Malang (27/4). Prestasi membanggakan kembali ditorehkan para santri Pondok Pesantren Mahasiswa (PPM) Al-Kautsar, Malang, Jawa Timur. Generasi muda LDII itu berhasil meraih Silver Medal pada ajang Bandung Essay Competition 3 (BEC 3) tingkat nasional melalui inovasi di bidang pertanian berbasis teknologi.
Mereka adalah Dimas Ragil Aditya, mahasiswa Politeknik Negeri Malang, yang menciptakan karya ‘Smart Irrigation: Sistem Chemical Neutralizer Otonom Berbasis IoT dalam Mendukung Ketahanan Pangan Nasional’. Inovasi tersebut menawarkan solusi atas permasalahan pencemaran air irigasi akibat limbah domestik, industri, dan pertanian.
Dimas menjelaskan sistem yang dikembangkannya mampu memantau sekaligus menstabilkan kualitas air secara otomatis. “Sistem ini menggunakan sensor seperti pH, EC, dan TDS untuk memantau kondisi air, kemudian data dianalisis melalui IoT. Setelah itu, unit chemical neutralizer bekerja menetralkan zat berbahaya sebelum air dialirkan kembali ke sawah secara real-time,” ujarnya.
Ia menambahkan, gagasan tersebut berangkat dari keprihatinannya terhadap menurunnya kualitas air irigasi yang berdampak pada produktivitas pertanian. “Kami ingin menghadirkan solusi yang tidak hanya inovatif, tetapi juga aplikatif bagi petani, khususnya di daerah yang terdampak limbah,” tambahnya.
Menurut Dimas, partisipasinya dalam kompetisi ini tidak semata-mata untuk meraih prestasi, tetapi juga sebagai sarana pengembangan diri. “Saya ingin mengasah kemampuan berpikir kritis, menyalurkan ide inovatif, sekaligus menambah pengalaman dan memperluas relasi,” ungkapnya.

Keberhasilan tersebut menjadi pembuktian bagi Dimas bahwa santri pondok pesantren sekaligus mahasiswa mampu bersaing di tingkat nasional melalui karya inovatif berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi. “Semoga Inovasi yang dihasilkan diharapkan dapat terus dikembangkan dan diimplementasikan secara lebih luas guna mendukung peningkatan kualitas air irigasi serta ketahanan pangan nasional,” pungkasnya.
Kompetisi itu diikuti oleh peserta dari berbagai daerah di Indonesia. Dalam ajang tersebut, Dimas berhasil menunjukkan keunggulan inovasinya hingga meraih penghargaan di kategori pertanian. (Nisa)








