kami tidak hanya menilai kemampuan bermain, tetapi juga membangun disiplin, kerja sama tim, dan karakter pemain,” ucapnya.
Yudo menambahkan kolaborasi dengan LDII menjadi bagian penting dalam pembinaan tersebut, terutama dalam penguatan nilai karakter. Menurutnya, pendekatan ini dapat membantu menciptakan pemain yang tidak hanya kompeten, tetapi juga memiliki sikap yang baik di dalam dan luar lapangan.
“Pembinaan yang terarah akan menghasilkan generasi pemain yang siap berkembang ke level berikutnya,” katanya.









