Lembaga Dakwah Islam Indonesia
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2026-2031
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Pemantauan Hilal
    • Disabilitas
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
  • DESAIN GRAFIS & KHUTBAH
    • HUT Kemerdekaan RI
    • Nasehat Salat Idul Adha 1447 H
    • Idul Adha 2026
    • Munas LDII 2026
    • Nasehat Solat Idul Fitri 2026
    • Idul Fitri 2026
    • Ramadan 2026
    • Rapimnas LDII 2026
  • JADWAL SALAT & IMSAKIYAH
No Result
View All Result
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2026-2031
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Pemantauan Hilal
    • Disabilitas
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
  • DESAIN GRAFIS & KHUTBAH
    • HUT Kemerdekaan RI
    • Nasehat Salat Idul Adha 1447 H
    • Idul Adha 2026
    • Munas LDII 2026
    • Nasehat Solat Idul Fitri 2026
    • Idul Fitri 2026
    • Ramadan 2026
    • Rapimnas LDII 2026
  • JADWAL SALAT & IMSAKIYAH
No Result
View All Result
Lembaga Dakwah Islam Indonesia
No Result
View All Result
Home Dari Kami Nasehat

Sholih

2012/05/28
in Nasehat
0
anak sholeh
Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsApp

Minggu – minggu ini, pengajian di masjid terasa sepi. Sebabnya, banyak orang tua, khususnya ibu – ibunya yang ijin untuk mendampingi anak – anaknya belajar.  Alasannya, membantu menyiapkan anak – anaknya mengikuti THB atau semesteran agar naik kelas. Sebenarnya keadaan ini sungguh memilukan. Alih – alih menemukan solusi yang lebih baik, justru kondisi ini menjadi sebuah dalih yang dipaksakan harus bisa diterima untuk meninggalkan ngaji. Dari tahun ke tahun begitu terus. Berulang dan berulang. Dan rasanya tidak ada lagi antisipasi terhadap kondisi ini. Perubahan atau perkembangan yang berarti dari situasi ini pun tak ada. Misal membiasakan anak belajar secara rutin. Ngaji lancar, belajar sukses. Ngaji jalan, pendidikan berkembang. Namun, tetap saja begitu. Trenyuh — pilu hati ini.

Seorang penasehat bertutur dengan bijak. “Nak, sekarang waktunya ngaji. Bapak tahu besok kamu ujian. Tetapi ngaji itu kewajiban yang lebih penting. Sekarang ayo ngaji dulu. Kamu bisa siapkan untuk ujian sebelum dan sesudah ngaji. Kalau habis ngaji kamu ngantuk, tidurlah dulu. Nanti Bapak bangunkan di sepertiga malam untuk doa dan terus belajar.”

Pagi sebelum berangkat si Bapak terus berpesan menguatakan hati si anak, “Nak, kamu sudah netepi kewajiban. Sudah belajar dan sudah doa kepada Allah. Sekarang berangkatlah untuk ujian. Bapak doakan kamu sukses. Allah pasti menolong. Kamu pasti bisa.” Pleng…!!! Seakan saya mendapatkan tamparan di wajah. Pipi kiri, kanan dan jidat kena juga. Nasehat yang jarang terdengar dan mampu diutarakan. Banyak hati – hati yang tertusuk dengan nasehat itu. Sebab sudah jarang dilakukan oleh kawanan yang disebut sebagai orang tua. Kata – kata yang asing, di tengah kelindan jaman.

Di tempat lain, saya membaca sebuah testimoni dari seorang bapak – salah satu saudara kita – atas keberhasilan anaknya yang mendapat beasiswa belajar di Negeri Hitler. Sebuah prestasi yang membanggakan tentunya. Sebab jarang yang mendapatkan pencapaian seperti itu. Tidak semua orang bisa. Banyak yang mencari, namun tidak seberuntung anaknya. Bukan hanya di kalangan kita, bahkan harus beradu dengan mereka semua, dari luar lingkungan kita. Perasaan bangga rasanya wajar. Sedikit membusungkan dada atas jerih payah selama ini seakan pantas. Apalagi dikaitkan dengan menceritakan nikmat sebagai bentuk kesyukuran yang dalam. Keberhasilan tidak datang tiba – tiba. Perlu usaha yang cerdas dan kontinyu. Dengan niat yang tulus, tentu menjadi hal yang sangat berharga sebagai kaca benggala buat yang lain. Haru. Jangan sampai pupus.

Di sembarang waktu di belahan bumi yang lain, saya mendapati rupa lain lagi. Sebuah nasehat yang begitu menghentak. Wajah lain dari kompleksitas kehidupan dari komunitas yang sama. Realita yang begitu menggoda untuk sekedar didengar. Bahkan saya pun mengalami sendiri kejadiannya. Seorang teman berusaha sekuat tenaga agar bagaimana anaknya bisa sekolah. Boleh bilang dipaksakan. Dengan lantang seorang pembina generus mengingatkan, sekarang banyak para ustadz dan penyampai merasa bangga setelah berhasil menyekolahkan anak – anaknya sampai ke ITM (Institut Teknologi Mbandung). Seolah mengirimkan pesan, jangan ikuti jalan saya. Jelas sekali kata – kata itu. Dan saya pun membisu. Tertekuk dalam, dalam ketermenungan yang sangat. Meratapi apa yang sedang terjadi.

Selanjutnya sang penasehat mengutip, kebanggaan menjadi pembawa dan pembela quran hadits semakin redup, walau kata dari kalangan nara sumbernya sendiri.  Yang paling nandes dari nasehatnya adalah banyak orang tua sekarang yang menyiapkan anaknya untuk pandai mencari dunia, bukan pembekalan agar pandai menyikapi dunia ini. Padahal mensikapi dunia inilah hal mendasar yang perlu dipersiapkan, sebagaimana tuntunan Allah – Rasul untuk menjadikan anak – anak orang iman anak yang sholih – sholihat.

Sampai di sini saya instrospeksi. Apakah saya berada di tempat yang salah dan waktu yang salah? Mengalami situasi periodical seperti hal di kompleks saya. Kadang membuat hati pegal. Membaca testimony yang membanggakan, laksana obat kuat untuk berpacu di dalamnya. Juga mendapati situasi yang mengerikan seperti cerita terakhir. Seakan langit mau runtuh. Mau dibawa kemana gerbong agama ini? Kita sering lupa. Ya, itu penyakit lama yang masih menjadi momok di masa modernitas jaman. Padahal Rasulullah SAW mengingatkan; “Ada empat perkara yang termasuk kebahagiaan, yaitu istri yang sholihah, anak – anak yang baik – baik (abroron), lingkungan tempat bergaul yang baik dan rejekinya berada di negeri sendiri.” (Rowahu Ibnu Asakir) Yang dimaksud abroron adalah kualitas yang setara dengan sholih, bahkan cenderung lebih. Abroron adalah penegasan – beriman lagi berilmu, sebagaimana firman Allah – yarfa’illah alladziina amanu walladziina utul ilma darojah, sebagai penjelasan lebih jauh gandengan alladziina amanu wa amilush-sholihaat.

Atau saya termasuk orang yang usil? Yang suka menunjuk hidung orang lain. Padahal sejatinya ketika satu jari menunjuk keluar, tiga jari menunjuk diri sendiri. Menyalahkan bukan tindakan yang tepat. Berdiam diri juga kurang santun. Semua menjadi cermin bahwa kita perlu segera berbenah. Mengambil tindakan yang perlu, baik dan terkontrol. Bukan bersiap pandai mencari dunia, tetapi bagaimana pandai bersikap menghadapi dunia ini. Mungkin kata kunci: pandai menyikapi dunia inilah yang banyak dilupakan.

Pada akhirnya, saya berpikir lagi, rasanya perlu lagi menggelorakan nasehat: beli kerbau dapat talinya – beli ranjang dapat kolongnya dan menanamkan dalam – dalam di setiap bilik sanubari setiap diri, dengan akar hati yang tulus dan dinding tekad yang kuat untuk meraihnya. Atau kita akan benar – benar tertinggal karenanya dan mendapati anak – anak kita tidak sholih lagi, walaupun pandai dan disanjung masalah dunia.

Oleh : Faizunal Abdillah

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

KOMENTAR TERKINI

  • Harfan Suyoko on LDII Bener Meriah Silaturahim dengan Wakil Bupati Bahas Pemberdayaan Umat
  • Fauzi Achmadi on Buka Musda VI LDII Kota Metro, Wali Kota Penguatan Ormas dalam Pembangunan
  • Supardo on Buka Musda VI LDII Kota Metro, Wali Kota Penguatan Ormas dalam Pembangunan
  • Supardo on LDII Hadiri Rapat Kerja Daerah MUI Jakarta Pusat Dorong Perkuat Nilai Moderasi Agama
  • Muhamad Ipa Slamet on Ketua DPP LDII: TNI Dan Ormas Harus Saling Memperkuat Jaga Kedaulatan
  • Trending
  • Comments
  • Latest
LDII Papua Barat Daya Mohon Hujan Berkah Lewat Salat Istisqa

LDII Papua Barat Daya Mohon Hujan Berkah Lewat Salat Istisqa

October 13, 2026
LDII Sumbawa Barat Lanjutkan Sinergi Penyuluhan Hukum dengan Kajari Baru

LDII Sumbawa Barat Lanjutkan Sinergi Penyuluhan Hukum dengan Kajari Baru

October 13, 2026
LDII Boyolali Ikuti Sosialisasi Komitmen Ormas Jaga Stabilitas Sosial dan Keutuhan NKRI

LDII Boyolali Ikuti Sosialisasi Komitmen Ormas Jaga Stabilitas Sosial dan Keutuhan NKRI

October 14, 2026
Kwarcab Pemalang Melantik Sako SPN Periode 2026–2031

Kwarcab Pemalang Melantik Sako SPN Periode 2026–2031

October 14, 2026
Ketua Umum LDII: Ormas Harus Berdampak untuk Kemaslahatan Umat

Ketua Umum LDII: Ormas Harus Berdampak untuk Kemaslahatan Umat

0
LDII Dorong Diversifikasi dan Konservasi Lahan untuk Perkuat Ketahanan Pangan

LDII Dorong Diversifikasi dan Konservasi Lahan untuk Perkuat Ketahanan Pangan

0
Perkuat Kerukunan Lintas Agama, Pemuda LDII Lumajang Ikuti Kemah Moderasi Beragama

Perkuat Kerukunan Lintas Agama, Pemuda LDII Lumajang Ikuti Kemah Moderasi Beragama

0
LDII Sulbar Perkuat Sinergi Tokoh Agama dan Pemerintah

LDII Sulbar Perkuat Sinergi Tokoh Agama dan Pemerintah

0
Ketua Umum LDII: Ormas Harus Berdampak untuk Kemaslahatan Umat

Ketua Umum LDII: Ormas Harus Berdampak untuk Kemaslahatan Umat

October 17, 2026
LDII Dorong Diversifikasi dan Konservasi Lahan untuk Perkuat Ketahanan Pangan

LDII Dorong Diversifikasi dan Konservasi Lahan untuk Perkuat Ketahanan Pangan

October 17, 2026
Perkuat Kerukunan Lintas Agama, Pemuda LDII Lumajang Ikuti Kemah Moderasi Beragama

Perkuat Kerukunan Lintas Agama, Pemuda LDII Lumajang Ikuti Kemah Moderasi Beragama

October 17, 2026
LDII Sulbar Perkuat Sinergi Tokoh Agama dan Pemerintah

LDII Sulbar Perkuat Sinergi Tokoh Agama dan Pemerintah

October 17, 2026

DPP LDII

Jl. Tentara Pelajar No. 28 Patal Senayan 12210 - Jakarta Selatan.
Telepon: 0811-8604544

SEKRETARIAT
sekretariat[at]ldii.or.id
KIRIM BERITA
berita[at]ldii.or.id

BERITA TERKINI

  • Ketua Umum LDII: Ormas Harus Berdampak untuk Kemaslahatan Umat October 17, 2026
  • LDII Dorong Diversifikasi dan Konservasi Lahan untuk Perkuat Ketahanan Pangan October 17, 2026
  • Perkuat Kerukunan Lintas Agama, Pemuda LDII Lumajang Ikuti Kemah Moderasi Beragama October 17, 2026

NAVIGASI

  • Home
  • Contact
  • Jadwal Salat & Imsakiyah
  • Hitung Zakat
  • Privacy Policy
  • NUANSA PERSADA

TELEGRAM

Untuk mengirim berita dari daerah Anda, silakan install aplikasi TELEGRAM lalu klik tautan berikut:

https://t.me/ldiibot

  • Home
  • Contact
  • Jadwal Salat & Imsakiyah
  • Hitung Zakat
  • Privacy Policy
  • NUANSA PERSADA

© 2020 DPP LDII - Managed by KIM & IT Division.

No Result
View All Result
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • AD / ART LDII
    • Susunan Pengurus DPP LDII 2026-2031
    • 8 Pokok Pikiran LDII
    • Fatwa MUI
    • Daftar Website LDII
    • Video LDII
    • Contact
  • RUBRIK
    • Artikel
    • Iptek
    • Kesehatan
    • Lintas Daerah
    • Opini
    • Organisasi
    • Nasehat
    • Nasional
    • Seputar LDII
    • Tahukah Anda
  • LAIN LAIN
    • Pemantauan Hilal
    • Disabilitas
    • Kirim Berita
    • Hitung Zakat
  • DESAIN GRAFIS & KHUTBAH
    • HUT Kemerdekaan RI
    • Nasehat Salat Idul Adha 1447 H
    • Idul Adha 2026
    • Munas LDII 2026
    • Nasehat Solat Idul Fitri 2026
    • Idul Fitri 2026
    • Ramadan 2026
    • Rapimnas LDII 2026
  • JADWAL SALAT & IMSAKIYAH

© 2020 DPP LDII - Managed by KIM & IT Division.