Jakarta (28/4). Direktur Jenderal Politik dan Pemerintahan Umum (Polpum) Kementerian Dalam Negeri, Akmal Malik, melakukan kunjungan kerja ke Pondok Pesantren (Ponpes) Minhajurrosyidin, Lubang Buaya, Jakarta Timur pada Senin (27/4/2026). Kunjungan tersebut bertujuan untuk melihat langsung pengelolaan lingkungan berbasis ekonomi sirkular yang dijalankan di lingkungan pesantren.
Akmal Malik mengapresiasi keberadaan program zero waste yang saling terhubung dengan berbagai sektor, mulai dari peternakan hingga pertanian, “Saya melihat pesantren ini mengelola sampah melalui program zero waste berbasis ekonomi sirkular. Di sini ada peternakan ayam, budidaya maggot, perikanan, domba, hingga sayuran. Ini adalah ekonomi sirkular yang baik, tinggal skalanya saja yang perlu terus ditingkatkan,” ujar Akmal.
Ia juga berharap ormas-ormas, termasuk LDII, dapat terus mengembangkan binaan yang dapat menjadi contoh bagi pihak lain. “Kami ingin membangun citra ormas yang betul-betul memberikan manfaat bagi bangsa,” tambahnya.
Dalam kesempatan tersebut, Akmal berinteraksi langsung dengan para pengelola di lapangan. Ia mempraktikkan teknik penanaman anggur dan sistem hidroponik. Bahkan, ia pun mengecek langsung budidaya maggot untuk menekankan pentingnya aspek teknis dalam pemeliharaan.
“Jika ingin membudidayakan maggot, kita harus berani menyentuhnya langsung untuk memastikan apakah tingkat kelembabannya sudah ideal,” jelasnya.
Sementara itu, Ketua Ponpes Minhajurrosyidin, KH Choirul Baihaqi, menjelaskan upaya yang dilakukan pihak pesantren bermula dari langkah-langkah kecil di tingkatnya.
“Kami berupaya berbuat dari hal kecil agar bisa bermanfaat dalam skala yang lebih besar. Saat ini, kami sudah menerapkan sirkulasi ekonomi yang berkaitan dengan sampah organik. Hasilnya cukup membantu, jika semula dalam sebulan kami harus mengirim sampah ke Bantar Gebang, sekarang kami sudah tidak lagi mengirim sampah ke sana,” ungkap Baihaqi.
Ia menambahkan, kemandirian pengelolaan sampah ini merupakan bagian dari upaya pesantren, untuk menjaga kelestarian lingkungan sekaligus membantu beban pengolahan sampah di Provinsi Jakarta.

Senada dengan hal tersebut, Tim Litbang, IPTEK, Sumber Daya Alam, dan Lingkungan Hidup (Lisdal) DPP LDII, Hari Winarsa, mengajak generasi muda untuk mengambil peran dalam menjaga kemaslahatan masyarakat melalui hal-hal teknis seperti lingkungan hidup. Ia menekankan pentingnya penguatan karakter bagi generasi penerus.
“Sesuai saran Pak Dirjen, kami berharap generasi muda LDII terus belajar dan menanamkan 29 karakter luhur. Kita berharap mereka menjadi pemimpin yang peduli pada hal-hal kecil yang bersinggungan langsung dengan kemaslahatan hidup masyarakat, baik itu di perkotaan maupun di pedesaan,” tutup Hari.
Kunjungan ini diakhiri dengan diskusi mengenai pengembangan tata ruang hijau di area pesantren guna memperkuat ketahanan dan swasembada pangan.









