Semarang (28/4). Kepengurusan DPD LDII Kota Semarang periode 2026–2030 resmi dilantik oleh Ketua DPW LDII Jawa Tengah, Singgih Tri Sulistiyono. Pelantikan berlangsung di Ballroom Grasia, Semarang, Jawa Tengah, pada Sabtu (25/4/2026).
Hadir pula dalam acara tersebut Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti, Ketua MUI Kota Semarang KH Erfan Soebahar, Ketua FKUB Kota Semarang Mustam Aji, pimpinan Badan Kesbangpol Kota Semarang Bambang Pramusinto, dan sejumlah pimpinan ormas.
Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti, memberikan apresiasi atas kontribusi LDII dan orgmas lainnya dalam menjaga kerukunan di Kota Semarang. Ia menyebut capaian Semarang sebagai salah satu kota dengan tingkat toleransi tinggi merupakan hasil kerja bersama seluruh elemen masyarakat.
“Semarang saat ini menempati peringkat ketiga kota toleran secara nasional, setelah Salatiga dan Singkawang. Dengan jumlah penduduk yang besar, ini menjadi pencapaian luar biasa dan menunjukkan kuatnya semangat kebersamaan,” ungkapnya.
Ia menambahkan, keberhasilan tersebut tidak lepas dari peran aktif organisasi keagamaan, khususnya ormas Islam yang menjadi mayoritas, dalam menjaga harmoni di tengah keberagaman.
Setelah resmi dilantik sebagai sebagai ketua, Sunarto menegaskan komitmennya untuk membumikan nilai-nilai toleransi sebagai fondasi utama kehidupan masyarakat di Kota Semarang.
Ia menyampaikan, menjaga dan memperkuat toleransi merupakan amanah penting yang juga menjadi perhatian Pemerintah Kota Semarang.
Menurutnya, iklim toleransi yang terjaga tidak hanya menciptakan suasana kondusif, tetapi juga berdampak pada meningkatnya kepercayaan investor dan percepatan pembangunan daerah.
“Ke depan, tugas kami adalah mensosialisasikan dan memberi contoh nyata kepada masyarakat. Toleransi tidak cukup dipertahankan, tetapi harus diwujudkan dalam tindakan sehari-hari, dimulai dari lingkungan terkecil,” ujarnya.
Ia menekankan pentingnya pendekatan persuasif, komunikasi yang baik, serta pengamalan nilai-nilai Pancasila dalam membangun kerukunan. LDII, lanjutnya, akan terus membuka ruang kolaborasi dengan berbagai elemen masyarakat, baik tokoh agama, organisasi kemasyarakatan, maupun lintas keyakinan.
“Kami tidak bisa bekerja sendiri. Kolaborasi adalah kunci untuk menjaga Kota Semarang tetap harmonis dan inklusif,” tegasnya.
Ia berharap nilai toleransi dapat diimplementasikan secara konkret di lingkungan masing-masing, sekaligus melibatkan generasi muda sebagai penerus yang memiliki karakter inklusif dan aktif dalam menjaga persatuan.
Pada kesempatan tersebut, Singgih Tri Sulistiyono, menilai Kota Semarang sebagai barometer perkembangan LDII di tingkat provinsi. Ia berharap kepengurusan baru mampu menghadirkan dakwah Islam yang menyejukkan, dan menjadi rahmat bagi seluruh alam.
“LDII harus mampu menciptakan suasana yang damai, rukun, dan kondusif, sekaligus bersinergi dengan program pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Ia juga berpesan agar seluruh pengurus menjadikan aktivitas organisasi sebagai bagian dari ibadah, memberikan teladan yang baik, serta menghadirkan program yang solutif terhadap berbagai tantangan sosial di tengah arus globalisasi.
Di sisi lain, Kepala Badan Kesbangpol Kota Semarang, Bambang Pramusinto, berharap LDII dapat menjadi agen pembaruan di tengah banyaknya organisasi kemasyarakatan di Kota Semarang.
Ia menyebut saat ini jumlah Ormas di kota Semarang ada sekitar 400 dan yang terdaftar baru 291. Sedangkan indeks kinerja ormas masih berada di angka 65,7 dan perlu ditingkatkan.
“Dengan jumlah ormas yang cukup banyak, kami berharap LDII bisa mendorong kemandirian, integritas, dan keberlanjutan organisasi, sehingga mampu menjadi mitra strategis pemerintah dalam percepatan pembangunan,” pungkasnya









