Pasangkayu (1/2). DPD LDII Pasangkayu menghelat pengajian mubaligh mubalighah se-Kabupaten Pasangkayu dengan materi Hadist Shahih Bukhari. Kegiatan yang berlangsung di Pasangkayu, Sulawesi Barat pada Minggu (25/1/2026) itu, dihadiri Ketua FKUB Pasangkayu, Jabarudin Rowar.
Ketua FKUB Jabarudin Rowar menjelaskan pendekatan moderasi beragama sebagai kunci dalam menyelesaikan persoalan-persoalan sosial di tengah masyarakat yang majemuk. “Moderasi beragama bukan memoderasi ajaran agama yang sudah sempurna, tetapi memoderasi cara umat memahami dan mengamalkannya agar tidak kaku atau terlalu bebas,” tegas Jabarudin.
Ia berharap para mubaligh LDII dapat menjadi teladan di tengah masyarakat dalam membangun kerukunan, bersikap adil, dan menghormati perbedaan pendapat. “Para dai agar berani mengambil jalan tengah yang damai demi terwujudnya kehidupan bermasyarakat yang harmonis di Pasangkayu,” tutupnya.
Pada kesempatan itu, Ketua DPD LDII Pasangkayu, Lukman Efendi, menekankan pentingnya hidup rukun antarumat beragama. Menurutnya, kerukunan ini tak lepas dari peran FKUB, “Kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada Ketua FKUB Pasangkayu atas kinerja dan dedikasinya selama dua periode memimpin FKUB dalam menjaga kerukunan di Pasangkayu,” kata Lukman.
Sementara itu, pengajian Hadist Shahih Bukhari tentang manasik haji disampaikan Ust. Muhammad Tojin. Dalam paparannya, ia mengulas pentingnya pemahaman ibadah haji yang benar.
Ust. Tojin juga menyinggung peran pemerintah dalam memfasilitasi kelancaran pelaksanaan ibadah haji bagi masyarakat Indonesia. “Alhamdulillah, pemerintah kita sangat memperhatikan umat, terutama dalam hal pelayanan ibadah haji,” ujarnya. Ia berharap, pemerintah semakin baik dalam melayani dan mengayomi masyarakat, khususnya terkait penyelenggaraan haji.








