Selayang Pandang Perkemahan Besar Sako Pramuka Sekawan Persada Nusantara

Sako

Sako

Perkemahan Besar Satuan Komunitas Pramuka Sekawan Persada Nusantara yang berlangsung tanggal 23-26 Desember 2011 di lokasi Pusat Latihan Multi Fungsi POLRI, Cikeas-Jawa Barat dibuka secara resmi oleh Ka Kwarnas, Prof. Dr. H. Azrul Azwar, MPH didampingi Ketua Umum DPP LDII, Prof. Dr. Ir. H. Abdullah Syam, MSC. Pada acara pembukaan tersebut Ka Kwarnas menyampaikan pesan kepada para peserta untuk : 1. Mengikuti seluruh kegiatan dan arahan dari para Kakak Pembina maupun Panitia dengan sebaik-baiknya.

2. Menjaga kesehatan dan kondisi badan menghadapi cuaca pada selama perkemahan.
Adapun kepada Panitia Perkemahan dari Rintisan Sako Sekawan Persada Nusantara diharapkan dapat melaksanakan perkemahan sesuai susunan kegiatan yang telah disusun serta sebagai sarana untuk mengkonsolidasikan Satuan Komunitas Sekawan Persada Nusantara dengan masing-masing Sako Daerah peserta dari Lampung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Bali, Kalimantan Timur dan Sulawesi Tenggara.

 

Ka Kwarnas bersama Ketua Umum DPP LDII juga melaksanakan penanaman bibit pohon mangga secara simbolis di lokasi perkemahan yang diikuti oleh seluruh peserta perkemahan dengan menanam +/- 500 bibit pohon buah di sekitar lokasi perkemahan.
Selesai acara pembukaan Perkemahan Besar, dilanjutkan dengan ramah tamah di ruang transit antara jajaran DPP LDII dengan para pembina dan para peserta serta panitia perkemahan. Jajaran Pimpinan DPP LDII juga sempat berfoto dengan para peserta dan panitia dari Lampung, Kalimantan Timur, Sulawesi Tenggara, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah dan Bali.

 

 

DITUTUP OLEH ASDEP KEMENPORA

Alhamdulillah seluruh rangkaian kegiatan Perkemahan Besar telah berlangsung aman, selamat, lancar dan barokah. Akhirnya pada Hari Senin, 26 Desember 2011 acara Perkemahan Besar Sako Sekawan Persada Nusantara ditutup secara resmi oleh ASDEP BIDANG KEWIRAUSAHAAN PEMUDA KEMENPORA REPUBLIK INDONESIA, Kak Ir. H. Rathoyo Rasdan, MBA.

Pada upacara penutupan, Kak Rathoyo menyampaikan amanat yang meng-inspirasi para peserta perkemahan bahwa pramuka sekarang ini dalam menyanyikan lagu “disini senang disana senang” harus ditambahkan dengan “perutku kenyang” yang maksudnya bahwa pramuka sebagai generasi muda harus bisa mandiri. Hal ini sejalan dengan visi Sako Pramuka Sekawan Persada Nusantara untuk mewujudkan pembinaan generasi muda yang berilmu, berkhlak mulia dan mandiri.
Pada kesempatan tersebut Kak Rathoyo juga menyampaikan bahwa para peserta, khususnya yang masih bersekolah untuk dapat bersikap positif pada 3 lingkungan, yaitu: lingkungan sekolah, lingkungan extra sekolah dan lingkungan dunia maya. Artinya di lingkungan sekolah bisa jadi bintang pelajar, di lingkungan extra sekolah bisa mengikuti kegiatan yang positif seperti pramuka dan di lingkungan dunia maya dapat menggunakan untuk kebaikan dan hal yang positif.

sako

sako

 

TARGET SELANJUTNYA

Rintisan Satuan Komunitas Sekawan Persada Nusantara, untuk diakui sebagai Satuan Komunitas berbasis masjid dan pondok pesantren yang secara resmi dan legal di Indonesia masih memiliki beberapa target ke depan, diantara:
1.Mengkonsolidasikan Satuan Komunitas-Satuan Komunitas di Daerah-daerah sehingga tercapai 50% provinsi lebih.
2.Membentuk kepengurusan SAKONAS Sekawan Persada Nusantara sesuai amanah SK Kwarnas pada Tim 7.
3.Melaporkan hasil-hasil rintisan SAKO SPN kepada Kwarnas paling lambat Bulan Agustus 2011 agar dapat diresmikan sebagai SAKO pertama di Indonesia sesuai amanah UU No. 12/ 2010 tentang Gerakan Pramuka. … (HMM 2011)

 

Sako

Sako

Oleh : Herlan Maulana

Janji Untuk Ibu

Janji untuk ibu

Janji untuk ibu

Pautan dua cinta yang terikat kuat antara ibu dan anak sepertinya takkan pernah putus. Tetapi kekokohannya bukan tidak mungkin usang dan kendur. Dan selalu anak yang mengendurkan tali cinta kasih itu. Ibu, rasanya terlalu mulia untuk dituduh mengusangkan kekokohan pautan cinta suci yang berakar di hatinya.
Ibu tidak pernah mengumbar janji untuk menyayangi anaknya. Derai air mata dan cucuran peluhnya jauh lebih nyaring mengatakan “sayang” ketimbang janji manis atau bahkan omelannya ketika si anak berulah. Baginya cinta dan sayang selalu ada untuk anak2nya, hingga ia tak perlu lagi janji, karena janji hanya untuk sesuatu yang belum tersedia. Tetapi janji adalah suara sehari2 yang sampai ke telinga seorang ibu dari mulut anak2-nya. Dan sering kali janji itu jauh lebih memekakan telinga daripada menjernihkan mata karena melihat bukti dari janji2 itu.

Seorang anak yang merasa sudah cukup sukses suatu ketika berucap janji kepada ibu yang disayanginya. “Ibu, kalau sudah punya cukup uang saya ingin sekali mengongkosi ibu dan ayah naik haji.” Ibunya tersenyum. Dari ujung matanya kristal2 bening meleleh membasahi pipi. Didekapnya buah hati yang memiliki niat baik itu. Tanpa suara. Hanya dadanya yang bergemuruh memikul haru yang begitu besar. Bayangan masa2 kecil anaknya yang menyimpan banyak kenangan manis lalu pun hadir. Disusul bayangan kerinduan yang sangat untuk berziarah ke baitullah. Dalam hatinya ia berucap, “Semoga niat sucimu terkabul, sayang.” Dan sebuah kecupan mendarat di dahi puterinya yang cantik itu.
Waktu pun berlari menyisakan hitungan hari, hingga pada suatu saat keberuntungan berpihak pada puteri cantik pemilik niat baik itu. Bersama suami dan anak2nya ia kembali ke tanah air dari tugas dinas suaminya. Tentu di kantong keluarga kecil itu telah terkumpul cukup uang. Hal ini dipahami oleh sang ibu. Seketika hatinya berbunga menyambut kepulangan anak, mantu, dan cucunya.

Namun meski demikian, pantang bagi si ibu untuk mengungkit janji yang pernah diucapkan puterinya tentang naik haji itu. Ia tak ingin selaksa amalnya terkotori oleh sedikit pun pamrih. Namun, puterinya yang cantik itu seperti lupa dengan janji yang diucapkannya. Seminggu, sebulan, dua bulan, dalam hati, seorang bunda menunggu2 anaknya yang mungkin akan memberikan buku ONH (Ongkos Naik Haji) atas namanya dan suaminya. Waktu pun berlalu tanpa suara, seperti tak berani janji kapan peristiwa itu akan terjadi. Hingga tibalah suatu hari, hati seorang bunda pecah dalam diam ketika anaknya itu membeli sebidang tanah seharga tiga kali ongkos haji untuk dibuat kolam ikan dan tempat peristirahatan keluarga kecilnya bila pulang ke desa. Tak tahu sebesar apa gemuruh yang bergelombang di dada ibu, hanya dia yang tau, karena ia tetap tersenyum di depan semua anaknya. Tak terkecuali di depan puterinya yang cantik itu. Ia tak pernah menagih janji anaknya, bahkan sekedar mengungkit pun tidak.

Tapi, entah isyarat apa ketika ikan2 di kolam anaknya tak pernah menghasilkan keuntungan. Rumah peristirahatannya pun menjadi hanya sebatas rumah kosong yang tidak banyak memberi manfaat. Lalu, entah isyarat apa ketika anak2 yang lain yang ikut menggunakan uang anak perempuan ibu itu untuk berbagai usaha, tidak satu pun dari mereka yang sukses. Alih2, sebuah kesalah-pahaman keluarga terjadi meretakan keharmonisan keluarga ibu yang diingkari janji itu.
Entah isyarat apa. Apakah itu akibat sakit hati ibu karena anaknya
sendiri telah mengingkari janji untuknya? Hanya “mungkin” jawabannya. Karena senyum ibu tidak pernah berubah untuk semua anaknya; do’a ibu tidak pernah berganti untuk semua buah hatinya, selalu untuk kebaikan; dan pangkuan serta pelukannya selalu terbuka untuk seluruh belahan jiwanya. Tapi apakah seorang ibu tidak bisa sakit hati? itu juga pertanyaan yang tidak mudah dijawab. Karena ibu juga manusia biasa, tapi sangat luar biasa jasanya. Terlalu mahal semua jasa seorang ibu untuk ditukar dengan janji2 kosong. Mungkin kekebalan hati seorang ibu telah mampu menyembunyikan sepedih apapun sakit hatinya, namun Allah swt tetaplah Dzat yang Maha Adil yang telah mentakdirkan Rasul-Nya bersabda: “Keridhoan Allah ada dalam keridhoan kedua orang tua, dan kemurkaan Allah ada dalam kemurkaan mereka.”
Mungkin lautan kasih sayang ibu terlalu dalam untuk sekedar menenggelamkan sebesar apapun kesalahan anak2nya hingga tak muncul kepermukaan.
Tetapi sebagai anaknya, kita harus memahami sifat manusiawi ibu kita, bahwa beliau juga punya hati yang sakit jika tergores. Dan yang pasti Allah swt adalah Dzat yang Maha Adil, dan tidak pernah lupa dengan janji2 yang tertuang dalam ajaran Rasul-Nya. Jadi, berhati2lah memelihara janji yang pernah diucapkan di hadapan bunda.

Wallahu a’lam.

 
Oleh : fsa_729

Pertandingan Persahabatan

Pertandingan Persahabatan

Pertandingan Persahabatan

Griya Mahasiswa LDII Panji Asmoro Bangun (PAB) Landungsari Malang kedatangan tamu dari PS Mojosari (Pemain Daerah Mojosari), dari DPD Mojokerto yang bermaksud untuk melakukan pertandingan futsal persahabatan. Sebelum melakukan pertandingan ada acara sambutan dari tuan rumah dan dilanjutkan dengan acara makan-makan.

Laga yang di gelar pada tangal 10 Desember 2011 di lapangan Jack Futsal Tlogomas Malang tersebut dimulai dari jam 20.00 s/d 22.00 WIB dengan melibatkan kedua tim yang selalu menjunjung nilai-nilai sportifitas.

Pada pertandingan tersebut tidak mencari siapa yang menang ataupun yang kalah,hal yang paling penting adalah terjalinnya tali Silaturohim diantara Griya Mahasiswa Panji Asmoro Bangun dengan PS Mojosari. Kegiatan seperti ini akan semakin menambah kerukunan dan kekompakan antara warga LDII.

Oleh : Ubet Gunawan

Workshop Leadership and Communication Skill PC & PAC LDII Surabaya

Workshop Leadership and Communication Skill PC & PAC LDII Surabaya

Workshop Leadership and Communication Skill PC & PAC LDII Surabaya

Menjadi seorang pemimpin memang tidaklah mudah. Bukan hanya soal memerintah atau menyuruh, bukan soal memiliki hak otoriter pada bawahannya. Menjadi seorang pemimpin membutuhkan leadership skill yang kuat untuk menjadi seorang pemimpin yang baik. Bagaimana cara menciptakan visi, membangun sebuah tim, mengalokasikan tugas sampai memotivasi yang dipimpin, semua itu menjadi tugas berat yang harus dijalankan seorang pemimpin.

Berlandaskan hal tersebut, DPD  LDII Kota Surabaya mengadakan “Workshop Leadership and Communication Skill” untuk Pimpinan Cabang (PC) dan Pimpinan Anak Cabang (PAC) LDII se-Surabaya (18/12). Karena 80 persen kesuksesan menjadi pemimpin adalah dari komunikasi yang baik. Dan PC dan PAC inilah yang akan berhubungan langsung dengan tokoh-tokoh masyarakat terutama di bidang dakwah. Bekal leadership dan communication skill sangatlah penting terutama sebagai fondasi utama seorang pimpinan.

Tidak tanggung-tanggung sosok enterpreneur kondang Ir. Wildy Istimror yang didaulat langsung menjadi pemateri workshop yang berlangsung dari pukul 08.00-16.00 WIB di Lt.3 Gedung DPW LDII Jawa Timur tersebut. Enterpreneur yang memimpin empat perusahaan di Surabaya, Semarang, Tanggerang dan Jakarta ini banyak membagi ilmunya kepada peserta workshop hari itu. Mulai pembentukan leadership, kiat-kiat menjadi pembicara yang baik dan menjadi pendengar yang baik sebagai bekal awal pelaksanaan tugas PC dan PAC.

Alumni Institut Teknologi Sepuluh November ini juga membuat workshop sangat interaktif dengan melibatkan  langsung audience untuk setiap pemecahan masalah. Perwakilan dari 25 PC dan 57 PAC se-Surabaya sebagai audience terlihat sangat antusias melewati acara demi acara yang dikemas semenarik mungkin oleh penyelenggara.

“Ini akan menjadi bekal awal untuk setiap PC dan PAC LDII se-Surabaya dalam  membangun rasa percaya diri mereka, dengan pembekalan semacam ini akan membuat mereka tidak canggung lagi dalam berhubungan langsung dengan tokoh masyarakat ” ucap H. Amien Adhy selaku Ketua DPD LDII Kota Surabaya dengan anggukan dan senyum keyakinannya.

Selain itu, ternyata feedback dari para peserta juga sangat baik. “Pembekalan seperti ini memang sangat bermanfaat untuk kami, selama ini, mayoritas orang LDII takut bertindak hanya karena statement negatif dari masyarakat, meskipun kita sama sekali tidak melakukan apa yang mereka katakan tentang kita, dengan diadakannya acara ini, rasa percaya diri kami secara otomatis terbangun untuk mengklarifikasi dan bisa memperbaiki hubungan kita dengan masyarakat dengan komunikasi sebagai fondasi awalnya.” tegas Drs. Yoni Triono selaku wakil PAC LDII Pagesangan yang juga ikut aktif dalam acara tersebut.

Pada prinsipnya, setiap orang mempunyai kesempatan menjadi seorang pemimpin, tapi tidak semua orang bisa jadi pemimpin yang baik.

sumber : http://ldiisurabaya.org/workshop-leadership-and-communication-skill-pc-pac-ldii-ssurabaya/

BELAJAR DARI SANG ENTERPRENEUR

Ir. Wildy Istimror

Ir. Wildy Istimror

Pengalaman adalah guru terbaik. Mungkin itu akan menjadi sangat benar apabila kita melihat sosok Ir. Wildy Istimror. Memulai karir di PT. Philips Indonesia sebagai Management Trainee dan dengan komitmennya yang kuat serta kerja keras membuatnya mampu menduduki posisi Direktur di perusahaan ternama itu.

16 tahun bukan masa yang singkat untuk berjuang menuju posisi terbaik yang Beliau inginkan. Dimarahi atasan adalah hal biasa bagi seorang pegawai, tapi Beliau menganggap kemarahan atasan itu pasti semata-mata ingin membuatnya lebih baik.

Pengalamannya selama 16 tahun di PT. Philips Indonesia tidak membuatnya cepat puas begitu saja, pengalamannya itu kembali membangun ambisinya untuk menjadi leader di kerajaan bisnisnya sendiri. Baru dua tahun yang lalu Beliau meninggalkan posisinya sebagai direktur di PT. Philips Indonesia, sekarang Beliau sudah memimpin 4 perusahaan di bidang jasa trading dan kontraktor yang dikembangkannya di 4 kota besar, sebut saja Surabaya, Semarang, Tanggerang dan Jakarta.

Dan sekarang Beliau juga aktif mengisi acara-acara enterpreneurship untuk membagi ilmunya pada rekan-rekan LDII yang menginginkan kesuksesan sama seperti ambisi positifnya dulu, beliau juga aktif di DPP LDII Divisi ekonomi & pemberdayaan masyarakat, DPW LDII Jakarta Selatan sebagai tim pelatihan dan Ketua Yayasan Bina Insan Mulia.

 

Alumni Institut Teknologi Sepuluh November yang menyelesaikan studinya 19 tahun lalu ini menganggap, lepas dari takdir yang ditulis Allah, yang paling berperan penting dalam kesuksesan seseorang adalah diri orang itu sendiri, seberapa kuat keinginannya untuk menjadi sukses dan seberapa kuat tekad dan usahanya dalam mewujudkan keinginannya menjadi sukses.  Dan semua itu ditunjang dengan dukungan keluarga dan orang-orang sekitar kita. Jadi, hal pertama yang harus dimiliki seseorang yang ingin sukses adalah cita-cita, setelah itu kekuatan tekad akan membawa kita pada usaha yang harusnya tak pernah putus, jangan menyerah meski berkali-kali gagal dan yakinlah Allah akan selalu ada bersama orang-orang yang mau berdo’a dan berusaha.

sumber : http://ldiisurabaya.org/belajar-dari-sang-enterpreneur/

 

Wow! Kencing ‘Berdiri’ Efektif Cegah Kanker

Kencing  Berdiri Efektif Cegah Kanker

Kencing Berdiri Efektif Cegah Kanker

INILAH.COM,Jakarta – Kanker serviks adalah musuh utama kaum perempuan. Karenanya berbagai upaya pencegahan dilakukan di antaranya melalui sebuah metode ‘standing pee’. Benarkah?

Sejauh ini, oleh  Ikatan Dokter Indonesia (IDI) mendeteksi awal adanya penyakit kanker serviks bisa dilakukan dengan dua cara, yakni pap smear dan vaksin. Ternyata, ada cara lain dan sedikit unik yang  bisa mencegah timbulnya kanker serviks, yaitu standing pee atau kencing berdiri.

Menurut pakar kesehatan, dr Ananto Sidohutomo MARS menyebutkan pilihan kencing berdiri ini tidak hanya berguna mencegah kanker. Tapi juga memungkinkan setiap wanita mendapat prasarana membuang air kecil secara higienis, nyaman, dan meminimalkan penggunaan sanitasi dan air yang banyak ditemukan bakteri, jamur, parasit, dan virus.

“Pencegahan bisa dilakukan dari sisi apa saja. Untuk mencegah dan mengantisipasi kanker serviks, ada kartu skor deteksi dini kanker serviks, ada pap-smear, ada vaksinasi HPV, ada valeri, dan ‘standing pee’ ,”kata Ananto.

Posisi kencing, kata dr Ananto,  mempengaruhi aliran rembesan urin ke vagina. Menurut dr. Ananto, urin bukan cairan yang bersih. Urin termasuk sisa metabolisme tubuh yang membuang zat-zat tidak berguna di tubuh.

Bila sisa urin mengendap di vagina maka akan menganggu kebersihannya.

“Ingat, faktor tidak bersih juga memicu munculnya kanker serviks. Sedangkan dengan posisi berdiri, urin akan memancar keluar dari lubang uretra tanpa mengendap di bagian vagina,” ungkap dr. Ananto. [mor]

source: http://id.berita.yahoo.com/wow-kencing-berdiri-efektif-cegah-kanker-051000690.html

Benarkah LDII sebagai penerus ajaran Islam Jamaah?

Benarkah LDII sebagai penerus ajaran Islam Jamaah?

Benarkah LDII sebagai penerus ajaran Islam Jamaah?

Benarkah LDII sebagai penerus ajaran Islam Jamaah?

Tidak benar. LDII adalah ormas Islam yang besar dengan latar belakang warga yang sangat beragam, dalam bidang pendidikan, profesi, status sosial maupun aspirasi kelompok keagamannya, termasuk mereka yang dulunya ”dianggap” melaksanakan ajaran Islam Jama’ah.

Adanya orang-orang yang dianggap mantan Islam Jama’ah inilah yang kemudian menimbulkan citra seolah-olah LDII ini sebagai penerus Islam Jama’ah.

Adakah hubungan LDII dengan Islam Jamaah?

Adakah hubungan LDII dengan Islam Jamaah?

Adakah hubungan LDII dengan Islam Jamaah?

LDII tidak ada hubungannya dengan Islam Jama’ah dan/atau ajaran terlarang lainnya. LDII adalah ormas Islam yang legal, berdasarkan Undang-undang, berasaskan Pancasila, setia dan ta’at kepada Pemerintah NKRI yang sah, memiliki Program Umum yang dapat diketahui secara transparan oleh masyarakat seluas-luasnya.

Membuat Dokumen PDF

Membuat Dokumen PDF

Membuat Dokumen PDF

Saat ini komputer telah menjadi kebutuhan primer hampir sebagian orang kantoran bahkan mungkin sudah kepelosok desa. Dengan banyaknya berbagai macam jenis komputer berikut dengan system operasi di dalamnya, kadang orang kesulitan untuk berbagi dokumen. Banyak cara agar orang mengirimkan format dokumen ke format yang biasa di buka oleh orang lain, contohnya dalam format gambar, jpeg, tiff dan lain sebagainya. Tapi ada satu format lagi yang dipakai oleh sebagian besar pemakai komputer, yaitu Portable Document Format atau PDF.

PDF biasa dibuka oleh software gratisan yaitu Adobe Reader. Tapi untuk merubah dokumen kita menjadi format PDF, Adobe tidak mengeluarkan versi gratisan. Beruntunglah ada software yang sangat bagus yang bisa melakukan hal ini. Yaitu PDFCreator.

PDFCreator dibuat dalam lisensi GPL dimana kita bisa merubah source code dari program tersebut. Untuk mengunduhnya, anda bisa berselancar ke: http://sourceforge.net/projects/pdfcreator/ , di halaman tersebut akan anda lihat tombol download.
Untuk menginstallnya sangat mudah, yaitu cukup dengan mendouble click file yang telah anda download dan mengikuti step-step yang ada.

Nah bagaimana cara memakainya seandainya software ini telah terinstall? Cukup mudah, yaitu:
1. Buka dokumen yang akan anda konversi ke bentuk PDF
2. Pilih print, kemudian untuk pilihan printer pilihlah PDFCreator
3. Ketika anda click Print, anda akan dibawa ke sebuah tampilan
4. Tulis Document Title dengan judul dokumen anda, dan silahkan isi opsi yang lain seperlunya.
5. Click Save dan arahkan dimana dokumen PDF anda akan di simpan.

Cukup mudah bukan? Dari pengalaman penulis selama memakai software ini, hasilnya sangat memuaskan untuk software dengan lisensi GPL. Selamat mencoba!

 

by: n3m0

KISAH KETUKAR SENDAL

KISAH KETUKAR SENDAL

KISAH KETUKAR SENDAL

Coba perhatikan foto , serupa tapi tak sama ya..sama-sama hitam, ukuran sama tapi model dan mereknya beda.

Eit, jangan buru-buru nyangka pengalaman saya..ini sih kisah salah satu pengurus yang sandalnya ketuker saat di masjid..ya, bisa dibilang kisah memilukan kalau bukan disebut tragis (lebay deh..he)..

Ya, mungkin Anda yang pernah mengalami ikut cengar-cengir sambil bergumam ini sih gue banget!

Kisah aneh tapi nyata seperti ini kadang berulang di masjid-masjid, apakah sepulang musyawaroh, sepulang pengajian, apalagi kalau bubar ngajinya malam…entah karena ngantuk atau ngelamun atau apalah namanya, yang jelas kejadian ini bikin orang lain kelabakan kokotetengan (bolak-balik mencari-cari, red) karena harus nyari temennya si sendal kesayangan. Si empunya sandal mau ngambil sandal yang ada di situ takut ada yang punya dan menyusahkan orang lain (yang ketukar sandal masih punya perasaan), mau nyeker juga malu, mau beli sayang, mana buru-buru lagi mau ada tugas lain untuk “amal sholih” di tempat lain…kacian deh, nasib-nasib….berpisah sementara dengan sandal kesayangan yang mungkin cuma sepasang-sepasangnya..
Kabar baiknya Alhamdulillahnya akhirnya ada “seseorang yang tidak mau disebut namanya” yang mau meminjamkan sandalnya dan mau memakai sandal “”jadi-jadian” untuk ditukar pakai sementara.
Kisah ini just share bukan untuk membesar-besarkan kasus yang mungkin Anda anggap sepele, cuma kadang heran saja, masa sih ada yang tidak hafal dengan sandalnya sendiri? paling tidak kenyamanan waktu memakainya lain khan kalau bukan punya sendiri, harusnya ada yang aneh khan kalau bukan sandalnya sendiri…? tapi ya itu tadi, ini benar-benar real terjadi. yah namanya juga manusia, ada khilafnya.. “kullu bani Adam khothoun..” Yang jelas bukan faktor kesengajaan..

Kisah di atas sih masih mending karena akhirnya “happy ending” sandalnya kembali dalam keadaan utuh setelah yang tanpa sengaja ketuker sandalnya menyadari sepenuhnya salah ambil sandal dan mengembalikannya ke tempat semula beberapa hari kemudian.
Ada kisah-kisah lain tentang sepasang sandal/sepatu di parkir di masjid yaitu kisah raibnya sang sandal/sepatu dan tidak kembali lagi seperti kisah di atas. Nah, kalau ini mungkin orang yang pinjam sementara tapi tidak mengembalikan lagi karena sudah tahu enaknya sandal/sepatu tersebut jadi keterusan deh, atau malah sengaja mengambil sandal orang lain dituker dengan beras (ini mah niat banget), atau mungkin saat mendengar nasehat pas ngantuk sehingga salah menginterpretasikan isi nasehat tersebut..kata ak Ustadz “candak nu saena piceun nu awonna” maknane : “ambil yang baiknya buang yang jeleknya“, tapi ini khan tidak termasuk urusan sandal ya..dari rumah bawa yang jelek, pulang bawa yang bagus…he, bercanda boss..
Yang pernah dialami penulis dan temen penulis adalah “Allah beserta persangkaan kita”..kadang ada terbersit “aman nggak ya saya ninggalin disini, jangan-jangan ada yang ngambil..” eeh, bener aja raib tuh sang sendal..makanya memang kita harus selalu husnudzon billah dan pasrah..
Kadang urusan sandal juga bikin tidak rukun dan jadi dosa mendosakan, contohnya kitamau wudlu kemudian pinjem sandal orang lain tanpa izin kepada yang punya, asal pake aja..eh, tahunya yang punya sandal mau pakai dan buru-buru mau pergi, khan jadi bete tuh yang punya sandal, mungkin terlontar sumpah serapah, apalagi sandal itu sebenarnya bukan “sandal amphibi” yang bisa dipakai ke air, yang punya sudah apik-apik jangan kena air, eh malah dibasahin oleh kita..orang tega macam apa kita ini..?!
Zaman Rasululloh pernah terjadi nggak ya acara ketuker atau hilang sendal? rasanya belum keceritain ya dalam hadits..Yang jelas Rasul mengajarkan dan mencontohkan kepada kita berakhlaq yang baik (akhlaq Rosul seperti di Firmankan Allah SWT : ‘innaka la’ala khuluqin adzim”) dan kita sepakat termasuk urusan tata krama pinjam meminjam sandal bukan?, lha wong cara memakai sandal/alas kaki saja ada tata kramanya yaitu duduk dulu baru kita pakai alas kaki tersebut. Apalagi meminjam yang bukan haknya walaupun mungkin dianggap sepele urusan pinjam sandal..

Sebagai warga LDII, kita sering dinasehati bahwa salah satu syarat kerukunan adalah saling menjaga perasaan, tidak merusak/merugikan orang lain baik diri,harta maupun martabatnya…
Mudah-mudahan ada yang bisa diambil manfaatnya.
Wallohu a’lam…..

sumber:http://www.ldiijabar.org/obrolan-santai/