Jakarta (27/4). Musyawarah Nasional (Munas) X LDII yang berlangsung pada 7–9 April 2026 di Pondok Pesantren Minhaajurrosyidiin berjalan dengan suasana “sejuk”, sukses, aman, selamat, lancar, barokah. Hal tersebut disampaikan Ketua Umum DPP LDII, Dody Taufiq Wijaya dalam musyawarah evaluasi Munas X LDII, yang bertempat di kantor DPP, Senayan Jakarta pada Sabtu (25/4).
Dody menyampaikan Munas X ini berbeda dengan Munas IX tahun 2021 lalu yang pembukaannya dilaksanakan secara hybrid oleh Presiden Jokowi di Istana Negara. Ia juga menyampaikan Munas X ini menyajikan nuansa baru melalui penyelenggaraan side event bertajuk GenFest atau Festival Generasi Penerus (Generus).
“Acara yang dikelola oleh generus muda LDII ini sukses menarik perhatian khalayak serta meningkatkan antusiasme terhadap agenda utama Munas X,” jelas Ketua Umum DPP LDII, Dody Taufiq Wijaya.
Ia menyampaikan bahwa GenFest berhasil menjadi magnet bagi peserta dari berbagai daerah, baik dari warga lokal Jabodetabek maupun luar kota yang hadir khusus untuk meramaikan acara.
“Kegiatan seperti bazar, lokakarya, dan workshop kreatif yang diisi oleh generasi muda terbukti efektif menjadi daya tarik yang secara tidak langsung, memberikan kontribusi signifikan terhadap kesuksesan penyelenggaraan Munas X secara keseluruhan,” jelasnya.
Sementara itu, Ketua Organizing Committee (OC), Rulli Kuswahyudi menyampaikan tantangan terbesar Munas X ini adalah mepetnya waktu persiapan. Ia menyampaikan jika dihitung masa efektif persiapan hanya selama dua bulan karena terpotong masa libur lebaran.
“Berbeda dengan Rakernas 2023 yang melalui 30 kali musyawarah, Munas X ini hanya melewati kurang dari 10 kali pertemuan koordinasi formal. Sangat minim sekali, tapi alhamdulillah karena teman-teman sudah terbiasa untuk kegiatan-kegiatan DPP seperti ini, jadi sudah tahu apa yang harus dilakukan, tidak terlalu sulit,” jelasnya.
Rulli menjelaskan meskipun persiapan tergolong singkat panitia berhasil menghadirkan 14 narasumber dari target awal 13 orang. Ia menerangkan kehadiran peserta dari seluruh DPW, DPD Kota dan Kabupaten di Indonesia juga dilaporkan mencapai 100 persen, sehingga memenuhi kuorum nasional secara mutlak.
“Keberhasilan Munas X ini terlihat dari keterlibatan tim publikasi dari lima pondok pesantren besar LDII. Ada 5 pondok pesantren besar LDII yang mengirimkan KIM membantu di bidang publikasi, ini adalah kolaborasi baru dalam kepanitiaan Munas X,” ungkapnya.

Selaras dengan Ketua Umum LDII, penyelenggaraan Munas X kali ini mencatatkan keberhasilan melalui inovasi GenFest. Perhelatan pendamping tersebut menggantikan konsep Expo pada pagelaran sebelumnya.
“Kalau yang lalu kita punya namanya Expo, kita ubah konsepnya dan pelaksanaannya. Kami bikin namanya GenFest lebih ke anak muda, yang kita sajikan juga untuk anak muda dan kegiatan-kegiatan untuk anak muda,” paparnya.
Rulli mengungkapkan kesuksesan GenFest membuka peluang untuk menjadikan GenFest sebagai program pendukung tetap, dalam berbagai agenda DPP mendatang.








